
disaat boy dan hidan berhasil membawa davos sampai tujuan/rumah bora',
"sial,sebenarnya apa yang sedang terjadi"
pikir boy dalam hatinya, dengan nafas yang sangat kelelahan.
begitupun dengan bora' yang berhasil meluluh lantahkan serangan kejutan dari makhluk ghaib yang dia basmi seorang diri, bergegas bora' menuju rumah untuk melihat keadaan davos.
"sesampainya di rumah"
"syukurlah kalian bertiga selamat dari serangan dadakan tadi" ternyata bora' sangat khawatir dengan anak didiknya yang baru.
"ya begitulah" kami langsung bergegas lari saat situasi memburuk" ujar boy
"hehehe, karena kami sangat kebingungan apa yang telah terjadi di lapang tadi" sambung hidan ikut mengungkapkan kegelisahannya.
"di waktu yang sama"
"hey darling"
makhluk tersebut menyapa davos yang sedang kebingungan sekarang ini, lalu mendekati davos tanpa ragu serta memeluk erat tubuh davos, dan pergi begitu saja.
"aaarrrgghh"
"siapa wanita itu, kenapa dia langsung pergi saja, padahal ingin aku menyentuhnya lebih lama lagi.
"sementara itu"
bora' melakukan ritual, membaca sebuah mantera.
dengan sekuat tenaga bora' mengepalkan tangannya, mengumpulkan energi yang dia punya hanya untuk memanggil davos dari alam bawah sadarnya, dan "blaaaak tangan bora' memukul lantai, agar energi yang menyelimuti davos hilang".
davos tersadar dari pingsannya dengan keadaan yang lemah davos mencoba berbicara sesuatu kepada boy "boy, tolong aku, aku sudah tidak tahan lagi"
"apa yang kamu rasakan vos, dan apa yang bisa aku bantu" jawab boy sambil memegang tangan davos.
"dekatkanlah telinga kamu boy"
"baiklah" boy menuruti keinginan davos dan mendekatkan telinganya
"tolong aku boy, aku ingin menghisap rokok dan meminum kopi saat ini"
dengan pandangan mata yang seram boy pun berdiri dan diam, sayangnya yang boy ambil bukanlah rokok dan kopi, melainkan bantal yang akan dia arahkan ke wajah davos lalu membungkam mulutnya davos,
"***lebih baik kamu mati saja bodoooohhh, jikalau kamu hanya memikirkan rokok dan kopi setiap waktunya"
"eeuugghhhh eeuummpphhh, aawwaewaw awwaawewwa***" karena kesulitan berbicara dan suara yang di keluarkan davos yang terbungkam bantal.
hidan pun tidak kuat menahan tawa dan mulai menertawakannya
"wkwkwkwkwk sungguh memalukan, di saat genting begini, dia lebih mengutamakan rokok dan kopinya" begitulah hidan melihat kekonyolan boy dan davos,
sehingga bora' pun menghentikan kekonyolan mereka bertiga
"sudahlah daripada kalian terus bercanda, tidak ada salahnya kita membahas hal yang baru saja terjadi"
"baiklah" mereka bertiga akhirnya berhenti hingga hening tanpa kata memikirkannya
"aku yakin ini ada kaitannya dengan penghuni lapangan tersebut" untai hidan kepada bora'
"bisa jadi" bora' mencoba menerima usul hidan
hanya saja davos terlihat diam di saat itu, boy pun mencurigainya dan langsung bertanya kepada davos,
"hei kampret, satu bungkus rokok dan 2 bungkus kopi nih" boy memperlihatkan uangnya kepada davos ,
"cepat ceritakan lah apa yang kamu alami tadi"
boy mempunyai intuisi tajam yang tidak bisa di ragukan lagi.
"uwaaaaaaaa, boy emang pengertian, uuummm tapi jujur saja, tadi aku mengalami hal yang aneh" ujar davos mengakuinya .
ketika davos menceritakanya, bora' pun langsung menatap davos sambil membaca mantera untuk mengetahui apa ada energi yang aneh di tubuh davos,
"aku bertemu makhluk aneh yang menyerupai perempuan, di ruang yang sangat gelap tanpa cahaya sedikitpun" untai davos tentang kejadian tadi.
bora' menghentikan mantra dan tatapan tajamnya kepada davos lalu menyimpulkan "sudah pasti yang menyerang kita adalah anak buah makhluk itu yang masuk ke alam bawah sadarnya davos"
hidan "menakutkan sekali"
boy "siapa wanita itu sebenarnya"
davos "uumpphh padahal aku ingin di peluk lagi,"
bora "sudahlah, lebih baik kita santai dulu, biar istriku membuatkan kopi untuk kalian"
mereka berempat, membicarakan pengalaman satu sama lain semasa hidup mereka hingga pukul 01:30
"dikarenakan waktu sudah malam, mari kita sudahi pembicaraan ini, istirahatlah kalian malam ini,karna besok malam kita akan latihan lagi" .
"oke"
akhirnya mereka pulang untuk beristirahat !!!
"hooooaaaaammmzzz, ternyata lumayan melelahkan pelatihannya, semoga besok malam akan lebih seru dan tidak terjadi lagi hal hal yang tidak ku inginkan" boy pun melepas lelahnya dan tidur.
"sebenarnya apa yang terjadi pada si davos, pingsan dan bertemu makhluk,,, aahhhhhggg, mending aku tidur daripada memikirkan hal konyol" begitulah sifat dan sikap hidan yang menganggap semuanya konyol.
sesampainya di kontrakannya davos tidak bisa tidur, dan seperti biasa yang dia lakukan di kamarnya "uuhhhh lelahnya hari ini, lebih ngopi dulu sebelum tidur" akhirnya davos pun membuat kopi, dan menuju kamarnya sambil scroll beranda akun sosmed nya hingga tertidur di kursi.
"pagi pun tiba"
dan ternyata davos masih tertidur di kursi,
"di waktu yang sama"
boy pergi ke rumah davos untuk melihat keadaanya, karna boy sangat khawatir dengan apa yang terjadi semalam.
"sesampainya di kontrakan davos"
"vos bangun vos udah jam 8 masih tidur terus" boy berteriak sambil terus mengetuk pintu kontrakannya davos"
karna bisingnya teriakan dan ketukan pintu yang dilakukan boy, akhirnya davos terbangun dan membuka pintunya.
"aelah, masih pagi ini boy, aku masih ngantuk tahu",
boy pun menghiraukannya dan langsung masuk ke dalam, "berisik, dasar pemalas"
"hehehe" davos menjulurkan tangan kepada boy
"kampret, masih pagi sudah minta kopi" boy langsung memberikan uangnya kepada davos.
"jangan lupa beli rokoknya juga vos"
"oke boy, itu sudah pasti" davos bergegas ke warung untuk membeli rokok dan kopi.
davos sangat merasa lega karena di pagi hari sudah ada cemilan kesukaan davos yaitu kopi dan rokok.
kembali di kontrakan davos dan mereka berdua memulai pembahasan tentang kejadian semalam.
"ehm, aku ingin bertanya tentang kejadian semalam, apa benar kamu berada di alam bawah sadar kamu vos" tanya boy
"uuummm lebih tepatnya aku mengalami hal aneh saat di tempat itu boy, tubuh aku terasa gemetar dan ketakutan" jawab davos
boy menjitak kepala davos karena merasa kecewa dengan jawaban davos "plaaaaaak, bukan jawaban itu yang aku inginkan"
"aaaaaakkkkk, sakit kampret, lantas jawaban apa yang kamu inginkan boy, aku benar benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam itu"
begitulah yang davos ucapkan kepada boy, sehingga membuat boy semakin penasaran, karena menurut boy kejadian semalam itu sangat jauh di luar nalar.
"begitu itu bukanlah sesuatu yang dapat di kaji oleh akal pikiran, hanya saja aku mencium aura yang sangat tidak membuat tubuh aku gemetar di malam itu" gumam boy
boy sangat resah dan sedikit ketakutan jikalau temannya ini menyembunyikan sesuatu darinya, karna intuisi boy menyatakan akan terjadi sesuatu yang buruk pada temannya itu.
"aaaaahhhkkkkkk, sudahlah boy daripada membahas sesuatu yang di luar nalar kita, lebih baik kita menikmati kopi dan rokok yang ada di depan kita, huaahahahahaha hal ini sudah aku anggap sebagai meditasi bagi diriku"
davos berusaha mengalihkan pembicaraan mereka berdua yang di akhiri tertawa puas agar boy tidak khawatir padanya
"ya TUHAN, ampunilah temanku ini atas kebodohan yang dia perbuat di setiap harinya"
ujar boy dengan penuh kekecewaan.
bersambung.....