The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 21 Kekuatan Alsava



Di hari yang sama, ketika asmodeus bersama bawahannya menyerang derav dan teman temannya, sehingga athifa mendapatkan luka, untung saja nairra ada di tempat itu dan bergegas menyembuhkan athifa,


Sebelum asmodeus menggunakan sihirnya kepada davos dan derav,


semua yang terjadi sudah derav perkirakan, bahkan semua pun mengetahuinya, hanya saja mereka semua tidak melawan sama sekali, berpura pura menjadi lemah, itu strategi yang di rancang oleh derav,


"Nee yora, apa kamu masih mengingat raizel si tangan kanannya athifa di masa lalu, dia membuat prestasi nya semakin meningkat, dan selama kita tidak berada di feltagon, ayahku dan dewa yang lainnya, menyetujui jikalau raizel sudah pantas menjadi dewa" ungkap derav,


"Eh, masa sih, bukan kah itu bagus" ujar yora,


"Aku yakin kamu akan menarik semua perkataan mu itu setelah kamu lihat yang apa yang akan terjadi sebentar lagi" ucap derav menjelaskan apa yang dia ketahui sekarang,


Derav menjelaskannya secara terperinci melalui telepati pikiran kepada, yora, clarra, alsava dan athifa, dan derav memberi arahan kepada mereka untuk tidak bertindak sedikitpun sampai davos kembali, terkecuali, jikalau davos tidak datang maka kita bunuh semua makhluk yang akan menyerang kita, begitu lah yang derav jelaskan kepada mereka,


Sementara itu, di dalam jiwa derav derav berpura pura terkena serangan dari asmodeus, ketika davos tiba menemuinya, derav berakting menangis dan pura tidak tahu apa yang akan dia lakukan,


"Sayang, jawablah ini aku suamimu" ucap davos mengatakannya berkali kali,


"Dasar, suami payah, di saat bertempur dengan santainya mencium bibirku, sampai harus mengeluarkan banyak air mata" gumam derav


Saat davos tiba di dalam jiwa derav, derav menangis kesakitan, bingung karena terkena sihir musuh, jiwa derav memeluk jiwa davos, menangis lagi, membuat davos panik, namun saat asmodeus datang untuk memisahkan tubuh dan kepala mereka berdua, tanpa basa basi dan banyak berpikir, derav menyadarkan dirinya, memberi perintah kepada athifa, alsava, nairra dan clarra untuk menyerang semua musuh yang ada di sekitarnya, namun sayang, setelah itu derav memukul davos hingga terpental dari pelukannya,


Clarra, athifa, alsava, mereka bergegas melakukan perintah derav,


clarra yang berhasil menangkap denial


Alsava yang menangkap winye,


Athifa yang menangkap kurxon


Dan nairra yang menangkap xryxi


"Baiklah, setelah itu, aku akan melakukan hal yang membuat suamiku mengamuk dengan kekuatan penuhnya,"gumam derav


"Selamat tinggal" ujar derav berbisik kepada davos dan,


Bruaaaaaak


Davos terpental sehingga tubuhnya menabrak batang pohon besar,


"Tidaaaaaaaaaaaak" teriak davos yang melihat kepala derav di penggal oleh asmodeus


Asmodeus pun mendapatkan satu kepala, yaitu kepala derav yang dia penggal oleh tangannya, merasa kurang puas karena hanya mendapatkan satu kepala, asmodeus menyerang yora yang berada di sebelah derav, namun bukannya mendapatkan kepuasan, asmodeus di buat bingung oleh yora karena tebasan tangannya yang tajam, serangannya yang mematikan, bahkan sampai menggunakan sihir andalannya, namun tepat saja tidak dapat membunuh yora yang sedang duduk santai sambil bersiul,


"Setelah kau memenggal kepala istriku, sekarang kau juga ingin membunuh temanku, dasar makhluk kurang ajar, kau telah, kau tela, kau tel,,,,,, aaaaarrrrrrggghhhhhhh" teriak davos meluapkan seluruh amarahnya,


Tiba tiba di area sekitar pertempuran, berubah menjadi suasana yang mencekam, langit yang menjadi merah, tanah yang menjadi lautan darah, beserta hembusan angin yang sangat kencang,


"Ya ampun, ternyata derav berhasil lagi membuatnya semakin bangkit, lagi kenapa harus dramatis pula untuk membangkitkannya, berpura pura mati segala, derav ini memang aneh" gumam yora


"Hei, apa kamu sudah puas memukuli ku, jikalau belum puas, maka pukul lah lelaki yang sedang mengamuk itu" ujar yora kepada asmodeus lalu pergi melayang ke atas langit untuk menyaksikannya,


Clarra, athifa, nairra dan alsava pergi mengikuti yora,


"Kalian memang pantas untuk menjadi makan malam ku" ujar davos


"Dewa sialan itu telah mengelabuiku, aku sungguh tidak akan memaafkanmu raizel, jikalau aku bisa lolos dari situasi ini" gumam asmodeus


Asmodeus yang ketakutan berusaha mencari jalan pintas untuk melarikan diri, kepala derav yang di pegang oleh asmodeus pun tiba tiba menghilang,


"Sial, kemana kepala iblis wanita yang ku penggal" ungkap asmodeus


Terkejut bukan main saat asmodeus melihat kepala derav yang berpindah dalam sekejap, sampai dia berpikir tidak ada kesempatan bagi siapapun untuk lari, karena lautan darah yang mengalir ini bukanlah darah biasa, ini adalah kekuatan legendaris yang di miliki roh agung yang bernama alsava, yang bernama *darah penghakiman* barang siapa yang terkena sihir ini, satu tetes saja, maka kaki mereka akan membusuk,


Sungguh di luar dugaan, asmodeus yang terlalu banyak berpikir di kejutkan oleh kedua kakinya yang membusuk serta tidak bisa menggunakan sihir sedikit pun, begitu pun dengan para bawahannya, yang menjerit meminta pertolongan kepada tuan asmodeus, hanya saja si tuannya pun ikut berteriak, meneriakan keputusasaannya kepada seseorang yang bernama raizel,


"bedebah kau raizel, kau telah mengelabui ku........" teriak asmodeus di saat nyawanya sudah tergenggam di tangan davos


"Maafkan lah aku yang lemah ini sayang, aku sungguh menyesal tidak bisa menyelamatkanmu" ujar davos menangis penuh amarah memandang wajah derav, lebih tepatnya kepala istrinya,


"Uuhhh romantisnya suamiku, cium aku, cepatlah cium aku" gumam derav dengan kelakuan mesumnya,


"Hei alsava, apa kamu menyadarinya" ujar yora kepada alasava,


"Uuummm *blussshhh*" wajah alsava tersipu malu saat di tanya yora,


"Eeeh" nairra yang bingung,


"*Blusssh*" semakin memerah wajah alsava,


"Hei alsava, sebenarnya kamu kenapa" ujar athifa,


"Uuummm, itu,,,,aduh,,," alsava semakin menjadi dengan penuh birahinya,


"Eeeeeeehhhh jangan jangan" kompak yora, athifa, nairra dan clarra yang mulai mengetahui maksud dari tingkah alsava,


"Eehh, alsava sangat curang" ujar iri nairra melihat kenikmatan alsava,


"Itu,,, pahaku basah" ujar alsava dengan desah desuh desih dan bla bla bla,


"TUAAAN" teriak clarra, nairra dan athifa yang ingin merasakannya juga,,,


Sementara itu, davos sudah tidak bisa menahan amarah, dia yang mengira derav sudah mati, sangat kecewa kepada dirinya, karena telah menjadi seorang suami yang gagal melindungi istrinya,


"Sudah waktunya" ungkap kamarahan davos,


"*Zona mana*sihir darah penghakiman* lahap lah semua jiwa dengan kebusukan" teriak davos yang mengakibatkan asmodeus bersama empat anak buahnya mati membusuk hingga hancur tak tersisa,


Setelah semua musuhnya mati, davos berjalan untuk mencari bagian tubuh derav yang terpisah dengan kepalanya, namun davos baru menyadarinya, jikalau sihirnya telah melenyapkan tubuh derav, begitulah pikirnya,


"Payahnya aku ini, sudah pasti tubuh derav ikut hancur juga, apa yang aku lakukan sebenarnya" ujar davos,


"Dasar suami payah, bodoh, aku harus mengulang untuk membuat tubuh baruku" gumam derav yang pura pura mati,


Sihir darah penghakiman pun telah hilang, yora, clarra, nairra dan athifa pun menghampiri davos, mereka bertiga sengaja datang untuk membuat derav cemburu, namun sementara itu alsava yang tidak bisa bergerak sama sekali di buat tidak berdaya oleh tuannya, ntah apa yang di lakukan tuannya kepada alsava,


"Kau sungguh hebat sayang" ucap yora dengan ciuman di pipi davos,


"Hei tuan, aku juga mau di perlakukan seperti alsava" ujar athifa dengan kecentilannya,


"Aku juga tuan" ujar clarra yang memeluk davos,


"Kalau aku, hhmm, izinkan aku menjadi istrimu yang kedua tuan" ungkap nairra yang tulus mencintai tuannya,


"Apa maksud dari semua ini" ungkap derav yang merasa cemburu atas perlakuan mereka terhadap suaminya,


Davos yang merenung pun terkejut dan melempar kepala istrinya, karena kaget melihat derav berbicara walau kepalanya sudah terpisah dengan tubuhnya,


"Huaaaaaaa kepanya berbicara walau tanpa tubuh" teriak terkejut sambi melempar kepala derav,


"Aaaaaaakkkkkkk dasar suami bodoh," teriak derav yang kaku melihat tingkah suaminya,


dengan cepat alsava melesat ke arah terlemparnya kepala derav, agar tidak menyentuh tanah, karena bagi alsava itu sama saja sebuah pelecehan kepada dewa,


"Thanks alsava" ucap derav kepada alsava,


"Sama sama ratuku" balas alsava kepada derav,


"**Sihir suci* regenerasi cepat**" derav mengatur ulang tubuhnya yang imut layaknya loli di anime


"Heeeeeh, celanamu basah, begitupun baunya sangat tidak asing, biar ku cium lebih dekat baunya" ungkap penasaran derav kepada pakaian alsava,


"Jangan ratu ini bukan apa apa" ungkap alsava,


"Oalah, kamu orgasme ? sampai membasahi kakimu, apa yang terjadi sebenarnya" ujar derav,


"Eh ini, itu, anu,,,, bukan masturbasi ratu, tapi tuan yang menikmati tubuhku, saat menyerap seluruh kekuatan ku",


"Ya ampun, ternyata begitu",


Lagi lagi lagi dan lagi davos menerima pukulan dari istrinya,


*MAU SAMPAI KAPAN KAMU BEGITU*


*Braaaaaaakkkkkk*


bersambung.................