
Di sebuah dimensi, dunia kecil yang di buat oleh nairra, clarra, alsava, athifa, vierra, terra beserta boy dan hidan sudah bersiap untuk melakukan sebuah evolusi, boy sudah terbangun dari tidur, hidan yang bercerita tentang pengalaman hidupnya bersama davos dan boy di bumi terhenti, nairra mempersiapkan dirinya untuk mengerahkan semua kekuatannya untuk memberi sejumlah mana kepada boy dan hidan,
"Baiklah, waktunya sudah tiba, aku harap kalian berdua mau sudah mempersiapkan diri" ujarnya nairra kepada boy dan hidan ,
Nairra membuat dua lingkaran sihir tepat di depan dia berdiri, lalu dia menyuruh boy dan hidan masuk ke dalam lingkaran tersebut,
"Kalian berdua fokus dan duduklah disitu, jangan bergerak sedikitpun" ungkapnya nairra menjelaskan tentang proses evolusinya,
"Apakah kami sudah boleh kembali ke kota tafear" tanya clarra kepada nairra mewakili athifa dan alsava,
"Silahkan, tuan davos sudah menunggu kalian di sana, tapi ingat, jangan bicarakan apapun tentang rencana ratu derav" ujar nairra berbisik kepada clarra,
"Hmm,,,, soal itu,,,, baiklah, aku takkan berbicara kepada tuan davos" jawab clarra
Mereka bertiga kembali ke kota tafear, dan langsung menuju davos dan derav berada,
begitu sampai di kota tafear, mereka melaporkan tentang keadaan teman temannya davos, yang akan di evolusi oleh nairra, davos yang tidak tahu sama sekali, jikalau perjalanan dia bersama kawannya hanya sebuah evolusi,
Kedatangan mereka tepat sekali, karena rancana davos untuk membuat ladang kopi sudah selesai di musyawarahkan di ruangan itu,
"Hei sayang, apakah kamu mau ikut aku berkeliling, hhhmm, oh iya, apa boleh aku menyuruhmu membuat kopi, hanya dua dua gelas saja" ujarnya davos menyuruh derav membuat dua gelas kopi,
"Huh, kan di sini banyak pelayan, kenapa menyuruhku sih" ungkap kesal derav,
"Aku hanya ingin meminum kopi buatan istriku saja, jikalau tidak mau pun tidak apa apa" ujar davos mencoba merayu derav,
"B'b baiklah" ungkap derav dengan wajah malunya,
Derav pun bergegas untuk membuat kopi, tanpa sihir, tanpa kekuatan apapun, karena davos tidak akan meminumnya jikalau kopi tersebut di buat oleh sihir ataupun kekuatan yang di miliki derav,
"Hhhmmm sebentar lagi, aku akan menguasai semuanya" gumam derav sambil melangkah kan kakinya ke dapur istana,
Sementara itu, bora yang telah selesai berlatih meningkatkan kekuatannya di kota shafir,mendapat kabar dari derav melalui telepati, dan bora berencana kembali ke kota tafear karena, semuanya akan di mulai kembali,
"Davos, boy dan hidan, ya ampun, kami melibatkan mereka kedalam dunia yang selalu kacau ini" gumam bora dengan tatapan penuh harap
"Tolong bantu aku ibu, kirim aku ke kota tafear" ujarnya bora kepada naphalm,
"Serahkan saja kepadaku hihi" jawabnya naphalm
Naphalm bersiap mengirim bora ke kota tafear dengan sihir teleportasi,
Sesampainya bora di gerbang timur kota tafear,
"Selamat datang kembali tuan bora" ujarnya para penjaga memberi hormat kepada bora,
"Terima kasih, dimana raja dan ratu berada" tanya bora ,
"Mereka sedang berada di istana tuan, apa perlu kami antar" ujar penjaga menawarkan jasa kendaraan kereta kuda,
"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri, terima kasih sudah menawarkannya kepadaku" jawabnya bora kepada penjaga
Bora pun meninggalkan gerbang timur dan menuju Istana, untuk melihat keadaan davos,
Sementara itu di kota mallage
Semua pahlawan yang akan menyerang kota tafear sudah mempersiapkan diri, mereka berkumpul, dengan jumlah seratus ribu keseluruhan pahlawan yang akan menyerang kota tafear, berikut dengan keempat pahlawan tingkat ss yang memimpin penyerangan tersebuta,,,
"Apa kalian sudah siaaaaaap, hilangkan lah rasa takut dan jiwa pecundang kalian, kita akan menang, karena tidak ada dewa durjana yang melindungi kota itu lagi" teriak nhorm menyemangati semua pahlawan yang akan berperang,
Keempat pemimpin perang menggabungkan kekuatan, melakukan rencana awal, yaitu mengirim semua pahlawan yang akan menyerang kota tafear,
"*Zona mana* sihir gabungan, Teleportasi ON" teriak keempat pahlawan tingkat ss mengucapkan mantera sihir teleportasi,
Bersama semua pahlawan, keempat pemimpin penyerangan, menghilang dari kota mallage, dan tiba langsung di gerbang utara kota tafear ,
"Sudah di mulai" gumam derav,
"Sial, aku lengah, hawa kemunculan musuh secara tiba tiba" gumam davos,
"Tenang saja tuan" ujarnya clarra kepada davos,
"Eh, masa sih, perkiraan ku kehadiran musuh lebih banyak dari pada musuh yang pernah ku temui, dan perbandingannya sangat jauh" ungkapnya davos kepada clarra,
"Ya, ini semua demi boy dan hidan tuan" ungkap alsava menenangkan davos,
"Boy dan hidan, apa maksudmu,,,, Haaah, dimana athifa" teriak terkejut davos yang tidak mengetahui kepergian athifa,
Sebelum pembicaraan davos yang bertanya kepada clarra dan alsava,
"Sudah di mulai, (pergilah athifa, jangan sisakan satu pun musuh-musuh mu)" gumam derav dan memberi perintah kepada athifa melalui telepati nya,
Kembali ke situasi dimana davos bingung dengan hilangnya athifa dari ruangan itu,
"Nee, tuan, apa kamu ingin melihat apa yang di lakukan athifa" tanya yora kepada davos,
"Jangan jangan!!!!" Gumam davos yang menghawatirkan athifa,
Davos pun bergegas terbang ke langit menggunakan kekuatan kedua sayap, davos sangat terkejut melihat kekacauan yang telah terjadi di pintu masuk gerbang utara,
"*Zona mana* sihir dewi perang ,*tebasan angin*" athifa bersiap menyerang dengan sihirnya,
Namun para pahlawan yang berlari menuju pintu gerbang, mengayun kan pedang untuk mereka yang menyerang, di sisi lainnya para pahlawan menggunakan, sihir penguat tubuh, agar para pahlawan tidak terkena damage telak,
"Hehe,,,, percuma saja, memakai sihir perlindungan dasar bodoh" gumam athifa yang akan melesatkan sihir dewi perang ke semua pahlawan yang akan menerobos masuk ke pintu gerbang kota tafear,
Wwwwwwwuuuuuusssssssss
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrgggghhhh" teriakan saat saat terakhir para pahlawan yang terkena serangan athifa
"Apa yang sebenarnya terjadi, lima ribu pahlawan langsung mati seketika" teriak nhorm
"Dia bukan valkrye biasa, benarkan silvia" ujarnya gracia kepada silvia
"Hahahaha ini akan sangat terlihat menarik, walaupun aku tahu jikalau kita sudah masuk dalam jebakan, ada seseorang di kota ini yang seakan akan menyeret kita ke dalam jurang peperangan" teriak silvia setelah menganalisis semua yang terjadi di hadapannya, dan juga sebuah penyesalannya karena tidak mendengarkan apa kata larks,
Saat dalam kebingungan, nhorm, silvia, gracia dan cristopher, merencanakan untuk melarikan diri dari wilayah tafear dan meninggalkan semua pahlawan yang sudah berada di kota tafear
Tiba tiba alsava dan clarra menghadangnya,
"Ya ampun, mau pergi kemana kalian, kami berdua akan membiarkan kalian lari loh" ujarnya alsava kepada keempat pahlawan yang berniat melarikan diri,
"Siapa kalian berdua, (ciri ciri iblis wanita itu!!! tidak salah lagi, dia yang membuat larks sangat ketakutan, aku yakin itu) " ujar cristopher dan bergumam tentang clarra,
"Kamu memikirkan hal yang sangat benar, aku lah iblis yang membantai kawanan mu di saat kalian menyerang kota devillage" ujarnya clarra tentang apa yang di pikirkan oleh cristopher,
"Hahahaha sial,,, siaal, kita sudah masuk dalam perangkap para dewa" ungkap silvia yang mulai putus asa melihat dua wanita yang berada di hadapannya,
"Perangkap dewa, apa maksudmu silvia" tanya gracia terhadap pernyataan silvia,
"Hahahahaaaaa, selama di kota mallage, aku sering membaca buku tentang para roh agung, spirit agung yang menguasai berbagai ras di feltagon, mereka yang membangun seluruh kota di feltagon bersama dewa durjana" ungkapnya keputusasaan silvia,
"apaaaaaaa, katamu" ujarnya nhorm yang terkejut
"Dewa durjana, derav cleorius" gumam cristopher"
"EMPAT ROH AGUNG, BESERTA SENJATA YANG TIDAK BISA DI KALAHKAN OLEH DEWA, YORA SCYTHE"
Bersambung......