THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_27.. Madazka Yang Ajaib.



"Bukan dari semua itu.. Aku adalah Groubien,manusia yang di beri kehidupan abadi.. Aku sama seperti mu yang di paksa menjadi orang lain karena suatu alasan,aku tak punya pilihan lain selain mengikuti takdir ku yang entah kenapa seperti ini..tapi di balik itu semua aku perlahan-lahan bisa mengerti maksud dari seseorang itu dan alasan kenapa aku di paksa menjadi seperti ini,suatu saat kau juga akan mengerti kenapa aku memberi mu kemampuan yang menurut mu membuat hidup mu sial..maafkan aku karena aku tak punya pilihan lain gadis kecil" kata Rogard menjelaskan.


Geamy mendengarkan setiap kata yang Rogard ucapkan,dia mengerti bukan pilihan nya untuk menjadi seperti ini tapi keadaan yang memaksa kehendak untuk menjadi seperti ini.


Rogard dan dia sama, sama-sama di paksa menjadi orang lain..sekarang Geamy tau ada alasan kenapa dia di beri kemampuan yang menurut bay membawa sial di kehidupan nya..dia akan menyelami lagi kemampuan nya hingga menemukan setidak nya sedikit petunjuk.


"Aku mengerti..bisakah kau membawaku ke taman luar rumah mu..aku bosan di rumah terus" kata Geamy merengek agar di ijinkan.


"Haha..astaga jika kau seperti ini lagi aku tidak bisa menjamin satu-satu nya yang kau jaga akan aman..ayo aku ajak kau ke taman yang akan membuat mu terkagum-kagum" kata Rogard sedikit mengancam Geamy karena dia tidak bisa mendengar rengekan Geamy yang bagi nya mampu membangkitkan hasrat nya.


Mereka menuju ke sebuah taman..taman yang di mana semua penghuni nya adalah semut..bukan sembarang semut tapi semut yang menghuni taman itu adalah semut jelmaan penghuni Madazka atau tempat yang Rogard dan Geamy diami saat ini.


Dalam sekejap Geamy telah sampai di taman Antrepaz di mana banyak semut-semut yang berukuran seperti tubuh bayi menghuni setiap sarang yang ada di sana..sarang yang di maksud bukan sarang dari tanah melainkan sarang berbentuk rumah igloo yang terbuat dari awan yang telah di bekukan sehingga bisa menyesuaikan suhu di Madazka.


Geamy terkagum-kagum melihat betapa indah nya taman yang luas nya sekitar satu kota bandara di London.. Geamy lebih terheran-heran saat melangkah mendekati rumah itu yang tadi nya jarak langkah mungkin 10 meter menjadi satu langkah.


Geamy terpekik merasakan betapa ajaib nya taman di Madazka itu..hanya atau langkah kita bisa langsung sampai meski kita ingin ke ujung taman sekalipun,hanya satu langkah kita bisa mencapai ujung taman itu dengan mudah.


"Woahhh..ini sangat mengagumkan" puji Geamy kegirangan dan sangat antusias.


Mungkin Geamy akan loncat-loncat saking senang dan antusias nya..memikirkan itu membuat Rogard tersenyum-senyum sendiri,dia tidak sabar untuk segera berkunjung ke taman itu.


"Kau mau ke tempat lain yang lebih indah dari taman ini?" tanya Rogard menatap Geamy intens.


"Memang ada yang lebih indah lagi?" tanya Geamy dengan wajah yang begitu antusias.


"Hahaha..ada lah..ayo aku ajak kau ke sana dan aku jamin kau akan melompat saking kagumnya" kata Rogard tertawa geli lalu mengajak Geamy keluar dari taman itu.


"Ceritakan pada ku tentang taman ini..please" pinta Geamy dengan memasang wajah anak kucing.


"Huftt kau rupa nya bermain menantang ku ya" kata Rogard mengusap lembut pipi Geamy lalu dalam sekejap mereka telah sampai di rumah lebih tepat nya di kamar.


"Yaaaakkk..kenapa di sini.. Rogard pleaseee maafkan aku" teriak geamy karena terkejut dengan keberadaan mereka yang tiba-tiba telah berada di kamar.


"Kau harus di hukum dulu" kata Rogard berhasil menahan Geamy di bawah nya dengan tatapan mata yang begitu berbeda.


"Rogard maafkan aku..aku tidak sengaja..please maafkan aku..maafkan aku..maafkan aku" kata Geamy berusaha menahan Rogard agar tak melakukan lebih sungguh dia lupa dengan peringatan dari Rogard.