The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 12 Bagian Yang Hilang



Namaku davos, manusia yang selalu terlihat payah di banding kedua temanku, aku hidup di dunia yang bernama bumi, dimana banyak makhluk hidup seperti manusia, binatang bahkan iblis pun ada hanya saja iblis di bumi jarang menunjukan keberadaannya, semua makhluk hidup di bumi tidak lah asing bagiku, ya...mungkin karena sudah terbiasa aku melihatnya, di bumi makhluk yang bernama iblis sangatlah terkenal akan keburukannya dan prilakunya yang sombong, berbeda dengan binatang yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa,


Selama hidup di bumi, aku tidak pernah bertemu orang tuaku, yang aku tahu mereka hanya mengirimiku uang lewat petugas pos, selama sekolah aku di biayai oleh mereka, hingga aku lulus sekolah, tapi tetap saja menjadi pengangguran, ketika itu orang tuaku berhenti membiayai ku, sudah pasti penderitaan slalu kudapatkan, makan minum, terutama untuk membeli rokok dan kopi yang selalu ku nikmati setiap harinya, hingga suatu hari ketika aku sedang berjalan ke arah rumah, setelah berjalan jalan mencari kerjaan sampingan untukku, aku melihat seseorang, dia kepung oleh segerombolan berandalan, tak sengaja aku mendengar apa yang di inginkan oleh berandalan tersebut, dengan tingkah konyol aku mencoba menolongnya, ya...menolongnya untuk kabur,


Namun sayangnya kami malah terpojok dan tidak bisa kabur sama sekali, karena aku yang terlalu payah, berbuat tanpa berpikir dengan tenang, aku dan pria itu di pukul habis hingga tubuh kami mengalami banyak luka, namun dewi keberuntungan masih memihak kami, di saat gerombolan berandal itu pergi, datanglah seorang pria yang menolong lelaki yang menderita bersamaku, tanpa banyak kata dia membawa pria yang terluka dan juga membawaku pria yang terluka,


Dalam perjalanan pria yang terluka memanggil dia hidan, orang yang menolong kami bernama hidan, membicarakan apa yang sebenarnya terjadi, pria yang terluka menceritakan semuanya dari awal sampai akhir dengan wajah tenang, selang di pertengahan jalan dia menanyakan namaku, aku jawab, davos namaku, lalu aku bertanya balik, siapa namamu kawan, boy namaku, dan kami pun tiba di rumah hidan lalu hidan merawat kami, hingga luka kami tidak terlalu parah,


Waktu demi waktu kami pun semakin akrab ....eh tunggu, ada bagian penting yang terlewatkan,


Setelah boy mengenalkan dirinya padaku, dia pun bertanya,


"Kenapa kamu menolongku" tanya boy kepadaku,


"Aku pun tidak tahu, aku hanya berpikir, asalkan ada rokok dan kopi, aku akan berusaha semampuku sampai titik darah penghabisan" jawabku kepada boy,


"Berarti kamu mendengarkan apa yang di bicarakan berandalan itu" ujar boy


"Ya, aku mendengar berandalan itu meminta rokok dan kopi yang kamu pegang setelah membelinya" ungkap davos,


"Benar benar payah" gumam boy saat mendengar penjelasan davos,


"Hei, kalian itu terlalu berisik, dalam keadaan babak belur masih saja membicarakan rokok dan kopi, ujar hidan yang membawa mereka berdua ke rumahnya,


Hari ke hari,


Minggu ke minggu,


Bulan ke bulan


Tahun ke tahun


Aku, boy, dan hidan selalu bermain bersama, sehingga kontrakan ku di jadikan markas kami,


Selama kami bersama sama hanya rokok dan kopi yang menemani pertemanan kami bertiga, sampai suatu hari boy mengenalkan seseorang kepadaku, ya...dia bernama bora, ahli spiritual kata boy, huh jujur saja bagian ini aku tidak mau menceritakannya, dari awal mengenal bora, berlatih dengannya, bertempur dengannya yang akhirnya aku di tusuk oleh kekuatannya, hanya saja aku pun bingung kenapa aku tidak mati, anehnya lagi muncul lima makhluk aneh menghampiriku di alam bawah sadar ku,


Derav yang mengaku istriku, serta keempat makhluk aneh yang mengaku roh agung hadir sebagai kekuatanku, hanya saja aku tidak tahu cara mengaktifkan kekuatanku itu, intinya jangan bilang aku payah, cukup ribuan kali aku payah, tidak untuk kedepannya, itu keinginanku, cuma keinginan kok, gak bisa menentukan, tiba tiba derav membawa kami ke dunia yang aneh serta terlihat kuno banget, dan yang membuat kami terkejut, dunia itu di huni oleh makhluk makhluk aneh dari berbagai rasa yang sering aku lihat di manga,


Kami bertiga menjalani hari hari di kota kuno ini sehingga aku mendapat gelar raja secara tiba tiba, untung aku tidak punya riwayat penyakit jantung, jikalau aku punya penyakit jantung sudah pasti aku akan mati mendadak mendengar hal itu, di pikir pikir selama aku hidup di bumi, aku selalu menderita, karena itu aku menerima gelar itu, agar bisa menikmati kopi setiap harinya, hanya saja di dunia itu sulit mencari rokok....ya ampun, sudahlah lupakan membahas kopi dan rokok,


***********************************************


Satu hari berlalu setelah melewati hutan rimba di utara dari kota tafear, mereka berenam terus berjalan, hanya saja davos sudah merasa kelelahan, begitu pun dengan boy dan hidan, mereka pun memutuskan berhenti untuk istirahat sejenak,


"Woi istriku, istirahatlah sebentar, bila perlu satu hari kita hentikan perjalanan ini" ujar davos kepada derav,


"Baiklah, tapi aku tidak mengizinkan kalian bertiga untuk istirahat satu hari penuh" jawab derav dengan tegas,


"Bagaimana jika saat malam tiba kita istirahat" ujar boy dengan usulnya,


"Ya, ide yang baik boy, pagi kita teruskan kembali" ujar hidan,


Dan akhirnya mereka meneruskan perjalanan hingga malam tiba, lalu mereka berenam beristirahat wilayah pegunungan, karena mereka bertiga boy, davos dan hidan manusia, pastinya mereka merasa lapar, mereka bertiga kelaparan, namun derav dengan mudah mempersiapkan makanan beserta minuman untuk mereka,


Mereka bertiga pun makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan


Setelah selesai makan, derav menyiapkan tiga rumah kecil bagi mereka berenam, satu rumah cukup di isi oleh berdua, davos, boy dan hidangan sempat memikirkan siapa derav sebenarnya, namun akibat perut mereka terlalu kenyang, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat, dan masuk ke kamarnya masing masing,


Davos dengan derav,


Boy dengan vierra


Hidan dengan terra


Mereka bertiga tidur nyenyak begitu pun derav, vierra dan terra yang berjaga di peluk kan davos, boy dan hidan,


Paginya, semuanya sudah siap melakukan perjalanan mereka menuju kota emerald, dengan semangat yang gigih davos, boy dan hidan bersama derav, vierra dan terra melangkah kan kakinya untuk bertemu dengan rasa elf yang berada di kota emerald, 8 hari adalah waktu yang paling lama menuju kota emerald dari kota tafear,


Sementara itu di kota tafear bora terus berlatih untuk meningkatkan kekuatannya, bersama roh agung yang baru saja tiba datang menemui tuannya,


"Hei anakku,apa kamu menikmatinya" tanya roh cahaya kepada bora,


"Aku sangat menikmatinya ibu, rasanya aku sampai tidak bisa melupakan kenangan bersamanya di sini, walaupun dia sudah tidak ada lagi di dunia ini" jawab bora kepada roh agung miliknya


bersambung..........