THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_38..Pedang



Geamy Dan Rogard saat ini tengah menatap pada makhluk yang tengah mengerumuni halaman rumah Rogard.


Tampak Reo yang tubuh nya sudah seperti anak usia 5 tahun berdiri di tengah-tengah kedua orangtuanya..tatapan nya hanya mendatar namun mampu membuat para makhluk itu ketakutan.


"Mom,dad apa aku boleh memulai nya?" tanya Reo dengan tidak sabaran.


"Sure, lakukanlah yang kau suka anakku" jawab Rogard tersenyum sambil mengusap kepala anak nya lalu dia menarik sesuatu dari dada nya.


Rogard mengeluarkan sebuah pedang yang tersimpan apik di dada nya.. waktu nya pedang itu makan sebanyak yang pernah itu sanggup makan..dua menyerahkan pedang itu pada putra nya.


"Gunakan ini dan buat dia kenyang" kata Rogard memberikan surai silver milik Reo.


"Baik Daddy,akan Reo buat dia kenyang sampai tak sanggup menelan lagi" kata Reo dengan tatapan bersungguh-sungguh.


"Hati-hati anakku" kata Geamy menatap khawatir pada putra nya yang baru tiga bulan ini dia lahirkan.


"Momny tenang saja..ada Reo dan Daddy yang akan menjaga mommy.. Reo tidak akan terluka Reo janji" kata bocah itu tersenyum menatap Geamy lalu memeluk Geamy memberikan ketenangan untuk ibu nya.


Setelah selesai sesi pelukan nya kini Reo mulai melangkah menuju para makhluk yang sudah tidak sabar merasakan serangan dari nya..Sesaat kemudian tampak puluhan makhluk telah terkapar bersimbah darah berwarna ungu.


Darau yang tertinggal di pedang Reo tampak terserap oleh pedang itu sendiri..Reo mulao berperang melawan sekumpulan makhluk yang terus berdatangan entah darimana..baku sama sekali Reo tak tampak kesulitan.


Dia bahkan tertawa sambil menebas kepala serta tubuh yang dia incar dari para makhluk itu..dalam sekejap mata para makhluk tampak sudah habis tak bersisa.. Rogard tamoak tersenyum puas melihat aksi anak nya yang sudah dia duga sebelumnya.


"Apa tidak apa-apa membiarkan nya melakukan hal ini Rogard?" tanya Geamy tampak khawatir dengan putra nya meski Rogard mengatakan Reo tak tertandingi.


"Dia akan melindungi diri nya sendiri karena setelah ini dia akan menjadi pelindung mu yang sesungguh nya membantuku menghabisi Apolion itu" kata Rogard sambil merangkul Geamy.


"Kapan itu terjadi?" tanya Geamy masih mengawasi putra nya.


"Besok" jawab Rogard singkat sambil tersenyum aneh.


"Semoga kemenangan di tangan kita" kata Geamy membalas ucapan Rogard.


Rogard hanya tersenyum mengelus surai indah Geamy..dia tak perlu khawatir dengan besok.. Reo akan memenangkan pertarungan ini dan membawa kepala Apolion ke hadapan nya.


Sementara itu di kerajaan milik Apolion, Apolion sendiri sedang mengamuk karena mendengar kabar bahwa semua pasukan yang dia kirim untuk menyeret Geamy telah musnah oleh seorang anak kecil.


Dia tidak bisa menerima kekalahan ini karena dia merasa harga diri nya telah di nodai oleh seorang anak kecil..dia akan membuat anak itu menyesal telah menantang nya.


"Persiapkan segala nya karena besok aku sendiri yang akan menghabisi mereka semua" kata Apolion dengan kilatan amarah.


"Baik tuanku.. sesuai keinginan anda" balas sang kepercayaan Apolion.


"Pastikan kita menang karena aku tidak menerima kekalahan" ujar Apolion mengingatkan.