
Geamy menghela nafas nya panjang..dia terdiam beberapa saat sebelum dia mengambil keputusan..ini bukan lah hal mudah yang biasa dia lakukan..ini pertama kali untuk nya.
Banyak yang harus Geamy lakukan untuk tetap menjaga kesadaran nya jika nanti dia bertemu dengan orang itu dan mulai mengambil kunci jiwa milik Ryuzki juga mungkin milik roh lain.
"Baiklah aku akan berusaha membantu mu..akan aku coba sebisa ku..tunjukkan dimana raga mu berada" akhirnya Geamy memutuskan untuk membantu Ryuzki.
"Terimakasih banyak Geamy..kau yang terbaik" kata Ryuzki benar-benar senang karena Geamy mau membantu nya.
Gemah tersadar dari alam bawah sadar nya..dia melihat sekeliling nya..dia masih di rumah sakit..dada nya sedikit sakit tapi berkat transfer energi dari Ryuzki dada nya sedikit terobati.
"Nak kau sudah sadar" tanya ibu Derian menghampiri Geamy.
"Bibi masih di sini.. bagaimana dengan Derian?" tanya Geamy berusaha untuk duduk.
"Derian sudah baik-baik saja..dia sedang mendapat perawatan di temani ayah nya.. terimakasih nak jika bukan karena kau Derian pasti akan seperti ini terus..bibi tidak terlalu harus dengan cara apa membalas mu" kata ibu Derian berterimakasih kepada Geamy.
"Ini semua adalah berkat pertolongan sang pencipta bibi..hanya saja Geamy yang menjadi perantara nya..satu pesan Geamy, jangan biarkan anak bibi mendekati lokasi itu lagi karena Geamy tidak memusnahkan Famke melainkan mengunci nya di tempat nya agar tak bisa lepas lagi dan malah meneror anak bibi juga teman-teman nya..dan tolong selama seminggu ini jangan biarkan Derian mendekati kamar nya karena di sana masih terdapat energi negatif dari Famke..Geamy tidak mau membahayakan keselamatan Derian juga Geamy sendiri" kata Geamy berpesan pada ibu Derian agar menjalankan apa yang dia katakan tadi.
"Baiklah..sekali lagi bibi berterimakasih banyak pada mu..bolehkah bibi menjabat tangan mu nak?" tanya ibu Derian ingin menjabat tangan Geamy.
"Maaf bibi..sebaik nya setelah ini anggap kita tak saling mengenal..Geamy bukan bermaksud sombong tidak mau menjabat tangan bibi tapi ini demi kebaikan bibi juga" kata Geamy menjelaskan semasuk akal mungkin.
"Baik lah..kalau begitu bibi keluar dulu ya..nanti kau akan di antar supir kembali ke rumah mu" pamit ibu Derian tak mau memaksa Geamy.
Geamy hanya mengangguk dan tersenyum kecil..setelah nya dia menatap arah kamar mandi dengan tatapan membunuh setelah ibu Derian pergi.
Wushhhh.....
Prangggg.....
"Hihihi..hihihi" suara sosok itu berniat menakuti Geamy namun rekasi Geamy di luaran dugaan nya.
Sosok itu menghentikan ulah nya dan menampakkan diri kepada Geamy..dia menatap Geamy yang seakan biasa saja dengan nya.
"Sudah berulah nya?" tanya Geamy menatap datar sosok di depannya.
"Kau tak takut padaku?" tanya sosok itu sambil tersenyum mengerikan mendekati Geamy.
"Aku tidak pernah takut pada makhluk seperti mu..jangan pernah berpikir untuk mengganggu dan menimbulkan korban lagi atau tangan ku akan memusnahkan mu menjadi debu" kata Geamy mengancam sosok itu agar tak mengganggu kenyamanan para pasien di sini lagi.
"Hahahaha"
Geamy melepas sarung tangan nya pada tangan sebelah kanan nya karena tangan sebelah kiri nya masih lemas setelah melawan energi Famke yang benar-benar besar.
Setelah nya Geamy mencekal tangan sosok itu dan seketika sosok itu menjerit keras menggema di ruangan itu namun hanya Geamy yang bisa mendengar nya.
"Arkhhhhhhh panassssaa..lepas arkhhhhhhh" teriak nya kesakitan.