The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 9 BANGKIT ( Kekuatan clarra dan nairra )



Di ruang umum, acara penyambutan raja yang kembali mendadak sunyi, hening tanpa suara, terdiam melihat sang raja tersungkur karena di pukul derav, bahkan bora, boy dan hidan sangat terkejut melihat insiden tersebut


"pukulan derav bisa lebih sakit dari tusukan pedang roh cahaya loh" ujar bora mengutarakan insiden yang terjadi di hadapannya, membicarakan yang dia tahu kepada boy dan hidan ,


"satu pukulan derav, sama dengan sepuluh tusukan pedang roh cahaya milikku, yang bisa membuat makhluk apapun bila terkena pukulannya akan mati," ujar bora mengenai hal tersebut dengan tenang,


"apa" semakin kaget boy dan hidan setelah mendengar penjelasan dari bora secara detail


"jikalau begitu, sudah pasti si kampret itu mati dong", ujar hidan dengan ekspresi yang penuh ketegangan,


"tunggu dulu, ini tidak akan seperti yang kamu pikirkan hidan, suhu menceritakannya dengan tenang, sudah pasti suhu mengetahui apa yang akan terjadi" gumam boy dengan rasa penasarannya,


"hei hidan, simpan dulu imajinasi kamu, mari kita lihat apa yang akan terjadi pada teman kita yang super konyol itu", ujar boy


"seperti biasanya, boy selalu cepat dan tanggap menghadapi masalah yang ada di depan nya" gumam bora


di saat boy dan hidan kebingungan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, beserta ekspresi bora, vierra, terra dan keempat roh yang sangat tenang, dalam hati boy dan hidan bertanya tanya sehingga membuat mereka berdua melirik ke arah vierra dan terra terus menerus dengan wajah yang penuh tanda tanya,


vierra dan terra mengerti kebingungan tuannya, mereka berdua secara bersamaan memegang pundak tuannya masing masing,


"silahkan tuan ku" ujar vierra dann terra kepada tuannya,


saat tangan kedua spirit alam tersebut menyentuh tuannya , boy serta hidan hanya bisa terdiam mengarah kan pandangan ke satu titik pandangan,


"elf"


mereka berdua berkata elf dengan seksama, elf yaitu nairra, nairra adalah salah satu roh agung, dengan simbol alami, boy dan hidan melihat aura yang sangat besar dari tubuh elf itu, karena hanya boy dan hidan belum bisa melihat aura, ya bisa di sebut newbie,


"elf itu sangat kuat" gumam hidan,


"begitu rupanya, aku yang sudah mendapatkan spirit alam ini masih belum ada apa apanya di banding mereka semua yang berkumpul disini, bahkan untuk melihat aura saja harus ada campur tangan dari vierra" gumam boy yang telah mempelajari suatu hal yang sangat penting baginya,


"apa kalian berdua sudah melihatnya" tanya bora kepada boy dan hidan


"ya, kami melihatnya suhu" jawab mereka berdua yang kembali tenang,


..."sejak datangnya davos ke ruangan ini, roh agung elf yaitu nairra sudah mempersiapkan sihir penyembuhan secara automatis kepada siapapun yang terluka" bora membicarakan semuanya, menjelaskan mengapa semua makhluk hidup yang ada di ruangan ini bisa tenang padahal di hadapannya davos sedang terluka,...


"tapi,,, jangan harap jikalau clarra, roh iblis wanita yang berada di samping elf sudah mengeluarkan sihirnya, maka sang elf pun tidak akan bisa menyembuhkan nya, queen of the darkness" ungkap bora tentang apa yang dia ketahui walaupun belum semuanya bora menjabarkannya


"jikalau begitu kita bertiga dalam situasi bahaya dong suhu" tanya hidan kepada gurunya,


"sepertinya tidak, sama sekali mereka yang ada di sini tidak berniat mencelakai kita, iya kan suhu" tanya boy kepada suhu tentang pernyataan hidan tersebut,


"ya, karena kita ada dalam perlindungan nya" ungkap bora sambil menunjuk ke arah derav"


setelah bora menjelaskan sedikit kebingungan mereka berdua tiba tiba!!!


"hei bisa kah kamu sedikit halus memperlakukan ku" ujar davos dengan kekesalannya, serta bangkit dari tempat dia tersungkur oleh pukulan derav,


"ngeh, anggap saja itu pelatihan untuk menjadi seorang raja" jawab derav tentang perkataan davos,


terkejut nya mereka dari berbagai rasa yang berada dalam ruangan tersebut atas kebangkitan davos, serta masyarakat kota tafear yang menyadari aura yang tersebar dari ruangan umum tempat acara penyambutan raja yang kembali, masyarakat berlari ke arah tersebut hingga mereka berkumpul di halaman ruangan itu, dan dari titik pintu gerbang selatan para prajurit kota Tafear yang sedang bertarung melawan petualang yang menerobos masuk hingga merusak pintu gerbang selatan terdiam diri dan menghentikan pertempuran mereka, perhatian mereka teralihkan oleh aura mencekam yang mulai menyebar ke wilayah arah selatan, sehingga para petualang memutuskan untuk kabur dari kota tafear, sangat di sayangkan keberadaan para petualang sudah di ketahui oleh davos, tanpa banyak basa basi, davos yang menjadi raja memberi perintah kepada clarra untuk menghabisi para petualang tersebut,


"hei, kamu,,, roh iblis yang berada di sana, jangan memberi ampun sedikitpun kepada mereka, bunuh mereka hingga tidak ada satupun yang tersisa" perintah raja kepada clarra


"huaahahahahaha" sosok raja/davos yang di selimuti kabut hitam berhenti tiada henti


dengan cepatnya clarra melesat menjalankan perintah raja dan menghabiskan semua petualang yang merusak gerbang selatan,


tiba tiba raja menghentikan tertawanya,


"hmm dan kamu elf, bantu semua prajurit yang terluka, ujar davos memberi perintah kepada nairra


"baik tuan, perintah mu adalah semangat ku" ujar nairra yang tersipu malu,


"jikalau tuan tahu, aku rela jikalau tuan meniduri tubuhku, karena cinta ku kepada tuan takkan hilang di terjang badai," gumam nairra yang jatuh cinta kepada rajanya, mengungkapkan isi hatinya dengan wajah kegirangan dia menggunakan sihir teleportasi menuju gerbang selatan, dengan cepat dia melaksanakan tugasnya , menyembuhkan orang yang terluka,


setelah menjalankan perintah dari sang raja, kedua roh agung kembali ke ruang dimana sang raja dan orang orang penting berkumpul di dalamnya, memberi laporan kepada sang raja bahwa tugasnya sudah kelar,


"ahaa, 20 petualang sudah ku habisi, jiwa mereka sudah di bungkus, jikalau tuan ingin memakannya, saya persilahkan" ujar clarra


"hei hei, bukankah itu hal yang mengerikan, membungkus jiwa dalam anti magic berskala kecil" gumam davos tentang apa yang clarra maksud,


"oh, kalau soal itu, berikan saja kepada spirit yang datang bersama tamu kita" davos berniat memberikannya kepada terra dan vierra,


"baiklah, akan saya laksanakan perintah tuan" tanpa pikir panjang clarra mendekati vierra dan terra,


"atas perintah raja, kami persembahkan hadiah untuk tamu kita,masing masing mendapat 10 jiwa," ujar clarra kepada kedua spirit yang di bawa oleh kedua tamu raja,


boy mengantar vierra


sedangkan hidangan bersama terra mendekati clarra,


"begitulah cara menambah kekuatan di dunia ini, memakan jiwa akan menambah kekuatan kita hingga menuju puncaknya" ujar derav menjelaskannya secara terperinci,


vierra dan terra memakannya, mereka berdua bertambah kuat, dan sudah siap menjalani konsekuensinya,


konsekuensi memakan jiwa, semakin banyak memakan jiwa tingkat evolusi akan semakin cepat, hanya saja,,, kemana arah mereka akan berevolusi, leluhur mereka yang akan menentukan, Cahaya atau Kegelapan ?


boy dan hudan pun kembali duduk di kursinya, dan spirit alamnya berdiri kembali di belakangnya,,,


nairra pun ikut melapor, semua makhluk yang terluka, kembali pulih, davos merasa senang karena tidak ada korban di pihaknya,


"ya sudah, jikalau kalian sudah tidak ada kerjaan, ***tolong bantu saya keluar dari kabut hitam ini" ternyata raja terjebak oleh kekuatannya sendiri,


boy dan hidan berusaha menahan tawa melihat kelakuan temannya yang satu ini,


"sudah mempunyai kekuatan yang besar , tapi tidak tahu cara menggunakannya, benar benar raja yang konyol" gumam boy sambil menggelengkan kepalanya,


"ya ampun, kenapa kamu memilihnya FEAR" gumam bora dengan tatapan penuh harap,


"hadeuh, bodohnya pria yang satu ini" ujar derav , berjalan mendekati davos menghisap semua kabut yang menutupi tubuh davos,


para ksatria hormat hingga menundukkan kepalanya, serta ribuan masyarakat kota TAFEAR yang melihat dari luar ruangan, serta keempat roh agung, tiga tamu dari dunia asalnya, bahkan derav terkagum melihat sosok rajanya yang menjadi manusia setengah binatang 😇


bersambung.......