
Namaku derav, aku adalah anak dari dewa yang bernama Cleorius, ibuku adalah seorang iblis, namun dia telah mati di tangan suaminya sendiri, ayah ku adalah pencipta dunia ini, walaupun pencipta, dia hanya berkuasa di dunia ini tidak dengan dunia lain, dimasa kecil aku hanya mengenali ibuku dan beberapa rakyat kecilnya, dulunya dunia ini tak mempunyai tempat yang layak untuk berkumpulnya semua makhluk dari berbagai macam jenis makhluk hidup, namun di dunia ini mereka menyebutnya sebagai ras, yang terdiri dari, iblis, manusia, orge, orc, malaikat, elf, dan dewa sebagai ras tertinggi di dunia ini,
Namun semuanya terlihat berbeda, ketika dia datang, walaupun keinginannya belum terwujud, dia tetap berusaha sampai mengutuk dirinya sendiri ke jurang kematian, dia memberi jiwanya kepada seseorang yang konyol dan payah,
Dulu aku sangat menyukai sosok yang telah mati itu, hanya saja aku mengalah kepada yora, karena mungkin ada takdir yang tidak bisa di ketahui oleh dewa, tapi di miliki oleh rasa sejatinya manusia,
Kembali kepada dia yang telah mati, sebut saja fear orang yang telah mengutuk dirinya sendiri, dia mengutuk dirinya hanya karna ingin menyelamatkan hidupku, dia menelan semua kekuatannya kedalam jiwanya, menyelamatkan kutukan yang di berikan ayah kepadaku, sehingga dia berhasil menyelamatkanku dengan cara memindahkan kutukannya, kepada dirinya sendiri dengan sumpahnya,
dan ini lah hasilnya, tubuhku seperti anak umur 15 tahun, setelah menyelamatkanku, lantas dia pergi, mati meninggalkanku, dan jiwanya melayang ke bumi, ini semua salahku
Lalu aku berkeliling ke dunia dimana fear bersama kekuatannya berasal, ya,,,, yang dimana di huni oleh sedikit ras dengan populasi terbanyak, yaitu BUMI, sekian lama aku mencari aura kekuatan fear di bumi, akhirnya aku menemukannya, beserta teman seperjuangan fear dulu, yang bernama bora, tak di sangka bora merekrut orang yang di pilih fear sebagai muridnya, davos namanya, dia konyol, payah, tidak seperti fear yang keren, dingin, dan mempunyai tatapan yang mengerikan, tapi aku melihat ketulusan di dalam hatinya, sehingga membuat aku ingin memilikinya,
hehe,,, maka dari itu aku berbohong, dan berbicara dengan lantang kepadanya, "aku adalah istrimu", awalnya aku sering memukulnya, tapi saat ini aku sadar, semakin sering aku memukulnya, semakin aku peduli dengannya,
hihihi,,, anggap saja latihan kekebalan tubuh, karena aku tidak ingin kehilangannya lagi, hingga saat ini aku sering memukulnya loh, sempat terpikir untuk menghentikan perbuatan ku, tapi perilaku dia yang konyol selalu membuat ku ingin memukulnya lagi lagi dan lagi, hingga saat ini kekuatan fear yang ditanam di jiwa davos sudah bangkit secara keseluruhan, hingga davos bisa membuat ku menjadi senjata tingkat kemustahilan, sebenarnya aku juga yang mempunyai keinginan untuk menjadi kekuatannya,
Hihihihi,,,, semua itu aku lakukan untuknya,
KARENA AKU MENCINTAI DAVOS
Disaat yora mengajak derav berbicara derav melamun mengingat masalalu nya tentang siapa dia, dan apa yang terjadi dulu hingga sekarang, namun lamunan derav tersebut membuat malapetaka,
"Zona mana *sihir pengikat jiwa*"
Derav, yora, clarra, athifa, dan alsava terdiam,
"Lihatlah, seperti yang aku katakan, sihir ini hanya tidak mempan kepada seorang valkrye dan malaikat" ujar sosok hitam kecil berjalan mendekati mereka,
"Hahahaha, tuan asmodeus sungguh luar biasa"
Asmodeus adalah iblis tingkat kemustahilan, bersama lima anak buahnya di tingkat yang sama dengan roh agung, mereka bernama, izskar, kurxon, denial, xryxi dan winye,
"Aku sengaja membawa kelima bawahan ku, karena aku tahu sebenarnya kamu tidak terkena sihirku, dan aku mengetahui bahwa kamu adalah seorang valkrye," bisik asmodeus tepat di telinga athifa
"Jikalau begitu, enyah lah kamu dari dunia ini" athifa mengeluarkan pedangnya, mengayunkannya tepat di depan wajah asmodeus,
"Sihir pembatalan, *jurang keindahan*" xryxi membuat setengah tubuh athifa masuk kedalam permukaan dengan sihirnya,
"Huaaaaahahahaha, semuanya sudah ku atur dari awal" tertawa bahagia asmodeus melihat seorang valkrye yang tidak berdaya,
tanpa belas kasihan, asmodeus menendang wajah athifa berkali kali,
"Memohon lah agar aku memberikan pengampunan padamu, dan turuti semua keinginanku, hahahahahah" dengan kebahagiaan karena rencananya berhasil, asmodeus terus melakukan sebuah tendangan tanpa henti kepada athifa, athifa tidak bisa apa apa, karena selama ada xryxi serangan athifa takkan pernah sampai kepada siapapun,
"Kenapa dengan ratu derav, aku membutuhkan pertolongannya" ujar athifa,
Di waktu yang sama, tempat dimana davos memeluk nairra yang berpura pura pingsan agar terus mendapat ciuman dari davos, hingga akhirnya davos hampir kehabisan nafas,
"Uhuk uhuk,,, maafkan aku nairra, aku sudah tidak kuat lagi" davos yang hampir kehabisan nafas,
Davos berdiri, untuk menghela udara, namun sayangnya nairra ikut berdiri memeluk davos lantas menciumnya kembali, tapi davos menghentikannya, karena ciuman nairra davos dapatkan saat ini adalah sebuah healing, hingga davos bisa mendengarkan suara athifa yang memanggilnya lewat telepati,
"Tuan tolong bantu, kami sedang dalam masalah besar" ujar athifa dengan telepati nya,
"Heeeeh, oalah merepotkan" sang raja langsung berangkat,
"Eh, sayang , baiklah" semangat nairra kembali ke tempat sebelumnya,
Terkejut lah davos melihat wajah athifa yang di tendang terus menerus oleh seseorang, bergegas davos mendekati athifa,
"Hei, apa yang kalian lakukan terhadap temanku, eh,,, maksudku istriku" teriak davos kepada asmodeus
"Haaaaa ? Siapa kamu, beraninya kamu berteriak kepada tuan asmodeus" ujar izskar yang bergegas mengikat davos,
"Aku adalah aku, orang bodoh yang akan memberi kalian pelajaran" tegas davos ucapkan ancamannya kepada mereka,
Sebelumnya, saat davos dan nairra kembali,
"Nairra, tolong gunakan sihir penyembuhan yang di khususnya untukku"
"Baiklah tuan" jawab nairra
Nairra pun bergegas masuk kedalam jiwa davos untuk memberikan seluruh mana berserta sihirnya, agar davos bisa di gunakan,
"Apa valkrye ini istrimu, jikalau begitu aku akan terus menghajarnya" teriak asmodeus kepada davos, tak di sangka dia teramat kejam terhadap athifa,
"Hei, hentikan perbuatan mu itu" ungkap kekesalan davos terhadap asmodeus, dan anak buahnya,
Davos sudah tidak bisa menahan kekesalannya, sehingga dalam keadaan terikat davos menyentuh pundak izskar,
"Sihir alam, *pohon yang subur*" davos menggunakan sihir pemberian dari nairra, yang membuat seluruh tubuh izskar berubah menjadi sebuah pohon yang tumbuh secara bertahap,
"A, aa,, apa yang kau lakukan padaku, kurang ajar, siapa sebenarnya dirimu" ujar izskar di ambang kematiannya,
"Aku pernah mengatakannya kepadamu tadi, aku adalah orang bodoh yang akan memberi kalian pelajaran,
Asmodeus dan keempat bawahannya melihat izskar mati dalam sekali sentuh,
Berjalan davos mendekati athifa yang berada dekat dengan asmodeus,
"Sihir alam*peleburan sihir*" davos melepaskan jeratan yang mengurung sebagian tubuh athifa, lantas menghilang menjauh dari asmodeus,
"Nairra, sembuhkan lah athifa" ujar davos kepada nairra yang ada di dalam jiwanya,
nairra langsung muncul ke permukaan dan bergegas menyembuhkan luka athifa, sementara itu, davos kembali ke tempat asmodeus dan bawahannya yang masih berpikir keras sebab akibat yang membuat izskar mati,
"Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan istriku" davos berjalan mendekati derav, tanpa sebuah sihir apapun davos memberanikan diri untuk mendekati derav yang masih terkena dampak sihir asmodeus, dengan segenap air mata yang mengalir davos langsung mencium derav yang terdiam,
"Uhg, air datang dari atas ya, jiwaku sedang terikat, aku mengetahui semua yang terjadi sebenarnya, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan", gumam jiwa derav yang terus berpikir apa yang harus dia lakukan untuk melepas jiwanya,
Sementara itu davos terus mencium istrinya dengan segenap air mata, asmodeus yang melihatnya, sangat terasa kesal, dan langsung mengikat jiwanya davos dengan sihirnya, dan membuat davos terdiam,
"Air lagi, bahkan menetes dari atas sebanyak ini, apakah di permukaan hujan turun sehingga bisa membasahi jiwaku, rasanya ini bukan hujan, tetesan ini adalah air mata sua......." Gumam jiwa derav,
Melihat davos yang sudah dalam pengaruh sihirnya, asmodeus melesat untuk membunuh davos, sesampainya di hadapan davos dan derav asmodeus berniat memenggal kepala mereka berdua, namun usahanya gagal,
"Selamat tinggal"
Bersambung...............