THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_28..Salah Teknik



Setelah melewati suasana yang hampir saja membuat Geamy menyesal telah menunjukkan wajah anak kucing nya,kini mereka tengah berada di taman Niropsa taman yang sempat Rogard pikirkan saat di taman Antrepaz.


"Hwaaaaa..ini sungguh ajaib, mengagumkan,dan oh god aku tak bisa berkata-kata lagi untuk menjabarkan betapa indah nya taman Niropsa" kata Geamy ingin loncat-loncat tapi malu nanti Rogard besar kepala.


"Sudah jangan lebay..apa kau siap untuk berlatih dengan ku?" tanya Rogard menagih janji Geamy.


"Hehe..aku siap kok" kata Geamy nyengir menatap Rogard.


"Baik lah..latihan pertama adalah, keluarkan pedang yang telah ku berikan padamu" kata Rogard memberikan perintah pertama untuk Geamy.


"Baiklah..akan aku coba,tapi kalau aku tak bisa bantu aku" Geamy menyanggupi namun juga meminta bantuan Rogard.


"Lihat nanti" jawab Rogard lalu berjalan mundur tiga langkah.


Geamy memejamkan mata nya,fokus nya kini pada pedang nya yang telah dia beri nama Gero..nama yang tiba-tiba terpikirkan oleh Geamy.. Geamy menekan dada nya seakan melakukan gerakan mengeluarkan sesuatu dari dada nya.


Cahaya biru mulai keluar dari genggaman tangan Geamy.. Geamy semakin fokus dan semakin menarik pedang yang sudah keluar seperempat nya..mungkin salah teknik atau salah fokus,dada Geamy sedikit mengeluarkan darah mungkin pedang nya belum siap untuk keluar.


Rogard yang melihat itu pun menghampiri Geamy dan menahan Geamy agar tak meneruskan lagi mengeluarkan pedang nya..Rogard melihat Geamy meringis menahan sakit dan juga baju yang dia kenakan sedikit terkena darah.


"Aku sudah bilang,fokus dan mantapkan tujuan mu" kata Rogard membantu Geamy mengeluarkan pedang itu dan menyimpan nya di telapak tangan Geamy.


"Sudah..sebaik nya kita keluar dari taman ini segera karena pemimpin taman ini sangat menyukai darah" kata Rogard hendak membawa Geamy keluar dari taman itu.


Belum sempat mereka keluar,dari arah samping tampak lah sosok pria yang cukup tampan namun masih tampan Rogard kemana-mana memakai jubah hitam dengan kulit pucat dan mata nya merah.. Geamy hampir mual melihat mata pria itu.


"Mau kemana tuan Zardkas..seperti nya anda membawa camilan" kata sosok itu menyapa Rogard namun tatapan nya lekat menatap Geamy.


"Hey jangan tatap aku seperti itu,aku benar-benar mual melihat mata mu huekk..huekk" sentak Geamy karena perut nya benar-benar mual melihat mata menjijikan pria itu.


"Apa kau melihat sesuatu yang lain dari mata nya?" tanya Rogard menatap intens Geamy mencari penjelasan karena hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat mata asli pria itu.


"Aku melihat..huekk..oh astaga menjijikan sekali" Geamy tak mampu menjabarkan apa yang dia lihat karena sangat mual.


"Sudah tidak apa-apa..pejamkan mata mu dan fokus lah karena di depan mu ini adalah musuh yang mengincar darah mu" kata Rogard memberikan penjelasan pada Geamy.


"Hmm..baik lah akan aku usahakan..lihat saja kau akan ku cabik-cabik kau karena sudah membuat ku mual" kata Geamy menggerutu lalu memejamkan mata nya mencoba fokus pada sosok di depan nya.


Rogard memberi aral agar sosok itu tak bisa tiba-tiba muncul di sebelah Geamy..sosok itu murka dan menyerang aral yang Rogard buat namun tak terjadi apapun karena Rogard telah memasang aral yang benar-benar kokoh.


"Aarhhh serahkan gadis itu padaku.. Aku menginginkan nya" teriak sosok itu dengan murka nya karena tak berhasil menghancurkan aral yang Rogard buat.