
"Keempat roh agung, beserta senjata yang tidak bisa di kalahkan oleh dewa yora scythe" ujarnya silvia yang telah membaca buku tentang legenda yang pernah menggemparkan dunia peperangan di feltagon,
Sementara itu, derav pun datang menghampiri davos yang sedang bersama yora, berpura pura tidak tahu dengan apa yang terjadi di pintu gerbang utara, dengan senyum yang manis serta manja derav memberikan kopi nya kepada davos,
"Sayang ini kopinya, silahkan di minum" ujarnya derav kepada davos,
"Terima kasih, simpan saja kopinya di meja, aku sedang menghawatirkan athifa" ungkap davos ,
"Memangnya kenapa dengan athifa" tanya derav kepada davos,
"Ya ampun, dia berpura pura tidak tahu" gumam yora,
Davos pun pergi meninggalkan mereka berdua, keluar dari istana untuk membantu athifa, davos melesat cepat menuju pintu gerbang utara, namun sangat di sayangkan pergerakan dia terhenti karena derav dan yora mencegahnya, di saat yang bersamaan bora melihat mereka bertiga, dan menghampiri mereka,
"Apa yang sebenarnya terjadi di gerbang utara, aku merasa kebeadaan musuh yang sangat banyak saat perjalananku ke istana" tanya bora kepada mereka bertiga,
"Aku sudah tidak sabar lagi untuk memulainya"jawabnya derav tentang apa yang di inginkannya,
"Tunggu dulu, bukankah itu terlalu berlebihan" ungkap bora,
"Apa yang sebenarnya kalian rencanakan, aku sama sekali tidak tahu dan tidak ingin mengetahuinya, hanya saja, temanku sedang dalam masalah besar, bagaimana pun aku harus membantunya"
Derav menyangkal semua keinginan davos, bagi derav, melawan pahlawan tingkat ss bukanlah suatu yang mudah bagi davos, begitupun yora yang beranggapan sama seperti derav, tanpa kekuatannya davos bukanlah apa apa,
"Ini sudah menjadi keputusanku dan athifa, kalian tidak akan tahu bagaimana perasaan athifa saat ini" ungkap derav,
Tanpa berpikir panjang, davos melesat cepat pergi meninggalkan mereka bertiga, untuk membantu athifa yang sedang berada di garis depan melawan musuh,
"Tunggu athifa, aku akan segera datang" gumam davos,
Derav terus mengoceh, namun bora tak pernah lelah untuk menenangkannya, berbeda dengan yora yang selalu santai menanggapi segala masalah apapun,
davos pun tiba di tempat, dan langsung mendekati athifa
"Apa kamu baik baik saja" tanya davos yang hanya fokus melihat athifa,
"Eeeehhh tuan sedang apa disini, tapi aku baik baik saja kok (sial pasti tuan memikirkan sesuatu yang buruk tentang pertempuran ini)" ujarnya athifa dan bergumam tentang apa yang davos pikirkan,
Saat davos melihat ke arah di mana musuh berada, dia sangat terkejut melihat mayat yang berserakan di depannya, davos pun penasaran, siapakah musuhnya kali ini, sehingga dia mendekati mayat yang ada di dekatnya dan membalikan badan mayat tersebut,
"Haaaah, bukan kah mayat ini maannu..." Gumam terkejut davos sentak menghentikan perkataannya saat melihat wujud dari mayat tersebut,
"Tuan, lebih baik tuan pergi dari sini, disini sangat berbahaya" ujar athifa
Davos tidak mendengarkan apa kata athifa, dia terdiam merenung di samping mayat tersebut,
Di saat yang sama, para pahlawan yang kebingungan karena di tinggalkan oleh keempat pemimpinnya, tidak tahu harus berbuat apa, setelah melihat kekejaman athifa yang langsung membantai lima ribu pasukan dalam sekali tebasan,
Sementara itu keempat pemimpinnya sedang merasa terancam karena alsava dan clarra telah menghentikan langkah cristopher, silvia, nhorm dan gracia yang akan melarikan diri dari perang itu,
Sungguh beruntung nasib mereka berempat, karena alsava dan clarra tidak langsung membunuh mereka,
"Sial, tuan telah hadir di pertempuran athifa" ujar clarra yang mengetahui keberadaan tuannya,
"Yaa terpaksa kita harus membawa mereka berempat kesana dan menjaga tuan" ujarnya alsava,
"*Sihir darah* darah pengikat" ujar alsava mengikat keempat pemimpin musuh,
Cristopher, gracia, nhorm dan silvia pun terikat oleh sihir alsava, setelah di ikat alsava dan clarra membawa mereka berempat ke tempat tuannya berada,
Setelah sampai di tempat tuannya, clarra langsung mendekap tuannya yang terdiam, dan mencoba menenangkan tuannya,
"Hhhmm sepertinya tuan butuh istirahat, biar aku bawa tuan ke tempat yang aman" ujarnya clarra,
"Hei hei apa yang tuan bicarakan" tanya athifa kepada tuannya dan melangkah mendekati tuannya,
"Jikalau aku adaah raja kalian, kenapa kalian berbuat seenaknya tanpa sepengetahuanku, jikalau memang benar kalian adalah kekuatanku, kenapa kalian bertindak dengan jalan pikiran kalian sendiri" ungkap davos,
Athifa, clarra dan alsava terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan davos, sementara itu davos menyadari bahwa tindakan mereka semua hanya untuk derav,
"Apa derav yang telah menyuruh kalian agar kalian bertindak seperti ini, membunuh dua puluh manusia saja aku sudah merasa sangat bersalah, apalagi melihat ribuan mayat manusia yang di bunuh oleh temanku sendiri" ujarnya davos kepada mereka bertiga,
Cristopher, silvia, gracia dan nhorm terkejut melihat manusia yang merenungi jasad prajuritnya yang telah terbunuh oleh athifa,
"Hei sebenarnya siapa manusia itu" tanya gracia kepada alsava,
"Dia adalah raja kota tafear, sekaligus tuan kami" ungkap alsava menjelaskannya kepada gracia,
"Haaah, raja di kota tafear adalah manusia" ungkap terkejut nhorm dan silvia,
"Sepertinya nasib kita sedang beruntung" gumam cristopher,
Athifa menancapkakan pedangnya ke tanah, di susul oleh alsava yang berjalan mendekati tuannya, mereka bertiga berlutut di hadapan tuannya, namun sayangnya davos sudah tidak berkeinginan untuk melanjutkan perjalanannya, dia ingin kembali ke rumahnya, dan menjalani kehidupan yang layak sebagaimana manusia yang berada di bumi,
"**Zona mana* anti sihir area*,,, pengorbanan bukanlah persembahan, dan persembahan bukanlah kekuatan, aku pun tidak tahu kenapa kekuatan ini berada di dalam tubuhku, namun seiring waktu aku menyadarainya, aku bukanlah raja kalian, aku hanyalah manusia yang konyol dan egois, aku pernah benci manusia, aku pernah membunuh manusia, dan jikalau di teruskan, puluhan ribu bahkan ratusan akan terbunuh lagi oleh kalian"
Semua yang berada di tempat davos merenung terdiam tanpa satu katapun keluar dari mulut mereka,
Sementara itu, zeed sudah berada di wilayahnya, west feltagon, dan dia sudah mengira, bahwa anak buahnya yang menyerang kota tafear telah berhasil membongkar semua nya, tentang raja baru, dan bangkitnya ratu yang dia kagumi yaitu, athifa,
"Terima kasih nhorm, sekarang istirahatlah", sebuah jarum kecil keluar dari tangan zeed melesat cepat ke arah kota tafear, membobol anti sihir area milik davos, dan mengarah ke jantung nhorm,
nhorm pun mati seketika di tempat itu,
Cristopher, silvia dan gracia sangat terkejut melihat kematian nhorm yang tanpa sebab,
namun athifa menyadari bahwa jarum itu adalah kekuatan dari seorang bawahan nya yang telah menjadi dewa,
athifa pun memhon kepada tuannya untuk bertarung sekali lagi, namun davos tidak mengizinkannya untuk pergi sendiri, davos meminta agar athifa pergi bersamanya,
"*Zona mana sihir pemanggilan* Yora datanglah" ujar davos mengucapkan mantera sihir pemanggilan,
Saat bora derav dan yoraa berbicara tentang sesuatu, tiba tiba muncul lingkaran sihir tepat di kaki yora, merubah tubuh yora menjadi scythe dan melesat ke arah davos,
"Sial apa yang akan dia lakukan" ujar derav yang berteleportasi ke tempat davos, dan meninggalkan bora sendirian,
"Ya ampun,,, apa yang harus aku lakukan, dasar mereka ini, aku pun harus pergi kesana" ungkap bora yang akan menghampiri davos,
Sementara yora dan derav telah berada di tangan davos,
"Yora, ini adalah pertempuranku bersama mu yang terakhir kali, aku mohon kerjasamanya" ujarnya davos kepada yoraaa,
"Aaaahh, //blusssh\ i,, i,,,, iyaaaaaaaaa, tapi aku mohon jangan sentuh aku di bagian itu, peganglah aku dengan cara yang benar" teriak yora yang sudah menjadi senjata/scythe
"Hei, apa yang kamu pikirkan" tanya derav kepada davos,
"Diamlah, biarkan aku bergerak semauku, ayok athifa kita berangkat" ujar davos,
Derav memegang tangan davos dan memohonnya untuk pergi, derav ingin davos mendengarkan semua penjelasannya nanti, tapi jikalau dia pergi dia tidak akan mengizinkannya, karena ada alasan tertentu,
"Tolong jangan pergi" ucapnya derav kepada davos
Bersambung...................