THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_11..Peramal Itu Lagi



Dalam alam mimpi nya Geamy di pertemukan kembali dengan sosok peramal pembawa petaka yang dia alami saat ini.. Geamy menatap nyalang peramal itu dan hanya di balas tatapan tenang oleh peramal itu.


"Hay gadis kecil..kita bertemu lagi" sapa orang itu dengan tenang.


"Kau..mau apa lagi kau..setelah kau menghancurkan kehidupan ku kini kau kembali lagi hah..sekarang mau apa kau dariku.. tidak cukup kah kau menghancurkan segala nya yang ku miliki?" kata Geamy penuh kemarahan setelah puluhan tahun menjadi orang asing.


"Tenang gadis kecil.. Aku tidak ingin apapun.. Aku hanya ingin menyapa mu saja.. bagaimana kabar mu,apa kau baik-baik saja..seperti nya kau baik-baik saja ya..lihat kau bahkan bisa mengomel ketika bertemu lagi dengan ku" kata si peramal terkekeh melihat ekspresi kelam di wajah Geamy.


Geamy semakin emosi mendengar kata-kata si peramal itu..dia mendekati peramal itu namun langkah nya seakan jalan di tempat tak ada kemajuan..dia merasa aneh dengan diri nya..bahkan raga nya di dunia sadar seperti di ikat agar tak bisa bergerak.


"Apa yang kau lakukan padaku hah?" tanya Geamy murka karena tubuh nya tak bisa bergerak.


"Tidak ada gadis kecil..memang apa yang bisa aku lakukan?" tanya si peramal dengan wajah tak berdosa.


"Arghhhhh" Geamy berteriak seakan kemarahan nya berada di ujung tanduk.


Tak berapa lama kemudian tubuh Geamy seakan terasa hangat..dia merasa ada sesuatu yang mengalir ke dalam diri nya dari ubun-ubun hingga ujung kaki nya..tubuh nya seakan melemah dan tak bertenaga.


Sementara peramal itu hanya tersenyum menatap tubuh lemah Geamy..dia seakan tak ada niatan untuk menolong gadis kecil di hadapan nya..dia menonton Geamy yang kesakitan dengan wajah yang sukar di tebak arti nya.


Geamy masih berusaha mengontrol diri nya meski tubuh nya benar-benar sakit dan lemah seakan tenaga nya menguap namun bersamaan dengan itu dia merasa ada yang mengalir mengisi tubuh nya seperti air mancur yang mengalir namun tak pernah habis air nya.


Geamy menormalkan kembali tubuh nya yang kini terasa panas..setelah rasa hangat itu sirna kini berganti rasa panas yang seakan mampu membakar nya namun tak sampai membakar nya..dia mengatur nafas nya mencoba fokus pada rasa yang dia inginkan.


"Fokus lah jika kau ingin mencapai tujuan mu.. Setelah kau berhasil dengan tantangan besar nanti kau bebas dan kau bisa menjadi gadis kecil yang seperti dulu sebelum bertemu dengan ku" kata peramal itu berkata dengan nada serius menatap Geamy dengan mata yang menyala terang berwarna keunguan.


Geamy melihat mata itu namun segera dia tutup kembali mata nya agar tak terbakar akan cahaya yang keluar dari mata peramal itu..cahaya yang sama sebelum dia mendapat kemampuan sialan itu.


"Lepaskan aku ssshhh" ujar Geamy meringis menahan sakit namun tubuh nya seakan ringan tak seperti sebelum nya yang terasa berat karena terlalu banyak membawa energi negatif dari para sosok yang dia singkirkan.


"Aku akan selalu mengawasi mu gadis kecil" kata peramal itu lalu dalam sekejap dia menghilang dan tubuh Geamy ambruk lalu dia tersadar dari alam mimpi nya.


Geamy melihat sekitar ruangan..kamar nya..oh astaga kenapa dia bermimpi melihat orang itu lagi..dia tidak ingin bertemu orang yang telah membuat dunia nya hancur.