The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Chapter 2 Awal Petualangan Yang Mengerikan Episode 6 Siapa mereka ?



"hei, sampai kapan kita disini" athifa (valkrye)


"bisakah dirimu sedikit santai athifa" clarra (iblis)


"kalian berdua selalu bertengkar sedari dulu, dan selalu meributkan hal hal sepele" nairra (elf)


"itu benar, dan kalian sering membuat ratu murka benar," alsava (vampir)


"bisakah kalian tidak berbicara untuk saat ini" derav (iblis setengah dewa)


mereka berempat terus menanti tuan nya yang masih tertidur pulas di alam bawah sadarnya, derav mengangkat tubuh davos dengan sihir dan membuatnya duduk di kursi yang derav buat, dia mendekati davos yang tak kunjung sadar di tempat duduk, lalu mencium davos seakan berharap untuk terbangun,


tindakan derav di perhatikan oleh ke empat wanita tersebut dengan penuh kecurigaan yang dimana mereka berempat tidak boleh melakukannya, derav tahu cara untuk membuat tuannya sadar, hanya saja dia masih menahannya,


"hei ratu, kenapa kamu membiarkan tuan tidur begitu lama" ujar athifa yang kesal terhadap dera, di dasari oleh cemburu karena derav mencium tuan nya ,


"berisik kamu athifa, baiklah ,,, hanya untuk kali ini saja aku mengizinkan kalian untuk melakukannya lagi" derav mengizinkan mereka agar melakukan hal yang sama seperti derav lakukan kepada tuan nya


mereka berempat mencium davos dengan penuh kasih sayang, itu sama saja energi mereka di serap oleh davos sehingga membuat davos terbangun,


"eehhkk, dimana ini, tempat yang sama seperti kemarin, heh , ada kursi , aku duduk, lalu mereka berlima siapa, hei kenapa kalian menundukkan kepala kepadaku" sambil menahan ketakutan melihat kelima wanita yang tak wajar berada di depannya, yang membuatnya terkejut lagi , pandangan davos terfokus kepada anak kecil yang membawa sabit berukuran panjang dan besar di punggungnya, lalu davos menertawakan wanita tersebut ,


"huaahahahahaha siapa bocah ini dan apa yang dia lakukan di sini, sudah pulang saja nak, hari sudah gelap" begitulah davos mengejeknya


"sekali lagi mengatakan hal itu, aku tebas lehermu" tiba tiba wanita itu berada di belakang davos dan mengarahkan senjatanya tepat di leher davos,


panik yang davos rasakan, sehingga kata maaf keluar dari mulut davos,


"dia adalah istrimu" jawab ke empat wanita secara bersamaan


"hah ??? , istriku"


di waktu yang sama, tempat dimana davos tertusuk pedang roh cahaya, yang dimana tempat itu sudah berantakan akibat kekuatan boy dan hidan ,


di alam bawah sadar davos terbangun, ternyata saat kelima wanita tersebut mencium davos di alam bawah sadar, di dunia nyata tubuh davos di selimuti aura serta energi hitam kebiruan yang membuat semua terpental, lautan air dan hujan api semakin besar karena aura davos, serta muncul senjata arit panjang yang besar, tangan kiri dan tubuh yang membentuk layaknya iblis serta aura api hitam yang membentuk dua sayap di punggungnya,


tubuh davos yang terbaring dan berubah bentuk berdiri dan melayang di atas, membuat boy dan hidan berhenti menyesali perbuatannya, lantas bergegas bora menyuruh mereka berdua mempersiapkan diri untuk membantunya bertarung,


"sudahi tangisan kalian, karena di depan ada sedikit masalah yang bakal menimpa kita", ujar bora,


"apa yang sebenarnya terjadi" mereka berdua kebingungan dan bertanya kepada bora,


"sudahlah, daripada menanyakan hal itu, lebih baik fokus pada kekuatan kalian masing masing" jawab bora tentang kondisi saat ini,


boy dan hidan sangat terkejut, lubang akibat tusukan pedang roh cahaya tertutup kembali, bertanya pun sudah tidak cukup waktunya, lantas mereka berdua memanggil spirit alamnya keluar permukaan,


"selamat datang fear, walaupun kamu bukan fear yang aku kenal dulu" gumam bora dengan bahagia,


"apa yang harus kita lakukan, aku sangat bingung, karena belum tahu siapa yang mempunyai kebenaran, dan apa maksudmu membunuh davos guru" kebingungan boy tentang apa yang terjadi sangat jelas sehingga berulang kali memikirkan apa yang telah terjadi,


sama halnya dengan hidan yang terus terdiam, tidak tahu apa yang dirasakan nya saat ini, hidan hanya diam berdiri, merasa bersalah dia tidak bisa memaafkan dirinya karena telah membuat davos mati ,


menurut hidan dan boy, davos telah mati oleh bora


bora terpojok oleh serangan serangan yang di buat davos sehingga bora tersungkur ke lautan air dan merasa kelelahan, mau tak mau bora mengerahkan seluruh kekuatannya, lantas bora membaca mantra


"wahai dewa kebijakan, berilah aku kekuatan roh agung untuk menolong teman saya yang di kuasai ribuan emosi yang tak terkendali" seketika itu roh cahaya lebur terpecah menjadi partikel kecil lalu di serap oleh bora dan merubah dirinya menjadi ksatria sihir cahaya, entah apa yang bora rasakan, bertarung dengan bahagia penuh semangat, tidak memerlukan waktu lama, bahkan kekuatan penuh bora pun tak sanggup menahannya, hingga bora jatuh dan pingsan,


vierra dan terra hanya terdiam karena tuannya tidak memberi arahan, boy dan hidan pasrah dan menerima kematian, boy yang tadinya merasa kebingungan, sekarang dia mulai mengerti kenapa ini terjadi dan boy siap menerima kematian,


di alam bawah sadar, derav melepaskan senjatanya dari leher davos lalu berkata " di dunia mu sedang tidak beres, aku harus berbuat sesuatu, aku akan pergi dahulu untuk membereskannya" lalu derav bergegas pergi ke dunia manusia ,


sementara itu davos yang mengamuk ingin melakukan satu serangan berskala besar,


"sihir api neraka" mantra telah di bunyikan, bulat dan besar berada di telunjuk davos yang siap di luncurkan ke arah mereka bertiga "pelepasan bola api neraka" davos yang di kuasai kekuatannya akan meluncurkan sihir tersebut dan "blusssssssssh" sihir tersebut melesat ke arah mereka bertiga, dengan skala besar itu seluruh lapangan yang hancur, akan lebih terlihat berlubang jikalau terkena sihir api neraka,


setelah bola sihir neraka yang berukuran besar mendekati mereka muncul seorang wanita kecil di hadapan mereka yang membawa senjata mirip seperti davos ,


"sihir eliminasi neraka" wanita itu membaca mantra sihir dan auranya hampir sama denan davos, sihir wanita tersebut berhasil menghisap bola api neraka milik davos "ssssrrrrrrtttttt" hilanglah bola api neraka yang sangat besar itu,


ya, wanita itu adalah derav, lalu derav menghampiri davos, memeluk davos dengan tubuh kecilnya, yang membuat kekuatannya mereda dan kembali ke tubuh davos serta davos yang aslinya kembali sadar


boy heran dan sangat kebingungan seperti orang gila, tentang apa yang sebenarnya terjadi, dari kebahagian dan kesenangan di lewatinya setiap hari, walaupun sesudah bertemu bora dia slalu menikmati kebahagian bersama davos, hidan dan bora , serta berlatih ilmu sihir beserta mantra nya, hingga hal yang terjadi saat ini, tidak habis memikirkannya boy dengan kematian tamannya, maksud dan rencana bora, kebenarannya apa, hingga hidupnya davos kembali di saat wanita kecil itu muncul dalam ini,


apa wanita kecil itu spiritnya davos, apa semuanya ini hanya mimpi, rasanya aku sudah tak sanggup lagi memikirkannya,


davos yang kembali ke dunia nya , heran dengan kondisi lapangan yang berantakan, bora yang tak sadar diri, boy dan hidan yang hanya terdiam diri,


"a a aa aaapa yang sebenarnya terjadi" berteriak dengan kencang davos mengucapkan kebingungan nya,


"aaarrrgghh, berisik kamu, teriakan kamu membuat telingaku yang indah kesakitan" ujar derav sambil memeluk davos yang melayang di atas,


"eh, ada bocah kec" davos menghentikan perkataannya karena teringat apa yang terjadi jikalau dia memanggil derav dengan sebutan bocah kecil,


"apa kamu bilang" tanya derav


"eh aku gak bilang apa apa kok, maksud aku bocah bocah yang berada di bawah sana",


"bora, tunggu pembalasanku"


bersambung......