The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 22 Rencana



Setelah semua kejanggalan terjadi, dari naga dan golem yang tiba tiba menyerang davos dan teman temannya, para pahlawan yang menginvasi kota devillage, hingga kemunculan iblis tingkat kemustahilan yang menyerang derav dan empat roh agung, hingga semuanya berakhir oleh davos seorang dengan kekuatannya,


Namun sayangnya, suasana kemenangan menjadi kekacauan yang melibatkan perasaan, terutama bagi derav sebagai istrinya davos,


Keempat roh agung terdiam melihat derav memukul davos, lalu derav pun pergi ke ke suatu tempat untuk menyendiri,


kecemburuan derav sepertinya sudah tidak bisa di tahan lagi, dia bermaksud membuat davos agar lebih paham dengan kekuatannya,


"Sial apa yang dia pikirkan, sementara itu yang ku lakukan hanya untuknya" gumam davos,


"Hei yora kemana biasanya derav pergi untuk menyendiri" tanya davos kepada yora,


"Hmm, dia selalu menyendiri di tepi sungai, dan selalu mandi di sungai itu untuk menenangkan pikirannya" jawab yora,


Davos sangat tau sungai yang di maksud yora, lantas davos menyuruh nairra dan yang lainnya untuk kembali ke dimensi tempat yang di buat nairra, untuk melatih boy dan hidan yang berada di dimensi tersebut,


nairra di temani tiga roh agung milik davos kembali menemui boy dan hidan yang berada di dimensinya,


"Baiklah, kau ikut denganku yora" ujar davos mengajak yora menemui derav,


"Apa aku harus memakai sihir teleportasi" ujar yora memberi usul,


"Tidak usah, kita terbang saja, banyak hal yang harus ku ketahui tentang derav darimu" ujar davos,


Mereka berdua pun pergi untuk menemui derav yang sedang galau, davos bertanya banyak hal, dari awal pertemuan yora dengan derav, dan siapa yang di maksud dia yang telah mati,


menurut davos semua hal tentang yora dan derav, beserta dia yang mati, davos merasa terkait dengan semuanya, begitupun dengan sosok yora yang bisa berubah menjadi senjata,


Yora pun menceritakannya dengan tenang, siapa dirinya dan keempat roh agung, yang sangat terkait dengan davos dan derav, jelas, lengkap, terperinci yora menjelaskannya, hingga dia yang mati pun yora menceritakannya kepada davos,


"Hhmm, kami juga berasal dari bumi, kami manusia, hanya saja kami di bunuh oleh iblis, nairra, alsava, clarra, athifa, mereka semua sudah aku anggap sebagai keluarga, termasuk fear" ungkap yora menceritakan semuanya kepada davos saat perjalanan ke sungai kota tafear,


"Fear ??? Kalau tidak salah derav pernah menyebutku dengan nama itu, lantas setelah kalian mati semuanya di hidupkan kembali oleh derav dan di tempatkan di dunia ini" tanya davos kepada yora,


Tiba tiba yora berhenti dan menampakan wajah murungnya, davos pun bingung kenapa yora berhenti dan merenung, davos mencoba menenangkan yora, memegang pundaknya, mengangkat dagunya yora, dengan harapan yora tak lagi merenungkan kesedihannya, yora pun menatap wajah davos dengan penuh air mata,


"Ini semua salahku" ungkap yora


"Mau bagaimana pun, membuat diri sendiri terperosok kedalam jurang kesedihan di masa lalu adalah hal yang konyol" ujar davos


"Eh" terkejut yora atas ucapan davos,


"Kita hanya perlu mementingkan seseorang yang ada di samping kita, dan tanamkan kedalam pikiran kita, untuk saling melindungi, bukan saling menyakiti, jikalau kamu ingin mengenang seseorang yang sudah tiada, maka kamu layak menanamkannya di dalam hatimu, karena, setiap makhluk memiliki hati yang dan pikiran yang berbeda, jadi kita harus bisa menempatkannya, agar tidak membebani hidup orang lain" ungkap davos ceramah panjang lebar, sambil berbicara dia menyentuh bagian kepala dan dada yora,


Saat di sentuh oleh davos, yora merasakan sesuatu yang sangat berbeda dari pengalaman hidupnya di feltagon, yora pun tersenyum,


"Kamu sangat benar, pantas saja derav berubah total, karena kamu yang berada di sampingnya, kamu bukanlah fear, kamu adalah kamu, sentuhan mu sangat tulus kepada siapapun itu, dan kamu layak memiliki mereka, termasuk aku, karena fear pernah berkata, *aku bukanlah sosok sempurna bagi kalian, aku hanyalah bentuk amarah, kemurkaan dari kejamnya dunia ini, aku harap suatu saat nanti akan ada orang yang akan menuntun kalian kedalam sebuah cahaya, hati sebenar benarnya hati, kejujuran, ketulusan dan dia yang layak mendapatkan semuanya* begitulah yang fear ucapkan" gumam yora


"Terima kasih" ungkap yora yang merasa lebih tenang,


Yora sangat bahagia karena di hadapannya telah hadir sosok yang di nantinya, dengan segenap perasaan yora memeluk tubuh davos dan menciumnya,


Kota Mallage


"Aahaaa, jadi begitu yah, sihir legendaris darah penghakiman telah menampakkan dirinya, sudah pasti ratu ku di bangkitkan juga" ujar zeed di dalam ruangannya, yang menyaksikan kematian asmodeus bersama bahawan nya melalui bola kristal sihir miliknya,


"Jikalau begitu, tindakan ku mengorbankan para manusia sangatlah benar, huaaahahahahahahahaha" ujar kegembiraan zeed


Lalu zeed pergi menghilang dari ruangan itu,


"Tuan sudah kembali, kenapa tuan larks, wajah mu sangat panik" tanya penjaga kepada larks,


"Sudah lah, itu tidak penting, di mana para pahlawan tingkat s yang lainnya" ujar larks,


"Mereka sedang bersiap siap untuk menginvasi kota tafear, mereka sedang mengadakan rapat" ungkap penjaga,


Tanpa berpikir panjang larks bergegas berlari menuju ruangan rapat, tanpa ketuk pintu larks membuka pintu ruang rapat,


"Batalkankan rencana kalian" teriak larks yang terlihat sangat panik,


"Hei hei, setidaknya ketuk pintu dulu kalau mau masuk" ujar cristopher pahlawan tingkat ss,


"Ohohohoh, ada apa kawan, wajahmu pucat, sangat ketakutan" ungkap gracia yang memperhatikan wajah larks,


Nhorm dan silvia, sedang berbicara penting tentang sebuah strategi dan mengabaikan larks,


larks bergegas duduk di meja rapat, dan menjelaskan semua yang telah dia alami di medan tempur, dia menceritakan sosok iblis wanita yang menurutnya sangat mengerikan,


"Tolong hentikan rencana kalian untuk menginvasi kota tafear" ungkap larks kepada mereka yang ada di ruang rapat,


Perkataan larks membuat, cristopher dan gracia berpikir keras, mereka berdua berpikir jikalau perkataan larks sangat benar, mendengar sepuluh ribu pahlawan mati dalam sekejap, itu adalah hal yang sangat mengerikan bagi cristopher dan gracia, namu tidak bagi nhorm dan silvia,


"Hei, akui saja kekalahan mu, cuma melawan ras iblis saja kamu tidak mampu" ujar nhorm dengan sombong,


"Tolong jangan berkata begitu nhorm, lebih baik kita dengar dulu penjelasan larks, aku juga penasaran dengan sosok wanita yang dia bicarakan" ujar gracia,


"Ya, jikalau kita bergabung, apa susah untuk menghancurkan satu, aku tau wanita itu kuat, hanya saja di dalam hidup ini semua makhluk memiliki kekuatan dan kelemahan, jadi harap kamu pikirkan itu larks" ungkap si jenius silvia,


"Astaga kalian berdua ini tetap saja berjalan sesuai pemikiran kalian, ya sudah, aku telah memberitahu kalian dan mencegah kalian" ujar larks sambil meninggalkan ruang rapat,


Di dimensi nairra,


Terlihat boy sedang tertidur di pangkuan vierra, sedangkan hidan bersama terra sedang asyik mengobrol, sedangkan nairra, clarra, alsava dan athifa tiba,


"Apa ritualnya sudah selesai" clarra bertanya kepada nairra"


"Belum, karena ada gangguan, hihihihi" ujar nairra


"Sebenarnya serangan dadakan tadi bukanlah hal yang sulit bagi kita, hanya saja ratu menyuruh kita berpura pura kalah" ujar alsava,


"Hei, kalian bertiga enak tidak kena pukul musuh, jikalau bukan untuk tuan davos, mungkin musuh itu sudah ku cincang dengan satu tebasan" ungkap dengan kesal athifa,


"Lah, kenapa tiba tiba muka mu memerah nairra" tanya alsava,


"*Blusssh* hhmm sebenarnya bukan serangan para iblis tadi yang menjadi gangguan ritual temannya tuan"


"Apa" alsava, clarra dan athifa terkejut dengan tingkah tersipu malu nairra yang wajahnya semakin memerah,


"Iyaaa, bukan itu yang mengganggu kami, malasah yang mengganggu ritual kami adalah, tuan mencium bibirku, hihihihi" ungkap nairra


"HaH"


Perkataan nairra membuat mereka bertiga terkejut !!!


Bersambung........