The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 5 Rencana Atau Pengkhianatan



"MARI KITA BERANGKAT MENUJU LAPANGAN" sorak mereka bertiga secara bersamaan,


setelah semua yang terjadi di rumah bora, dari boy dan hidan yang berhasil menjalankan kontrak dengan spirit alam, dan kekesalan boy melihat sikap davos akhirnya selesai, karena boy berhasil menangkap davos dan memberi tamparan tepat beberapa kali di pantatnya,


mereka bertiga saling menjelaskan tentang apa yang terjadi di ruangan itu, terkecuali davos,


davos berjalan sendiri dengan santainya sambil menghisap rokok dan bersiul di setiap langkahnya,


sesampainya di lapangan, mereka berempat terdiam sejenak dan menghela nafas


"akhirnya sampai" ujar bora sambil menjelaskan bahwa latihan sekarang adalah memaksa davos untuk mengeluarkan auranya lepas dari dalam tubuh,


"baiklah suhu" sorak boy dan hidan agar bisa membantu davos dalam latihan ini,


karena davos berada di belakang perjalan, posisi davos lumayan jauh dengan mereka bertiga, maka bora menjelaskannya secara teliti kepada boy dan hidan tentang apa yang terjadi pada davos dan pemahaman spiritual nya, ujar bora mengatakan hal penting terhadap boy dan hidan sehingga keduanya mengerti apa yang akan mereka berdua lakukan.


sesampainya di lapangan bora menjelaskan tentang apa yang seharusnya davos lakukan, dengan bergegas boy dan hidan memegang kedua tangan davos dengan erat sehingga davos sangat kebingungan,


"woi... apa yang terjadi pada kalian, sakit bodoh tanganku jikalau di pegang seperti ini, apa mungkin ini rencana si tua bangka itu" davos berteriak kesakitan dan bergumam dalam hati tentang bora yang memperlakukan dia seperti itu,


"wahai dewa kebijaksanaan berilah aku kekuatan, melalui roh cahaya yang berkilauan di semesta ini untuk membungkam aura gelap dalam diri davos dan lenyap kan lah" bora berseru dalam hati sambil mengucapkan mantra cahaya untuk mengungkap kekuatan perlindungan yang menyelimuti davos sehingga kekuatan cahayanya selalu membentur davos ketika dia ingin membuka aura dalam diri davos,


munculah roh cahaya dari mantra yang diucapkan bora dalam hatinya,


muncullah lingkaran di hadapan bora yang sehingga sangat terang dan membuat mata mereka bertiga silau melihat kilatan lingkaran cahaya tersebut,


"sinar apa itu" sorak boy dan hidan sambil memegang erat tangan davos,


"apalagi yang rencana yang akan di buat si tua bangka" gumam davos dengan kekesalannya kepada bora


disaat mereka bertiga terkejut dengan kilauan cahaya yang muncul di depan mereka, betapa kagumnya ketika mereka melihat sosok yang keluar dari lingkaran cahaya tersebut,


"aku adalah roh cahaya yang akan menerangi semua energi yang berada di semesta ini"


muncul dari sebuah lingkaran dan meneriakkan siapa sejatinya sosok tersebut yang memegang sebuah pedang dengan ukuran seperti tubuhnya yang besar,


"hoi hoi, ini dunia nyata loh, kalau muncul makhluk seperti ini, kesannya seperti aku sedang menghaluskan imajinasi ku disaat aku membaca manga, ujar davos dengan pandangan sinis nya,


"gleek, apa ini hasil dari meditasi suhu selama mendalami spiritualnya" gumam boy yang sangat kagum melihatnya,


"sangat menakjubkan suhu, ini yang aku mau, akan aku teruskan pelatihan ini" untaian dan pujian dari hidan kepada bora, serta semangat yang tumbuh bergejolak dari dalam diri hadi untuk berlatih terus menerus agar lebih kuat dan hebat lagi,


begitu sosok sempurnanya sudah muncul ke permukaan, roh cahaya langsung menggerakkan pedangnya sehingga sepertinya si roh ini akan menusuk seseorang dengan satu serangan,


tanpa banyak kata, roh cahaya langsung meluncur ke arah mereka bertiga sehingga membuat mereka ketakutan, dengan keteguhan serta rasa yakin jikalau ucapan bora yang di ungkapkan kepada boy dan hidan tanpa sepengetahuan davos di perjalanan mereka saat menuju tempat latihan itu tidak berbohong dan niat nya untuk membantu davos itu sebuah ungkapan kebenaran, maka hidan dan boy tetap memegang tangan davos,


sehingga membuat davos kesal dan kebingungan,


"kenapa dengan mereka berdua, apa bora melakukan nya hanya untuk menjebak aku, atau benar memang dia membenciku, dan pegangan tangan kalian sungguh membuatku kesal" davos meneriakkan kekesalannya sehingga membuat tubuh davos berontak, sekuat tenaga davos ingin lepas dari jeratan mereka berdua,


"hiiiiaaaaaaaaaa, pergilah kalian berdua"


davos mengarahkan tubuh dan pandangannya ke arah bora, namun sangat di sayangkan, begitu davos menggeser kan tubuhnya, sudah tak bisa di hentikan lagi,


jleeeeb, sebuah tusukan pedang berhasil menembus tubuhnya,


"uuuurrrrrkkk, sakit ,,, sangat sakit, ini dingin sekali,"


davos merasa sangat kesakitan, tak di sangka darah keluar dari mulut davos dan tubuhnya yang terkena tusukan pedang roh cahaya itu,


"bora kampret, ternya kau ingin membunuhku dengan cara yang sangat kotor, sialan kau bora" dengan secuil tenaga davos berusaha melepaskan tubuhnya dari tusukan pedang itu dan mendekati boy,


boy dan hidan pun sangat merasa bersalah, mereka berdua mengeluarkan air mata karena mereka tidak tahu akan begini jadinya, bora hanya menjelaskan apapun yang terjadi kalian berdua hanya perlu memegang erat tangan davos,


mereka berdua sangat menyesali perbuatan mereka berdua, karena tidak ada sama sekali pernyataan bora akan melakukan ini kepada davos, dalam percakapan di perjalanan tadi ,


ketika davos terlepas dari pedang roh cahaya sambil menahan tubuhnya yang mengeluarkan banyak darah, mencoba berjalan menggunakan tenaganya ke arah boy dan hidan,


"b b bb boy , kampret kamu telah menyembunyikan nya dariku, dan kau hidan bblllrrrrrpppp"


langkah davos terhenti saat mengeluarkan banyak darah dari mulutnya, yang membuat boy berlari ke arah davos, hidan pun berteriak dengan kencang dan mencoba menyesalinya


"apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa hasilnya seperti ini" tak bisa terima kenyataannya seperti ini, hidan memukulkan kedua tangannya terus menerus hingga berdarah,


sesampainya boy di tempat davos tergeletak, boy merangkul dan memeluk tubuh davos yang berlumuran darah, serta tangisan boy yang tak ada hentinya, dengan penyesalan yang amat besar boy teriak teriak tak jelas sehingga teriakannya hampir membuat lapangan menjadi lautan, lalu dengan kekuatannya bora memindahkan mereka bertiga dengan mantra pelepasan tanah, sehingga mereka berempat tidak tenggelam oleh air yang di sebabkan boy, sementara itu hidan terus menangis mencoba mengutarakan penyesalannya, tanpa sadar turun lah hujan api dari atas , lalu bora menahan api api yang turun dari langit dengan mantra pelepasan angin untuk mengatasi api api tersebut, bora memadatkan sihir anginnya untuk membuat lapisan kuat agar mereka berempat tidak terkena hujan api di sekitarnya,


"hhhmm, ternyata mereka bertiga sangat merepotkan, dan semoga firasat ku benar tentang semua yang kulakukan ini, benarkan FEAR"


dengan senyum sinis bora melihat davos yang sedang berada di pelukan boy, dan senyuman sinis bora di balas dengan tatapan tajam oleh boy serta kekesalan yang amat mendalam telah hadir dalam diri boy,


***di waktu yang sama,


"hei, akhirnya kita terbebas, akhirnya kita bisa bergerak dengan semau kita ,,,, horeeeeeeee, hhhhmmmm tapi sayangnya tuan kita masih tidur,"


"ya ampun, sepertinya, ATHIFA sangat senang"


"sudah jelas aku senang dan bahagia , aku yakin NAIRRA pun ikut senang, ya kan NYONYA DERAV",


"HAHAHAHAHA IYA IYA , HANYA SAJA KETIKA DIA AKAN MENINGGALKAN KALIAN, AKU TIDAK HADIR MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL KEPADANYA, KARENA ITU AKU MENCOBA MEMINTA BANTUAMN SESEORANG, AKU TIDAK MENYANGKA, DIA PERGI DENGAN CARA MENGURUNG KALIAN, YA KAN ATHIFA, NAIRRA, CLARRA, ALSAVA",


"KAMI YANG INGIN IKUT NYONYA" BUKAN TUAN YANG MENGURUNG KAMI"


"YA , APAPUN ALASANNYA, KITA HANYA BISA MENUNGGU TUAN BANGUN"


"nee, terima kasih bora" gumam derav


bersambung ....


kita lanjut ke CHAPTER 2 .....