
Kedua wajah mereka semakin berdekatan dan kini Geamy semakin merasa terpojok dengan tatapan Rogard yang menuntut jawaban,padahal tidak harus seperti ini saja Geamy mau menikah dengan Rogard tapi dasar Rogard pria kaku dan kolot.
"A..aku ma..mau" jawab Geamy terbata karena susah hanya sekedar untuk bernafas dengan Rogard yang sangat dekat dengan wajah nya.
Rogard to dan menjauhkan wajah nya dari Geamy lalu mengangkat Geamy masuk kedalam pelukan nya..sementara Reo,dia hanya menatap ke arah luar dari dalam rumah..dia di jaga oleh bayangan Rogard.
"Dididi" kata Reo membuat keintiman kedua orangtua nya buyar.
Rogard menghela nafas nya panjang sementara Geamy hanya terkekeh melihat ekspresi wajah Rogard yang seolah tidak terima di kacaukan oleh bocah cilik versi dirinya itu.
Dalam sekali jentikan Reo sudah berada di tengah-tengah Geamy dan Rogard..Geamy mengangkat tubuh mungil Reo kedalam gendongan nya.
"Ada apa sayang..kau butuh sesuatu?" tanya Geamy mengusap wajah tampan Reo.
Sementara Rogard pun hanya menyimak dengan ekspresi wajah di tekuk menatap tajam putra nya..Reo bahkan memasang wajah polos tanpa dosa membalas tatapan sang ayah.
"Ada apa,kau itu mengganggu waktu kami" kata Rogard dengan sedikit jengkel.
"Dididi" ucap Reo sambil menyentuh wajah Rogard dan menyalurkan apa yang ingin dia katakan pada sang ayah karena hanya sang ayah yang tau tentang itu.
Rogard memejamkan mata nya dan terdiam sejenak.. Geamy hanya diam menyaksikan apa yang tengah anak dan ayah itu lakukan,dia tak tau sedang apa kedua pria kesayangan nya itu.
Beberapa saat kemudian Rogard membuka mata nya dan menatap Reo lekat..dia mengangguk sambil tersenyum bangga pada putra nya itu.. Reo pun membalas senyum ayah nya tak kalah lebar nya.
"Hey apa maksud nya..ada apa sebenarnya kenapa mommy tidak di beritahu?" protes Geamy karena tak di beri tau apa pun.
"Mimimi" kata Reo sambil tersenyum lalu memeluk Geamy memberikan ketenangan untuk Geamy.
"Oh sayang,kau pintar sekali membuat mommy tenang hm,belajar dari siapa kau ini?" kata Geamy sambil mengelus kepala Reo yang kini sudah di tumbuhi rambut berwarna silver.
#
#
"Apa kau yakin hari ini adalah hari yang tepat untuk memusnahkan gadis itu?" tanya Apolion yang sudah semakin merasa tersiksa dengan aroma yang Geamy keluarkan dan hanya Apolion sendiri yang bisa merasakan nya.
"Yakin tuanku,menurut ramalan hari ini adalah hari keberuntungannya yang anda dan anda bisa di pastikan akan menang melawan gadis itu" kata kaki tangan Apolion meyakinkan Apolion bahwa dia pasti akan menang menurut ramalan.
"Bagus.. Aku akan memusnahkan gadis pembawa malapetaka itu untuk selama nya..jangan lupakan pelindung nya kau harus mendapatkan cara agar kau bisa menyingkirkan nya dan memudahkan langkahku" kata Apolion menyeringai menatap kaki tangan nya yang masih setia di samping nya.
"Baik tuan ku..sesuai perintah anda" kata kaki tangan Apolion meyakinkan Apolion.
Apolion benar-benar merasa tidak sabar untuk segera menghabisi Geamy gadis yang di ramalkan akan membinasakan nya..dia tak akan pernah membiarkan Geamy menang karena kemenangan hanya ada di tangan nya.