The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 19 Perasaan



Menjelang pagi di hari kelima, semuanya berkumpul di hutan panjang, setelah derav berencana melatih mereka yang telah memperoleh kekuatan baru, selain latihan, derav pun berencana untuk memanggil sebuah senjata yang davos miliki, hanya saja bukan memanggil senjatanya, tapi melahirkan kembali wujudnya seperti manusia, dan bisa berubah menjadi senjata, dia di kenal sebagai yora,


"Menelan pemberian dariku, dan ternyata sepuluh ribu jiwa hanya untuk membangkitkan ka yora, dialah dewa jahat yang mempunyai hati nurani, itu dulu, dan sekarang dia malah terlihat seperti baik, mau berbuat bahkan merubah dirinya menjadi sebuah senjata yang ingin mengangkat manusia lainnya yang di pilih oleh fear, dia dewa yang baik" gumam clarra memberikan senyum kepada derav,


Boy dan hidan melepas kekuatannya, vierra dan terra pun kembali seperti semula dengan tubuh yang indah dan menawan,


"Syukurlah, selesai tanpa ada korban" gumam boy


"Ya, ampun, sepertinya sangat merepotkan di kelilingi oleh wanita yang sangat aneh prilakunya" ujar hidan


"Hihihi, jadi aku mohon, tuan setia padaku" ucap terra kepada hidan dengan wajah dan aura mengancam


"Iya, iya, aku janji akan setia" teriak kewalahan hidan melihat ancaman dari terra,


Kekonyolan hidan membuat semua yang mendengarnya tertawa,


Sementara di sisi lain, davos terus merayu derav, yang marah kepada davos, yang telah mempermalukan dirinya, menurut derav itu termasuk sebuah penghinaan/kebiasaan cewek itu selalu berbohong, padahal dirinya sendiri yang ingin membantu davos,


"Oh iya, apa yang sebenarnya kamu inginkan, sebenarnya kamu itu bukan istriku kan" ungkap davos yang ingin tahu semua kebenarannya


Derav yang menyadari kalau pertanyaannya davos adalah sebuah doktrin dari yora,


"Hei, wanita tua, aa yang kamu bicarakan kepada dia" derav langsung mendekati yora dengan wajah kesalnya


"Umm, tidak ada sedikitpun" senyum yora menjawab pertanyaan derav,


"Eh, sudahlah, sudah kalian ini, tidak usah di pikirkan lagi, walaupun kamu bukan istriku, tapi aku sangat senang saat membelai tubuhmu dan menikmatinya" ungkap davos


Seperti biasa, derav langsung menggerakkan kepalan tangannya, untuk memukul davos lagi,


"Bisakah kamu menjaga hal yang sangat pribadi itu" ujar derav yang akan memukul davos, namun saat tangannya tepat di wajah davos,


"Hei, hentikan tingkahmu" yora menghentikan pukulan derav,


"Sudah cukup, aku mau melanjutkan perjalanan kami" ujar davos, melangkahkan kakinya untuk melanjutkan, tiba tiba nairra mendekati davos,


"Maaf, jikalau sudah ada aku, maka perjalanan kalian cukup samai di sini" ujar nairra


"Eeeeeeeehhhhh" boy, hidan dan davos terkejut dengan perkataan nairra,


"Bukan kah begitu, vierra, terra" senyum nairra kepada dua roh tersebut,


"Betul, kami berevolusi karena kak nairra yang mengubahku menjadi seperti ini" ujar terra menjelaskan apa yang nairra lakukan kepadanya dan vierra


Menjelaskannya secara terperinci, begitu pun dengan derav yang mengutarakan maksud dari perjalanan ini, yang intinya adalah memperbesar energi dan aura hingga muncul sebuah sihir yang tertimbun dari jiwa mereka yang ikut perjalanannya,


"Jikalau nairra yang di tuju, kenapa tidak melakukannya di kota tafear saja, karena sebelum keberangkatan kita, roh agung nairra berada di samping davos,


"Itu karena aku lupa manyampaikannya, hahahahahahahahah" ungkap derav tertawa, dia mengira ini lucu namun tidak bagi mereka bertiga, boy, hidan dan davos


"Sudahlah, mari kita mulai" ucap nairra,


Davos, boy dan hidan pun di ajak nairra ke suatu tempat dengan sihir teleportasinya, sebuah tempat yang sangat hening, sunyi serta nanyian burung yang mengisi keindahan tempat itu,


"Tutup mata kalian" ujar nairra


Mereka bertiga menutup matanya, merasakan energi yang sangat besar di tubuhnya, di tengah perjalanan tahap evolusi energi boy, davos dan hidan, nairra mengeluarkan darah dari mulutnya, begitu banyak darah yang keluar, tampak sangat jelas penyebab nya, boy dengan insting yang kuat, membuka matanya karna seperti ada kejanggalan dalam proses ini,


"Hei, raja payah, apa kamu tidak merasa kasihan kepad dia" gumam boy, melalui telepatinya kepada davos,


"Aku melarang mu menggunakannya padaku, boy telah menjelaskannya kepadaku secara terperinci" ungkap davos mengkhawatirkan nairra,


"Aku mohon, panggil vierra dan terra" davos meminta boy dan hidan memanggil roh milik mereka,


Tanpa ragu mereka berdua memanggil roh milik mereka, hingga keduanya tiba di tempat mereka,


Davos memeluk nairra yang tak sadarkan diri karena sedang melakukan proses evolusi, namun sayang proses tersebut membuat nairra terluka, karena davos terlalu banyak menyerap energi alam yang di miliki nairra,


Nairra/ratu elf, si penguasa energy alam,


"Aku mohon, gunakan sihir penyembuhan kalian kepada nairra" ujar davos kepada vierra dan terra,


"Baik raja" jawab vierra dan terra


"Tolong lah, dan hentikan cara kalian memanggilku raja, karena kita ini teman" ungkap davos dengan air mata yang menghawatirkan keadaan nairra,


Vierra dan terra mencoba menyembuhkan nairra dari kondisinya yang parah, tapi nairra terus melakukan keinginannya untuk membantu boy, davos dan hidan,


"Maaf nairra" ujar davos, melihat nairra yang sedang terluka,


Bersamaan vierra dan terra yang berusaha menyembuhkan nairra, dengan tangis kesal akan perbuatan dirinya yang menyerap banyak energi nairra, walaupun tidak di sengaja, tanpa ragu davos mencium bibir nairra, dengan perasaan sedih davos lakukan, hingga membuat nairra sadar dan berhenti memaksakan dirinya,


"Eeuumm, tuan, tolong jangan lepaskan ciuman mu" gumam nairra,


Nairra yang sangat menikmatinya malah sengaja, membuat pelukan davos semakin erat,


Sementara itu vierra dan terra tersadar akan nairra yang bisa menyembhkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain,


"Sepertinya kita sedang di bodohi ka nairra deh" ujar vierra,


Begitupun terra, yang langsung berdiri dan pergi untuk mendekati hidan,


Mereka meninggalkan nairra dan davos, berjalan melangkah jauh dari posisi davos dan nairra,


"Sungguh menyulitkan mempunyai banyak wanita dalam perjalanan hidup ini" ujar boy


"Ya, sambil menunggu, kita mengobrol disini dulu" ujar hidan,


Sementara itu, derav dan yora asik berbicara, karena yora telah kembali, derav merasa ada teman yang bisa di ajak bicara dengan tenang, yora yang bertanya kepada derav, tenang manusia yang di pilih oleh fear, daru sebuah namanya, dan siapa teman temannya, lalu perkembangan kota yang mereka bertiga dirikan, hingga semua yang derav ketahui selama ini dia ceritakan kepada yora,


Alsava, athifa dan clarra, menjaga mereka berdua yang asik berbicara tentang masa lalu dan masa ini dimana yora lahir kembali, dan kebohongannya kepada fear, sehingga fear menghilang dari feltagon,


"Apa dia mati" tanya yora kepada derav,


"Tidak, fear selalu hidup di hati mereka berempat, dan akan selalu hidup di dalam hatimu hingga kapanpun itu, dia hanya menghilang, membunuh dirinya sendiri dan memberi kekuatannya kepada seorang anak kecil pilihannya, dia pun memasukan, alsava, athifa, clarra, nairra dan kamu kedalam tubuh anak kecil itu" ungkap derav terlihat sangat sedih,


"Dia adalah anak kecil yang di pilih fear" tanya yora,


"Iya, sayangnya dia pria yang konyol dan sangat payah", ujar derav,


"Tapi ratu sangat menyayanginya kan, sehingga ratu memberikan tubuh ratu kepadanya" ujar alsava,


Derav sangat malu karena ucapan alsava, sehingga wajahnya memerah,


"Keempat roh agung bukanlah tandingan ku, jadi ku harap tuan zeed, oh tidak, tuan raizel yang terhormat, tidak meragukan kekuatan wilayah selatan, asalkan kota vermes tidak membantu mereka, itu adalah pekerjaan yang sulit bagi kami"


Bersambung........