THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_35..Reoxhane Zardkas



"Sudah aku katakan bukan kalau anak kita itu anak istimewa..dia mewarisi kemampuan milik kita,juga memiliki kemampuan lain yang memang telah di karuniakan pada nya sejak proses penciptaan nya..tenang saja dia akan tumbuh menjadi anak yang hebat yang akan menjaga kita dari para sosok..hanya butuh satu tahun maka anak kita bisa tumbuh dengan cepat layak nya baru keluar dari mesin waktu" kata Rogard menjelaskan.


Geamy tersenyum karena memiliki calon anak yang sangat luar biasa menakjubkan..entah akan ada apa setelah kejadian hari ini Geamy hanya bisa berharap semoga saja anak nya kelak baik-baik saja dan bisa hidup normal.


"Jangan pikirkan yang tidak-tidak,percaya lah anak kita akan selalu baik-baik saja karena dia akan menjadi yang terkuat dan menjadi pemenang" kata Rogard yang seakan tau isi pikiran Geamy.


#


#


Tak terasa waktu tiga bulan telah tiba di depan mata..pagi itu Geamy dan Rogard tengah duduk di kursi apung, Geamy yang tengah berada di pelukan Rogard hanya terdiam merasakan kehangatan dekapan Rogard.


"Ssshhh.. arkhh"


Geamy tiba-tiba meringis merasakan sakit di perut nya.. Rogard yang mendengar ringisan Geamy spontan menatap wajah Geamy yang menahan sakit..dia tau anak nya akan lahir jadi dia sudah mempersiapkan segala nya.


"Hey nak jangan buat mommy mu kesakitan atau kau akan ku hukum" kata Rogard terdengar mengancam anak nya yang hendak lahir.


PLAKKKK


Satu pukulan mendarat di lengan Rogard dari Geamy..dia melotot di sela-sela kesakitan nya itu.


"Jangan mengancam anakku atau kau ku lenyapkan" Geamy balik mengancam Rogard dan membuat Rogard hanya bisa tersenyum kecil merasakan pukulan di bahu nya.


Rogard membawa Geamy ke kamar untuk membantu nya melahirkan anak mereka.. Geamy tak lagi mampu berkata-kata karena dia sudah tak lagi terkejut dengan kemampuan yang Rogard miliki di tambah anak yang kini tengah dia kandung seakan berkompromi dengan sang ayah.


"Bertaham lah sebentar lagi..terus dorong karena dia sudah ingin melihat kita..ayo nak jangan buat mommy kesakitan" kata Rogard mengusap lembut keringat yang membasahi dahi Geamy.


"Arghhhhh... huhhhh.. huhhhh.. huhhhh" lagi dan lagi Geamy mengejan sekuat tenaga hingga beberapa saat kemudian tampak lah seorang bayi mungil tengah mengambang dengan tubuh yang penuh dengan darah.


Bayi itu memiliki mata cemerlang seperti milik Rogard bahkan wajah nya pun copyan Rogard.. Geamy hanya kebagian pipi yang sedikit chubby..bayi itu melihat ke arah kedua orangtuanya dan tersenyum.


"Mommy, Daddy" ujar si bayi dengan tenang menatap penuh kerinduan pada Rogard dan Geamy.


"Hay nak, kemarilah" kata Rogard tersenyum lalu menengadahkan tangan nya agar si bayi mendekat.


Si bayi mendekat dan terlentang di gendongan sang ayah.. Geamy hanya masih syok dengan pemandangan di depan nya..entah kapan dia bisa terbiasa dengan hal-hal ajaib seperti ini.


"Hay nak..namamu Reoxhane Zardkas..kau anak Rogard Zardkas dan Geamy Gearnetta..lindungi ibu mu atau tidak kau akan Daddy hukum..selamat datang di dunia ini nak" kata Rogard mengusap seluruh tubuh bayi mungil itu hingga tampak lah kulit putih mulus seputih susu dengan sedikit kemerahan karena baru lahir.


"Baik Daddy.. terimakasih" jawab si bayi itu tersenyum.


Kini bayi itu berpindah ke pelukan Geamy.. Geamy menatap haru anak yang selama 3 bulan ini dia kandung dan kini bisa dia lihat secara langsung.


"Selamat datang sayang..mommy menyayangi mu" kata Geamy tanpa sadar menyentuh kulit anak nya namun dia tidak menyadari sesuatu yang seperti yang biasa dia lihat pada orang lain.


"Terimakasih mommy.. Aku sayang kalian" balas si bayi lalu dengan sendiri nya meminum asi tanpa di ijinkan hingga membuat Rogard kesal dan Geamy hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Rogard.