The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 18 Sihir Perwujudan (Yora dan Derav)



Aku adalah seorang manusia, aku mati hanya untuk membalaskan dendam, seluruh desa ku di bantai oleh sekumpulan iblis, begitupun dengan mereka berlima yang sudah ku anggap sebagai keluarga ku, aku bersumpah dan memohon kepada dewa agar mereka berlima hidup kembali dengan sebuah kekuatan yang dahsyat, namun ternyata, aku bersama kelima temanku terseret oleh tersebut, sebenarnya bukan sebuah dendam, melainkan kesenangan pribadi si dewa tersebut, hanya saja, salah satu temanku pergi, dia adalah seseorang yang sangat ku cintai, semasa hidupku menjadi manusia, dengan bantuan dewasa tersebut, kamu berhasil mengeluarkan ke empat temanku kembali ke feltagon, terima kasih....


"Sekarang apa kamu menerima keberadaan ku, karena aku dan keempat temanku, hidup di dalam jiwamu" ujar seseorang yang terus berbicara di dalam jiwa davos hingga di dalam alam bawah sadarnya dia menampakkan wujudnya


"Hehehehe, jikalau begitu kamu sudah siap menjadi istriku yang berikutnya, aku sudah lelah dengan semua kekonyolan ku, kebodohan ku, tapi,,, mendengar perkataanmu aku menjadi sedikit paham tentang yang kamu bicarakan" ungkap davos,


"Sungguh pria yang mesum, berbeda jauh dengannya" ujar si wanita yang muncul di hadapan davos,


"Eh, dengannya" davos kebingungan siapa yang di maksud wanita itu,


"Baiklah, akan ku beri tahu semua yang sebenarnya, jikalau kamu sudah menyentuh/menikmatinya, atau berhubungan spesial dengan dewa itu, maka dewa tersebut sudah menjadi senjata mu, begitu pun aku, yang sekarang mulai mempercayaimu" ujar wanita yang sangat kalem itu, dia pun mendekati davos, dan memeluk tubuh davos serta mencium bibirnya,


Davos merasakan sebuah ingatan di dalam pikiran wanita itu saat dia mencium dirinya, gumam davos penuh tanya dalam ingatan si wanita itu yang tiba tiba mencium nya dengan lama sekali, semakin lama mencium davos, semakin tergambar jelas ingatan yang terlihat oleh davos sampai beberapa menit kemudian davos memahaminya,


"Aku tahu, dengan merasakan energi mu aku sangat tahu siapa kamu, sebelumnya aku pernah memanggil namamu, apa penilaian ku salah" davos berbicara melalui telepati nya kepada wanita itu,


"Hihihi, penilaian mu sangat benar, maka dari itu, tunjukan lah kepada dunia bahwa aku ada bersamamu" jawab wanita tersebut,


"Jikalau begitu, apa boleh aku melakukannya dengan si loli tersebut" tanya davos, yang


"Uumm" si wanita tersebut pun mengangguk


*SIHIR PERWUJUDAN*


Akhirnya aku akan terlahir kembali seperti mereka berempat, rasanya seperti melayang bebas kembali ke feltagon, dunia yang penuh ancaman, tidak pernah di ketahui siapa yang menciptakan dunia ini, kebohongan dewa derav, serta para dewa lainnya yang memanipulasi makhluk yang hidup di feltagon, mereka semua adalah simbol keburukan,


Bersama pria konyol si pembuat masalah, aku akan membungkam mulut kalian para dewa,


"Janganlah menjadi seorang pendendam, karena itu tidaklah baik bagi dirimu dan orang kesayanganmu" ujar davos,


Tubuh mereka berdua penuh dengan sinar, berwarna biru, serta api biru yang keluar dari seluruh tubuh davos di lihat oleh derav, boy dan hidan,


"Hei tidak, bukankah dia sudah lenyap" ujar derav


"Sebenarnya apa lagi yang terjadi padamu vos" gumam boy,


"Tolong tuan fokus saja kepada ketahanan kita, karena aku merasakan adanya sihir yang luar biasa dalan tubuh davos" ujar vierra yang sedang bersemayam di tubuh boy,


"Iya, setidaknya kita memperkuat tingkat pertahanan kita" usul boy kepada vierra


Sementara itu hidan yang bergabung bersama terra terus melesatkan serangan demi serangan kepada davos,


"Hei sebenarnya apa yang kalian lakukan boy, saat ini vierra sedang berusaha semampunya mengerahkan seluruh kekuatan demi meningkatkan kekuatanmu, ayok lah jangan ragukan kekuatan roh yang kita miliki, semangat lah walaupun kita tau, kekalahan ada di depan kita" teriak hidan dengan tekad yang sangat kuat,


"Umm" vierra tersenyum, boy pun merasa semangat dan terus menyerang davos yang di lindungi api biru,


Di alam bawah sadar davos,


"Sekarang lah saatnya, panggil semua kekuatanmu" ujar wanita


"*Zona mana* sihir pusaran air" teriak boy dan vierra


"*Zona mana* sihir hujan api" teriak hidan dan terra


"*sihir perwujudan* pemanggilan khusus" gumam davos,


Saat boy, vierra dan hidan bersama terra menggunakan sihir berkekuatan tinggi kepada davos,


"Hiiiiaaaaaaaaaa haaaah" teriak semangat mereka berempat siap menyerang,


"Datanglah kedalam jiwaku" teriak davos dan,


*DUUUAAAAAAAAAARRRRRR*


Ledakan sangat dahsyat pun terjadi,


Di sisi lain, larks masih dalam perjalanan ke kota mallage dan berniat melaporkan semua yang terjadi kepada tuan zeed, dengan wajah penuh kepanikan dia terus berlari ketakutan, dan selalu memikirkan tentang wanita iblis tersebut,


"Siapa dia sebenarnya, selama ini aku tidak pernah bertemu musuh yang sangat misterius tingkat kekuatannya, dia membantah semua pahlawan yang di perintahkan oleh tuan zeed, sebenarnya apa yang telah terjadi pada dunia ini, sehingga ada iblis berkekuatan hampir menyamai dewa, rasanya tuan zeed mengetahui semuanya, apakah tuan zeed sengaja untuk membuat semua manusia di ambang kehancuran" gumam larks yang memikirkannya tanpa henti,


"Hahahaha, ternyata mereka sudah menunjukan diri, keempat roh legendaris yang menguasai feltagon" ujar zeed di ruangannya yang melihat kejadian yang sebenarnya dengan bola sihir ajaib yang dimana terekam oleh mata larks,


Zeed menanamkan sebuah sihir penglihatan di mata laris saat keberangkatan mereka, untuk menginvasi kota devillage,


Sementara itu, alsava di kota rubylion, nairra di kota emerald, athifa di kota vermes, dan clarra yang berada di kota emerald bersama nairra pun,


Menghilang dari tempat dimana mereka berdiri,


*Duaaaaaaaaaarrrrr*


Terpental boy dan hidan yang menyerang davos oleh ledakan tersebut,


"Uhg, sial,,, apa yang sebenarnya terjadi" ujar boy


"Sihir pembatalan kah" ujar hidan


"Bukan, davos yang sekarang sangat sulit bagi kami untuk menyentuhnya dengan kekuatan kami, ujar terra dan vierra


"Terima kasih" gumam davos


"Hei ratu, ini bukan seperti....." teriak boy yang kepada derav, namun terkejut boy saat melihat derav tidak ada di tempatnya,


"Vierra, dimana ratu, aku tidak melihatnya" ujar boy kepada vierra yang bersemayam dalam diri boy,


"Aku tidak tahu, dan aku tidak melihatnya" ungkap vierra


"Hei, apa ini wujud baru ku, kurasa ini agak aneh, senjata di tangan kananku ini adalah yora, hmm kalau tidak salah" gumam davos bertanya kepada semua kekuatannya,


"Iya, inilah aku, dan juga lihatlah apa yang di pegang oleh tangan kirimu, sungguh menakjubkan bukan, tanya saja kepadanya senapan di tangan kirimu itu", ungkap yora kepada davos tentang senapan di tangan kirinya


"Ya, apakah kamu sudah puas wanita tua, setelah ini aku akan mendapat penyesalan karena pernah mengajari nya memanggilmu dulu" ungkap senapan tersebut


"Eeeeehhh, senapan ini bisa berbicara, dan suaranya terdengar seperti istriku" ujar kaget davos melihat senapan yang berada di tangan kirinya


"Berisik berisik berisik, cepat lah aku tidak suka dengan bentuk tubuh ini" teriak derav yang berubah menjadi senapan sihir


"Ya, tuanku, bukankah itu sangat indah" ujar athifa bersama ketiga roh agung lainnya yang muncul tiba tiba di belakang davos,


"Ini sangat menarik, mari tunjukan kepada mereka" ujar yora/senjata di lengan kanan davos,


"Baiklah, dan kalian berempat selamat menonton" ujar davos langsung melesat ke arah boy dan hidan,


"Semangat tuan" teriak keempat roh menyemangati tuannya


Pertarungan sengit terjadi, melibatkan boy dan hidan bersama kekuatan roh mereka, dan davos yang hanya menggunakan yora dan derav, bertubi tubi davos mengayunkan yora kepada boy, namun boy hanya bisa menghindarinya, sementara itu hidan telah di sibukkan oleh senapan davos yang tidak pernah meleset sekali pun,


"Sial tanpa sihirnya pun kekuatan kita berbeda jauh darinya" gumam boy yang terus menghindar dari ayunan serangan davos, terus mengayunkan ke arah boy serangan demi serangan davos, bahkan hidan pun sulit mendekati davos karena tembakannya tidak pernah meleset sedikit pun,


Disaat sedang menikmati pertarungan, tiba tiba senjata itu berubah wujud menjadi derav, dengan wajah lolinya derav mengungkapkan kekesalan kepada davos dan membuat pertarungan tersebut berhenti,


"Cukup sudah, gunakanlah aku saat hal yang penting saja", ungkap derav,


"Ya ampun, sepertinya dia merasa kesal" ujar yora, yang ikut merubah wujudnya menjadi manusia,


"Hahaha, baiklah, dan berhentilah marah seperti itu, aku janji takkan memaksamu" ujar davos,


"Hhaaaaaaaaaaaah, pantas saja senapan itu selalu akurat mengenai ku, ternyata dia ratu derav" ujar hidan,


"Dan siapa wanita yang muncul saat hilangnya senjata arit besar yang menyusahkan ku tadi" ungkap boy


Akhirnya pertarungan, eh,,,,,, anggap saja ini latihan bagi mereka agar tidak salah menggunakan kekuatan mereka bertiga,


boy, hidan dan davos yang sangat menyayangi kekuatannya


Bersambung..........