THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_21..Dia Ratu Selanjutnya



"Langsung saja..serahkan gadis itu maka kau akan aman..dia adalah gadis pembawa sial untuk tuan ku maka dari aku harus melenyapkan nya agar kesialan tuan ku segera lenyap" kata sosok itu dengan santai nya.


Rogard tak menanggapi,dia hanya diam tak bergeming namun masih menatap sosok itu dengan tatapan tak terbaca.


"Jangan mimpi" kata nya lalu tersenyum.


"Baik lah jika ini yang menjadi pilihan mu..hahahaha kau akan musnah dengan keangkuhan dan kegigihan mu dalam melindungi gadis pembawa sial itu" kata sosok itu lalu dengan secepat kilat menghilang dan menghunus tombak bergerigi nya pada Rogard namun secepat kilat pula Rogard membuat tombak itu hancur hanya dengan sekali jentikan jari.


Pertarungan tak dapat terelakkan lagi.. Rogard hanya sebagai menanggapi sosok itu yang kini menyerang nya membabi buta..dia tak mau membuang-buang energi nya untuk melayani makhluk lemah seperti ini.


Sosok itu mengeluarkan asap hitam beracun bermaksud untuk membunuh Rogard namun Rogard seakan memasang aral yang membungkus diri nya hingga tak ada yang bisa masuk meski lewat celah sekalipun.


Regard mengeluarkan pedang dari dada nya lalu tersenyum dan mulai menebas sosok itu berkali-kali hingga terdengar jeritan dan teriakan kesakitan serta kepanasan dari mulut sosok itu.


"Kau ingin melenyapkan nya hah..maka rasakan ini..kau yang akan lenyap sebelum berhasil menyentuh nya meski seujung kuku sekalipun..adalah kau tau dia adalah ratu selanjutnya yang akan memimpin kebenaran dan kedamaian..raja mu akan menjadi abu di tangan nya jika waktu nya tepat..tunggu dan lihat saja siapa yang akan menang" kata Rogard lalu menancapkan pedang nya pada ubun-ubun sosok itu hingga sosok itu lenyap menjadi abu.


Rogard tersenyum melihat lawan nya telah kalah..dia memejamkan mata nya dan mulai memasukkan lagi pedang nya kedalam dada nya dan mengembalikan pelataran rumah nya seperti semula.. Rogard masuk kedalam rumah untuk mengecek Geamy yang entah sudah bangun atau belum.


"Kau sudah bangun gadis kecil?" tanya Rogard saat melihat Geamy baru membuka mata nya namun masih berada di ranjang dengan posisi miring menghadap pintu.


"Hahaha..astaga ayo makan..kasihan sekali gadis kecil ku ini" Rogard mengulurkan tangan nya dan seketika tubuh Geamy terangkat mendekat ke arah nya lalu masuk kedalam gendongan nya.


"Kenapa kau selalu menggunakan kekuatan mu sih..kau mau aku jantungan hah?" kesal Geamy karena selalu saja merasa terkejut dengan ulah Rogard yang tak tertebak.


"Sorry..aku terbiasa jadi maafkan aku" Rogard mengusap pipi Geamy dengan satu tangan nya sementara atau nya lagi menahan tubuh Geamy agar tak jatuh meski tak mungkin.


"Sudah lah..aku lapar bisakah kau beri aku makanan?" kata Geamy dengan wajah sejuta anak kucing yang membuat Rogard tertawa geli.


"Hahaha.. astaga kau sangat lucu gadis kecil..baik lah kita makan sekarang..kau mau makan apa?" tanya nya setelah berhenti tertawa.


"Yang mengenyangkan perut karena seperti nya perut ku sangat lapar..dengar tidak mereka sudah berdemo" kata Geamy dengan memasang wajah memelas.


"Oke..kasihan cacing-cacing di perut mu"


"Ck.. menyebalkan"


Akhir nya Rogard membawa Geamy ke ruang makan dan di sana tampak sudah tersaji banyak makanan enak yang seperti nya menggugah selera Geamy.