
"Apa kau sudah siap Geamy?" tanya Rogard saat melihat Geamy telah selesai dengan segala persiapan nya.
"Sudah" jawab Geamy tegas dan lugas.
"Baiklah..anggap yang ada di depan mu adalah musuh mu..jangan alihkan fokus mu pada apapun karena itu bisa membuat celah bagi lawan mu untuk masuk dan akhirnya melumpuhkan mu..ingat fokus pada tujuan mu dan jangan pikirkan apapun" kata Rogard mengingatkan lagi akan apa yang telah dia ajarkan pada Geamy.
"Mengerti" jawab Geamy tegas.
Rogard membuat bayangan untuk menjadi lawan Geamy bertarung.. Geamy telah di bekali sebuah pedang yang mana pedang itu adalah pasangan pedang milik nya.
Geamy mulai mencari titik kelemahan sang musuh..meski ini hanya simulasi tapi dia tetap harus fokus.. Geamy menyerang musuh nya dengan gesit namun sayang kurang gesit dari musuh nya itu.
Lawan Geamy bisa di bilang tangguh meskipun hanya ilustrasi atas ciptaan Rogard..sesekali Geamy jatuh dan terkena pukulan dari lawan nya..sudut bibir nya berdarah karena terkena kepalan tangan dari musuh nya itu.
Rogard menghentikan kegiatan Geamy dan menghilangkan musuh ciptaan nya..dia mendekati Geamy dan tanpa di duga Rogard mencium nya serta menelan darah di bibir Geamy.. Geamy hanya diam tak tahu apa yang harus dia lakukan karena ini kali kedua Rogard mencium nya.
Rogard masih mellumat bibir nya hingga Geamy merasakan bibir nya tak lagi sakit..dia ikut membalas namun tak sehangat Rogard yang tengah menyessap atas dan bawah.. Geamy hanya membalas sesuai dengan yang Rogard lakukan pada bibir nya.
Setelah cukup lama memaguut kini Rogard menghentikan aksi nya dan menatap Geamy dengan mata teduh nya..dia usap bibir basah Geamy dan tersenyum kala melihat luka di sudut bibir Geamy telah menghilang..dia kecup sekali lagi,hanya kecup lalu dan terkekeh melihat ekspresi wajah Geamy yang benar-benar mampu membuat nya gila.
"Bernafas lah" bisik Rogard di telinga Geamy dan membuat kesadaran Geamy kembali seratus persen.
"Kau..apa,apa yang kau lakukan tadi?" tanya Geamy yang tengah terkejut.
"Lanjutkan lagi simulasi nya..ingat harus fokus kalau tidak aku akan menghukum mu" kata Rogard lalu duduk di kursi apung yang tak jauh dari tempat simulasi Geamy.
Sedangkan Geamy..dia menatap Rogard dengan tatapan permusuhan..ingin rasa nya Geamy tendang si Rogard yang sudah berani mencium nya,tapi apa lah daya dia harus sabar menunggu simulasi nya selesai baru lah dia hajar si Rogard sialan itu.
"Lihat setelah ini selesai,aku akan membuat mu menangis" kata Geamy menatap tajam Rogard yang tengah menatap balik diri nya.
Jika saja itu orang lain pagi sudah tidak bisa di angkat itu pedang..karena pedang itu tau siapa pemilik nya yang sesungguh nya..Rogard pun bangga dengan kemahiran Geamy yang cukup pesat perkembangan nya.
Rogard terus menatap Geamy yang tengah melakukan pertarungan dengan simulator buatan yang memang Rogard buat untuk menjadi lawan Geamy..dia belum bisa memberikan musuh nyata pada Geamy karena Geamy masih belum stabil kondisi nya.
Di rasa cukup untuk latihan nya, Rogard menghilangkan lawan Geamy dan menarik Geamy dengan satu jentikan jari hingga gadis itu terperanjat karena sudah berada di pangkuan Rogard.
"Kau...kenapa sih kau itu seenak nya sendiri hah..kau mau aku jantungan hah, menyebalkan" kata Geamy menatap nyalang Rogard yang hanya terkekeh melihat wajah kesal Geamy.
"Maafkan aku.. Aku tak mau kau sakit jadi istirahat lah" kata Rogard santai lalu dia menjentikkan jari nya dan tiba-tiba Geamy sudah memakai pakaian lain.
Geamy.
"Yaaaakkk,kau menyebalkan Rogard sialan,mesum,cabbul, pengunti__hmppp" belum selesai Geamy berujar mulut nya sudah di bungkam oleh ciuman memabukkan oleh Rogard dan ini untuk ke tiga kali nya Rogard mencium diri nya dan dia hanya mampu diam mengerjap beberapa kali namun selanjut nya Geamy membalas meski kaku.
Rogard tentu senang mendapat respon dari Geamy,dia memperdalam ciuman nya hingga tak terasa kini kedua nya berada di kamar di atas ranjang tempat biasa Geamy dan Rogard tidur bersama namun biasa nya tak melakukan apapun.
"Henti__hmppp.." kata-kata Geamy tertelan dengan ciuman dalam dari Rogard serta diri nya kini merasakan sensasi aneh pada tubuh nya.
Tubuh Geamy mengeluarkan cahaya emas dan Geamy merasa tubuh nya semakin ringan seolah beban nya terangkat.
"Apa kau sudah merasa lebih ringan gadis kecil?" tanya Rogard sambil tersenyum dan mengusap bibir basah Geamy yang kini sudah mulai sedikit bengkak dan kebas juga karena ulah nya.
Rogard.