THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_32..Janin Yang Berbicara.



"Aku..aku tak tau harus berekspresi seperti apa karena ini benar-benar mengejutkan ku..tapi aku senang ada kehidupan lain di rahim ku" kata Geamy yang terkejut namun bahagia.


"Terimakasih karena kau tak menolak kehadiran nya..meski ini memang mengejutkan mu tapi ini lah bukti bahwa kita memang istimewa..dia akan melindungi mu dari rencana sekutu musuh yang mungkin bisa membahayakan keselamatan mu..dia akan menjadi pelindung sekaligus perisai mu..jaga mommy baik-baik jangan sampai dia terluka atau kau yang akan menanggung hukuman dari Daddy" kata Rogard mengusap perut Geamy dan bicara dengan perut nya seakan sedang berbicara pada calon anak nya.


PLAKKKK....


Sebuah pukulan mendarat sempurna pada lengan Rogard tentu dari Geamy yang geram karena Rogard baru saja mengancam anak nya jika dia kenapa-kenapa.


"Kau gila apa bagaimana hah..berani sekali kau mengancam anak ku..mau ku binasakan kau" kata Geamy melotot pada Rogard yang hanya terkekeh sambil mengusap lengan nya yang terasa sedikit panas.


"Galak sekali sih.. Aku hanya memberi perintah dan peringatan pada nya agar menjaga mu saja" kata Rogard memberi alasan.


"Kau pikir dia sudah mengerti apa yang kau katakan hah.. di q bahkan belum berbentuk dan ka___" belum selesai Geamy mengomel sebuah suara mampu mengalihkan atensi nya.


"Mommy aku mengerti apa yang Daddy katakan..jangan khawatir aku akan menjaga mommy" kata suara itu menenangkan Geamy.


Geamy yang terkejut langsung memeluk Rogard dengan erat..dia masih mencari sumber suara yang begitu meneduhkan namun mengejutkan.


"I..itu..itu suara siapa Rogard?" tanya Geamy penasaran dan terkejut pasti nya.


"Itu suara anak kita..apa kau tak merasakan nya..aku sudah katakan bahwa kita adalah orang-orang terpilih yang istimewa" kata Rogard memberitahu bahwa suara itu adalah suara anak mereka.


"Hahh..jangan bercanda kau..mana mungkin janin bisa berbicara,kau sudah bangun kan?" ujar Geamy menatap tak percaya Rogard.


"Mommy apa mommy tidak percaya bahwa ini suara ku..mommy aku


adalah anak istimewa yang akan mengubah kehidupan" kata


suara itu lagi dan kali ini Geamy memegang perut nya.


"Iya mommy..ini aku anak mu" balas suara itu.


"Kau bisa bicara..bukan kah kau belum berbentuk?" tanya Geamy lagi.


"Aku adalah anak istimewa mommy meski aku masih berbentuk gumpalan darah aku bisa berbicara dan mendengar ucapan di sekitar ku..apalagi suara mommy sangat indah aku jadi tidak sabar untuk segera bertemu dengan mommy" kata suara itu lagi.


"Kenapa kau jadi menggoda mommy mu?" tanya Rogard tak terima Geamy di goda calon anak nya.


"Hey jangan marahi anakku ya awas kau" ketus Geamy menatap jengah Rogard yang malah cemburu dengan anak nya sendiri.


#


"Seperti nya memang bukan sekarang waktu yang tepat untuk menghabisi nya..aku merasakan bahwa energi kehancuran gadis itu semakin kuat..aku tak tau ada apa dengan gadis itu dan apa yang dia simpan hingga energi yang ku rasakan begitu menyesakkan ku" kata Apolion memejamkan mata nya berusaha mengatur nafas nya agar tak sesak karena setiap kali Geamy bertambah kuat Apolion dapat merasakan energi nya hingga membuat nya sesak.


Apolion benar-benar tak bisa berbuat apapun karena energi yang dia rasakan bisa membunuh nya jika dia terus merasakan nya..mungkin beberapa bulan kedepan dia baru bisa memulihkan kembali kesehatan nya yang semakin berkurang setiap Geamy bertambah kuat.


Para pengawal dan utusan nya pun membantu Apolion agar energi Geamy tak memasuki kawasan istana milik Apolion..mereka memasang aral terkuat agar tak tertembus oleh energi Geamy.


Sementara Geamy,dia sedang menikmati betapa nyaman nya menaiki bumil.. Rogard benar-benar menjaga nya dan melayani nya dengan baik.. Geamy selalu mengajak anak nya berbicara entah apa saja hanya mereka yang tau.


"Geamy apa kau mau di pijit?" tanya Rogard yang baru saja selesai membuatkan nya makanan.


"No..aku hanya ingin di peluk" kata Geamy mengutarakan keinginan nya.


Rogard tersenyum dan langsung mengangkat Geamy menggunakan jentikan jari nya dan mendudukkan kembali Geamy dalam pangkuan nya.