
"Geamy" panggil Rogard yang melihat tangan Geamy memancarkan api ungu terang dan membakar sosok bayangan yang tengah Geamy cekal.
Geamy mengalihkan fokus nya pada Rogard yang tengah berdiri di belakang nya dan menatap Geamy dengan tatapan tak terbaca..Geamy memalingkan wajah nya lagi dan menyelesaikan pekerjaan nya yaitu membinasakan sosok bayangan itu hingga menjadi abu.
Geamy memejamkan mata nya sejenak karena tenaga nya banyak terkuras untuk melawan sosok bayangan itu.. Rogard menahan tubuh Geamy yang lemah dan tiba-tiba berubah warna kulit nya menjadi kemerahan seperti terbakar.
Ricardo mengangkat Geamy dan membawa nya ke kamar lalu membaringkan nya di ranjang..Rogard menyeka keringat yang membasahi dahi Geamy lalu duduk di samping gadis itu.
Tangan nya terulur menyentuh dada Geamy lalu mengalirlah cahaya putih terang yang mulai memasuki tubuh gadis itu.. Geamy diam menikmati transfer energi dari Ricard.
"Kenapa kau ceroboh sekali?" tanya Rogard setelah selesai mentransfer energi pada Geamy.
"Maafkan aku..aku hanya tak suka dengan nya.. itung-itung pemanasan" jawab Geamy dengan memasang wajah memelas nan polos.
"Ck..kau ini..kau itu belum sepenuh nya pulih..jangan gegabah dana ceroboh karena itu bisa membahayakan keselamatan mu sendiri..mengerti gadis kecil?" kata Rogard mengusap lembut rambut Geamy.
"Hmm..maaf" jawab Geamy seolah menjadi gadis kecil yang masih polos.
"Hey wajah mu tidak cocok seperti itu..haha" Rogard terkekeh karena Geamy memasang wajah bayi.
Kedua nya masih mengobrol dengan santai..sesekali Geamy membahas mengenai sosok yang akan dia hadapi kelak jika waktu nya sudah tiba.. Geamy sangat penasaran ingin bertemu dengan sosok itu tapi dia sadar bahwa diri nya yang sekarang belum mampu mengendalikan diri.
Jika dia melawan sosok itu sekarang pasti yang ada dia yang akan menjadi roh..astaga lalu bagaimana dengan bibi nya..oh tuhan dia baru ingat dengan bibi nya.
"Rogard.. bagaimana dengan bibi ku?" tanya Geamy yang tiba-tiba panik dengan bibi nya.
"Bibi mu baik-baik saja..dia aman dalam lindungan ku..tenang saja dan fokus lah pada diri mu" kata Rogard meyakinkan Geamy bahwa bibi nya baik-baik saja.
"Terimakasih..di luar kau yang mem umatku kehilangan orang tercinta ku tapi kau pria yang baik.. Aku memang ingin menghajar mu tapi melihat usaha mu membantu ku tanpa pamrih aku akhirnya melupakan kekesalan ku.. terimakasih atas segala nya" kata Geamy menatap Rogard yang kini tengah menatap nya.
Rogard tersenyum mendengar kata-kata Geamy..dia tidak bisa menjelaskan kenapa dia memberikan kemampuan itu pada Geamy karena dia sendiri hanya di beri tau melalui mimpi nya oleh seorang sesepuh.
'Maafkan aku gadis kecil.. Aku akan terus mencari petunjuk dari semua yang kau alami..aku tau di balik ini semua pasti telah tersusun rapih sebuah rencana' batin Rogard menatap Geamy lekat.
Rogard tersenyum dan mengusap kepala Geamy dengan gemas..gadis kecil yang dulu nya begitu ketakutan saat dia mendekat dan memberikan kemampuan itu pada nya,kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang begitu penuh dengan pemikiran rasional.
'Kau tetap gadis kecil ku Geamy' batin Rogard tersenyum lalu bangkit keluar dari kamar nya menuju ke sebuah ruangan setelah membuat Geamy terlelap dengan mantra nya.
Jangan paman.. Geamy tidak mau..mommyyyy, Daddyyyyy tolong Geamy.. arghhhhhh.
Jeritan dari mulut kecil Geamy waktu itu benar-benar membekas di hati nya..tatapan ketakutan nya pun menyaratkan akan ketakutan yang benar-benar baru dia alami.
Rogard melihat sisi ruangan di mana dia memberikan kemampuan itu dengan paksa dan di sisi itu juga Geamy menangis histeris karena kedua orangtua nya telah dia hipnotis hingga tak sadar akan apa yang Geamy alami.
"Sebenar nya apa yang dia inginkan dariku gadis kecil itu..kenapa harus dia yang menjadi sasaran" gumam Rogard sambil terus berpikir keras.
Rogard keluar dari ruangan itu lalu dia sembunyikan lagi agar tak Geamy ketahui keberadaan ruangan itu..dia belum tau reaksi Geamy jika dia kembali lagi ke ruangan yang sama dengan ruangan yang telah memberikan nya ketakutan.
Rogard duduk di kursi apung milik nya dengan pemandangan taman bunga yang selalu dia perbarui setiap hari nya agar tak bosan..dia ingin Geamy nyaman selama tinggal dengan nya.
Rogard memejamkan mata nya namun tidak tidur..dia hanya berpikir entah apa karena hanya dia yang tau tentang apa yang tengah di pikirkan.
"Rogard" panggil seseorang dari arah depan gerbang rumah nya.
Rogard membuka mata nya dan menatap sumber suara..dia menatap seorang wanita yang tengah berdiri di belakang gerbang dengan tatapan tak terbaca..dia bangun dan berjalan menuju gerbang.
"Ada apa?" tanya nya menatap dalam wanita yang tengah berdiri di depan gerbang.
"Bolehkah aku masuk..aku hanya ingin bertanya sesuatu" kata wanita itu.
"Hm..masuk lah" jawab Rogard lalu berjalan menuju kursi apung nya dan duduk dengan tenang.
Wanita itu ikut duduk namun bulan di kursi apung melainkan di kursi biasa yang jarak nya 1 meter dengan posisi Rogard.. Rogard tidak suka sebenar nya dengan kedatangan wanita itu tapi dia tidak mungkin langsung mengusir karena kata nya ada yang ingin di tanyakan.
"Apa kabar Rogard..rumah mu___" belum selesai wanita itu berujar Geamy menyela dan berdiri di tengah-tengah jarak kedua nya.
"Apa dia tamu Rogard?" tanya Geamy menatap intens wanita yang datang bertamu ke rumah Rogard.
"Kau sudah bangun.. bagaimana perasaan mu..sini" tanya Rogard menatap Geamy lalu membuat Geamy melayang hingga duduk di pangkuan nya.
Semua itu tak luput dari perhatian wanita yang bertamu tadi..dia menatap kedua nya dengan tatapan tajam.