
"Tuan ku,hamba membawa orang yang berniat melakukan persekutuan dengan tuanku" kata salah satu pengawal si tuan yang masih belum di ketahui identitas nya.
"Bawa dia masuk" kata si tuan itu menyuruh sang tamu untuk masuk.
"Baik tuan ku" patuh si pembawa keluar dari ruangan di mana si tuan itu berada.
Tak berapa lama kemudian tampak si pengawal datang lagi dengan seseorang yang berniat melakukan persekutuan dengan tuan nya.
"Permisi tuan ku..saya membawa orang nya.. silahkan" kata si pengawal lalu meninggalkan dua orang yang kini masih saling tatap.
Hening sejenak sebelum si tuan itu beranjak dari singgasana nya dan mendekati orang itu yang di ketahui berjenis kelamin perempuan..dari tatapan nya si tuan itu tamoak tertarik dengan calon sekutu nya.
"Siapa kau?" tanya si tuan itu.
"Saya Zwelta..saya ke sini untuk mengajukan kerjasama menghancurkan seseorang yang sedang membuat anda resah" kata si tamu yang di ketahui bernama Zwelta menatap si tuan itu dengan tatapan percaya diri.
"Apa kau tau gadis sialan itu?" tanya si tuan itu penasaran karena dia sangat ingin melenyapkan gadis pembawa kehancuran untuk nya.
"Ya aku tau dan aku juga tau dimana dia tinggal" kata Zwelta.
"Benarkah..hahhaa baik lah aku setuju untuk menjadikan mu sekutu asal kau bisa menghabisi nya" kata si tuan yang di ketahui bernama Apolion yang sedang gencar-gencarnya ingin menghabisi Geamy.
"Tenang saja..aku pasti akan membunuh nya tapi tidak sekarang karena yang melindungi nya bukan lah orang biasa..kita harus mengatur rencana yang matang untuk bisa melenyapkan nya sebelum dia berhasil merubah diri menjadi ratu kehancuran untuk mu dan menghancurkan mu sampai akar nya" kata Zwelta dengan kobaran amarah mengingat Geamy.
"Apa kau ada masalah dengan nya juga?" tanya Apolion.
"Hm..dia merebut perhatian seseorang yang ku cintai..dia mengambil perhatian nya dalam sekejap mata sedangkan aku yang sudah sejak lama mencari perhatian nya malah tak mendapatkan apapun...aku ingin membunuh nya agar orang itu bisa melihat ku" kata Zwelta dengan api kemarahan yang meluap-luap terpancar dari sorot mata nya.
"Hahaha..kita bisa menjadi sekutu yang hebat, aku yakin gadis itu belum tau cara merubah diri nya menjadi ratu kehancuran..kita masih punya banyak waktu untuk mulai merencanakan semua nya" kata Apolion yang sangat yakin dengan dugaan nya.
Kedua orang itu kini sedang membahas rencana apa yang kira nya bisa memisahkan Geamy dari Rogard.. Apolion memilih untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai Geamy,dia harus tau kelemahan nya agar dia bisa menghabisi nya.
#
#
"Hm..rasa nya badan ku pegal-pegal..oh tuhan tulang ku ahsshh" keluh Geamy merasakan seluruh tulang nya bagaikan remuk.
"Hahaha..astaga gadis ini.. sudah lebih baik kau bangun dan mandi agar badan mu lebih segar dan enakan" kata Rogard menyuruh Geamy membersihkan diri.
"Seperti nya pilihan bagus..aku butuh air hangat" Geamy setuju dan bangkit dari ranjang dengan merentangkan kedua tangan nya untuk meregangkan otot tubuh nya.
Sedangkan Rogard,dia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Geamy yang lucu..semakin hari mereka semakin dekat tak ada lagi kecanggungan apa lagi Geamy,dia tak lagi' sungkan , melakukan apapun atau menyuruh nya.
"Gadis imut" batin nya yang tengah melihat Geamy mulai memasuki kamar mandi.
Rogard memilih keluar dari kamar dan menyiapkan makan malam untuk mereka.. Rogard tersenyum setelah makanan tersaji dengan apik dan begitu menggugah selera.
Rogard memilih keluar rumah menuju teras rumah nya untuk melihat-lihat keadaan..dia tau sedang ada yang berniat merencanakan kejahatan untuk Geamy,dia akan melindungi gadis itu dengan seluruh hidup nya.
"Malam ini sangat sepi pergerakan.. Aku rasa tempat ini sudah tak lagi aman.. Aku harus mencari tempat baru untuk kami masalah Ryuzki seperti nya dia sudah sadar dari alam bawah sadar nya.. Aku rasa pria itu tak mengingat kejadian bersama Geamy.. ku harap mereka tak bertemu lagi" batin Rogard yang entah kenapa bisa berpikiran begitu.
Rogard kembali masuk kedalam rumah setelah memberikan aral pelindung agar tak ada sosok atau mahkluk yang bisa memasuki rumah nya..dia mau Geamy selalu aman.
Rogard masuk kembali ke rumah dan menemukan Geamy baru saja turun dari lantai dua dengan penampilan yang sudah lebih segar..dia tersenyum dan tiba-tiba mengangkat tubuh Geamy hingga Geamy melayang dan tersentak kaget.
"Yaakkkk.. kebiasaan" jerit Geamy yang saat ini tengah berada di gendongan Rogard seperti koala.
"Hahaha...maafkan aku..aku tak bisa diam saja melihatmu hendak menuruni tangga..aku takut kau jatuh" kata Rogard memberi alasan dan mengecup sekilas pipi Geamy.
"Ck, kebiasaan langsung nyosor" Geamy kesal karena Rogard selalu saja mencium nya tanpa peduli terhadap jantung nya yang bekerja lebih ekstra.
"Aku selalu gemas dengan mu..ayo makan" balas Rogard lalu mendudukkan diri nya di kursi masih sambil menggendong Geamy.
Geamy minta di turunkan namun Rogard tak mengindahkan kekesalan Geamy malah menyuapi gadis itu dengan penuh kelembutan.