
4 hari sudah Geamy berada di rumah Rogard..selama itu juga Geamy belajar lagi mendalami kelebihan yang dia miliki..setiap hari Geamy akan berlatih dengan Rogard.
Rogard tak segan-segan menegur Geamy jika Geamy menurut nya kurang tegas atau lembek..Rogard ingin menyiapkan Geamy agar suatu saat nanti dia siap menghadapi tantangan yang lebih besar lagi.
Masih banyak yang belum Geamy selesaikan..semakin besar kemampuan yang Geamy miliki maka semakin besar pula rintangan yang akan dia alami kedepan nya.
"Lagi..jangan lemah..terus perbaiki lagi fokus mu Geamy" kata Rogard menggembleng Geamy agar menjadi Geamy yang baru.
Geamy memegang sebuah pedang hologram dengan di depan nya berdiri seorang lawan yang tercipta dari hologram pula..lawan Geamy bukan lah hanya sekedar sosok jelmaan iblis melainkan sosok yang lebih kuat dari iblis itu sendiri.
Rogard bukan tidak mampu melawan sosok itu namun dia ingin Geamy sendiri yang membinasakan nya..suatu saat rahasia demi rahasia akan terungkap seiring dengan berjalan nya waktu.
Rogard menghentikan latihan kali ini,dia tak mau Geamy terlalu memforsir tenaga nya..dia mendekati Geamy dan menarik tangan nya agar mengikuti nya duduk di kursi apung yang sudah tersedia di teras rumah nya.
"Kerja bagus gadis kecil..perlahan saja nanti juga akan membuahkan hasil" kata Rogard mendudukkan Geamy lalu dengan sekali jentikan jari pakaian Geamy sudah berganti dengan sendiri nya.
Geamy terkejut karena tiba-tiba pakaian nya sudah ganti sendiri..dia menatap Rogard dengan tatapan permusuhan seakan ingin membunuh Rogard.
"Yaaaakkk..kenapa kau menggantikan pakaian ku hah..mesummmm" teriak Geamy dengan memukul Rogard membabi buta dan hanya di tanggapi dengan kekehan geli.
Rogard menggerakkan jarinya ke arah Geamy dan dalam sekejap Geamy melayang lalu dengan santai nya Rogard duduk di kursi apung yang awal nya di duduki Geamy kemudian dia menurunkan Geamy di pangkuan nya.
"Yaaaakkk..kenapa kau seenak nya sendiri sih" kesal Geamy pada Rogard lalu memukul bahu pria itu.
Bughhhh....
"Sudah jangan marah..duduk diam lah..kau tak mau bertanya akan melawan siapa lagi nanti nya setelah selesai dengan latihan mu?" kata Rogard mengusap kepala Geamy dan menyandarkan kepala gadis itu pada dada nya.
"Memang siapa lagi setelah ini yang akan ku lawan?" tanya Geamy juga penasaran dengan musuh nya kali ini.
"Dia bisa di sebut juga dengan Apolion..sosok nya setengah serigala dan bagian atas nya manusia dengan kepala menyerupai telur namun di setiap sisi nya tampak duri runcing seperti tanduk namun mengelilingi kepala itu..tangan nya panjang sampai kaki dengan kuku-kuku yang tajam menyerupai ujung pisau..lidah nya bercabang 5 dengan setiap cabang memiliki tentakel yang mampu menghisap darah dan energi...
Dia harus akan kepuasan..dia selalu membuat setiap detik manusia bagai di jurang terjal..kau tau cantik kemampuan yang kau miliki bulan semata-mata karena kau terpilih namun kau di yakini mampu untuk memberantas nya..tenang saja kelak jika waktu nya tiba kau tak sendirian menghadapi nya namun dalam hal ini kau lah pemeran utama nya yang mampu membinasakan nya..aku melatihmu agar kau siap dengan kedatangan nya kelak..dia tidak suka dengan kemampuan yang kau miliki karena dia merasa kau telah merebut tugas nya" jelas Rogard sambil memainkan rambut Geamy.
"Apa aku bisa?" tanya Geamy yang hanya diam menyimak penjelasan Rogard.
"Aku percaya kau bisa gadis kecil.. Aku akan membantu mu kelak jika waktu nya tiba..sekarang kau hanya perlu berlatih memaksimalkan kemampuan mu agar kau bisa setara dengan nya" kata Rogard mengusap pipi Geamy menyalurkan tenaga pada gadis itu diam-diam.