THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_24..Amarah



"Kau sudah bangun.. bagaimana perasaan mu..sini" tanya Rogard menatap Geamy lalu membuat Geamy melayang hingga duduk di pangkuan nya.


Semua itu tak luput dari perhatian wanita yang bertamu tadi..dia menatap kedua nya dengan tatapan tajam.


"Siapa dia Rogard?" tanya wanita itu dengan tatapan masih lekat pada Geamy.


"Kau mau tanya apa..cepat lah" kata Rogard tak menjawab pertanyaan wanita itu.


Wanita itu tampak diam..tangan nya masih mengepal dengan erat..dia menetralkan kembali gemuruh di dada nya kala melihat pemandangan menyesakkan dada.


"Ekhemm..baik lah,begini Rogard aku hanya mau meminta saran mu bagaimana cara untuk menguatkan aral yang kita miliki agar tak bisa di tembus oleh musuh..aku sudah belajar mengenai itu tapi aku masih tidak bisa menguasai teknik nya..bisakah kau mengajariku Rogard?" tanya si wanita masih dengan tatapan tak berlaku pada tangan Rigard yang tak henti-henti nya memainkan rambut panjang Geamy.


"Kau bisa tanya dan minta di ajarkan pada orangtua mu..Zwelta,bukan kah ayah mu adalah ahli aral yang cukup ternama.. harus nya kau tanyakan saja pada ayah ku agar mengajari mu..aku tak memiliki waktu untuk mengajari hal remeh seperti itu" kata Rogard pedas langsung menusuk hati Zwelta.


"Aku..aku hanya ingin belajar dari orang lain karena aku tak mau di rendahkan oleh orang lain..bisakah kau mengajariku Rogard?" kata Zwelta mengelak dengan memberi alasan.


"Apa kau lelah hm..seharus nya kau istirahat saja kenapa malah bangun" kata Rogard tak memperdulikan Zwelta yang menatap nya dengan tatapan penuh kecemburuan.


"Aku hanya bermimpi tadi lalu tak bisa tidur lagi jadi aku mencari mu untuk bertanya tentang arti mimpiku tapi kau sedang ada tamu..sebaik nya aku masuk dulu saja dan kalian bicara dengan santai..apa perlu aku buatkan minum?" kata Geamy menjelaskan bahwa dia tadi bermimpi dan penasaran dengan arti mimpi nya.


"Memang mimpi apa..jangan kemana-mana tetap lah di sini" kata Rogard memeluk Geamy dan membelitkan tangan nya pada pinggang Geamy.


Geamy hanya diam karena dia benar-benar tidak tau menahu tentang ciuman.. Rogard tersenyum melepaskan tautan bibir nya dan mengusap bibir basah Geamy.


"Aku tidak suka mulut ini bicara yang tidak-tidak hm?" kata Rogard mengusap surai Geamy dengan amat sangat lembut.


"Kau menyebalkan..turunkan aku..aku mau istirahat saja" kata Geamy sebenar nya sangat malu karena Rogard mengambil first kiss nya.


Cups....


"Yaakkkk" teriak Geamy karena Ricard mencium bibir nya lagi saat bibir nya mengerucut.


"Diam lah..jangan bawel gadis kecil" kata Rogard mengusap lembut pipi Geamy lalu beralih menatap Zwelta yang hanya menjadi penonton sejak tadi.


"Apa urusan ku sudah selesai..kalau sudah silahkan keluar" kata Rogard menatap Zwelta sejenak lalu mengalihkan tatapan nya pada wajah Geamy yang sedang merona.


Dia usap dengan lembut pipi Geamy lalu dia rebahkan kepala Geamy pada dada hangat nya dan dia kecup kening nya dengan lembut.


"Baik..baiklah..aku pulang dulu..maaf mengganggu waktu kalian" kata Zwelta menahan geram di dada nya dan menahan diri agar tak mengoyak tubuh gadis dalam pengakuan Rogard.