
Tidak terasa malam sudah tiba, pesta di mulai di halaman rumah raja dan ratu, masyarakat tafear menikmatinya dengan sangat bahagia, bora dan kedua muridnya pun keluar dari kamarnya masing masing untuk mendatangi pesta tersebut, semuanya senang, semuanya bahagia atas kembalinya raja bersama ratu yang memimpin kota mereka,
Sementara itu, di sungai terlihat derav yang terbaring di tubuh davos asyik mendengar cerita nya ketika davos berada di dunia nya, dia menceritakan semua yang pernah dia alami kepada derav, dan dia pun tertawa tiada henti mendengar cerita davos yang payah dan sangat konyol, serta apa yang davos lakukan dengan boy itu adalah sebuah kegiatan yang tidak berguna sama sekali,
"Nee... Suamiku, apa kamu pernah mempunyai seorang kekasih di duniamu" tanya derav dengan tatapan seriusnya,
"Uuumm, aku tidak memiliki kekasih, tapi aku tau cara menikmati suatu pasangan yang sering ku hisap dan ku minum bersama boy" jawab davos sembari memperlihatkan wajah konyol nya,
"Benarkah, lalu kenapa kamu tidak mencobanya kepada tubuhku" tanpa ragu derav melepaskan semua pakaiannya, dan membantu davos berdiri,
"Sial loli ini berbuat terlalu jauh dari perkiraan ku, walaupun dia tidak cantik, tapi sungguh aku tidak kuat melihat wajahnya yang sangat imut itu, di tambah dia adalah istriku, aku harus berbuat apa sekarang" gumam davos yang di serang oleh kepanikan,
"Jangan lihat wajahnya" hingga berulang kali davos berkata dalam hati untuk tidak melihat wajah derav, namun sayang nya derav tidak peduli dengan apa yang di pikirkan oleh davos,
"Emh... Terimalah serangan ku, wahai suamiku" begitulah yang terjadi saat derav mengambil keperjakaan davos, mereka berdua menikmatinya di tepi sungai, mereka berdua melupakan pestanya dan tetap melakukannya hingga mereka berhenti setelah pesta usai, lalu kembali ke kediaman mereka,
Satu minggu kemudian, setelah pesta di kota tafear, bersamaan davos yang kehilangan perjakanya,
Di tempat lain, dimana sebuah rapat sedang diselenggarakan di kota yang di penuhi oleh sosok petualang kelas tinggi berkumpul, mereka sedang membicarakan tentang petualang yang telah mereka kirim ke kota Tafear untuk mengambil harta karun yang bernama MAGIC CUBE,
Magic Cube adalah partikel yang berbentuk octagram, yang berasal dari pecahan sihir leluhur yang terpendam, mereka mengambilnya untuk menambah kekuatan agar bisa menaikkan level petualang langsung ke level tinggi bila menggunakan magic cube,
Magic Cube dengan level tertinggi bisa menaikkan level petualang hingga 100% tingkat kenaikannya, dan magic cube adalah bentuk partikel yang berbentuk octagram dari pecahan sihir derav yang berlimpah di kota tafear, mereka hanya tahu tidak ada lagi sosok derav di kota tafear, setelah perang besar antar dewa yang menguasai dunia ini,
"Hhmm, apa yang sebenarnya terjadi dengan para petualang yang berjumlah 20 orang, menurut kalian bagaimana" ujar zeed mencoba mengungkap kedua puluh orang yang di kirim atas perintahnya, zeed sosok pahlawan dengan ranking SSS serta yang mempunyai kuasa atas semua petualang,
"Ya, ampun sudah pasti mereka sedang bersenang senang ketua" sambut larks sosok pahlawan ranking S
"Jikalau mereka mati, itu suatu hal yang mustahil, karena yang menjaga kota tafear adalah segerombolan monster-monster lemah" ujar cristopher sosok pahlawan ranking SS,
"Itu benar sekali ketua" sorak ketiga petualang lainnya yang berada di ranking SS menyetujui pendapat ctistopher, ketiga petualang tersebut bernama silvia, nhorm dan gracia,
"Ya itu benar sekali, karena wanita yang menentang dewa sudah tidak ada lagi di kota tafear, begitupun rumor yang beredar 100 tahun yang lalu, semenjak fear raja dari segala raja yang menentang dewa bersama wanita itu, telah membunuh dirinya sendiri berikut kekuatannya, ke empat manusia yang menjadi roh agung, dan satu manusia yang memiliki kekuatan roh agung dengan sihir alami dari sebuah cahaya dewa yang telah kembali ke dunia manusia" ujar zeed menjabarkan semua yang dia tahu,
SEMENTARA ITU, DI KOTA TAFEAR, seminggu berlalu pasangan suami istri yang penuh kekonyolan ini merencanakan keberangkatannya, ke seluruh penjuru kota dengan membawa boy dan hidan untuk menjelajahi kota, mereka berenam pun memulai petualangannya di feltagon, boy yang membawa vierra dan hidan yang bersama terra serta derav dan davos, tujuan mereka yang pertama yaitu kota emerald,
Emerald, adalah kota yang di huni oleh para elf dan sejenisnya, hutan hijau yang sangat subur serta makmur ramah bersosialisasi, tempat yang cocok untuk bermeditasi menggali kekuatan davos, boy dan hidan
"Apa aku harus melakukan teleportasi untuk memindahkan kalian langsung ke kota emerald atau berjalan kaki yang jaraknya jauh, bisa sampai di tempat dengan waktu lama yaitu 8 hari" tanya derav kepada mereka yang ikut berkunjung ke kota emerald
"Aku mengandalkan mu boy" davos mempercayai boy, karena dia percaya bahwa boy mempunyai intuisi yang baik,
"Mau bagaimana lagi, jikalau sang raja sudah mempercayai boy untuk mengambil keputusan, aku juga akan mempercayainya" ujar hidan
"Kalian mau mencoba kabur dari kenyataan kah" ungkap boy yang sudah tau jikalau mereka berdua gak mau ribet,
"Wkwkwkwk wkwkwkwk" davos dan hidan menertawakan boy
Akhirnya boy memutuskan untuk berjalan kaki, ya sekalian mereka berdua bisa merasakan sesuatu yang menurutnya sangat menderita, boy sengaja memilih jalan kaki menuju kota emerald, lantas jikalau sudah begini derav pun memutuskan untuk berangkat sekarang juga, mereka berenam berpamitan kepada seluruh penduduk kota tafear, dan mempercayakan perlindungan kota fear kepada bora, ke empat roh agung pun pamit untuk pulang ke tempat asal mereka, karena sekian lamanya mereka terkurung di tubuh davos, yang membuat mereka rindu tempat asal mereka,
Karena kota emerald berada di wilayah utara, mereka berangkat melalui gerbang utara kota tafear, dalam perjalanannya derav menjelaskan semua yang di larang untuk menuju kota emerald, davos boy dan hidan tidak boleh menggunakan sihir sedikitpun, jikalau ada masalah biarkan roh saja yang bertarung, hingga kita sampai di kota emerald, perkataan derav mengejutkan davos yang tidak pergi bersama keempat roh agung,
"Apa ini suatu musibah bagiku" berpikir keras davos mengutarakan kepanikannya,
"kalian berdua bersama roh kalian, istriku tanpa roh sudah pasti bisa melindungi dirinya, jikalau aku tidak boleh menggunakan sihir, aku bisa apa" ujar davos
"Astaga, benar benar pria yang bodoh" gumam boy
"Jikalau kamu sedang dalam masalah maka aku boy dan istrimu akan menyuguhkan kopi dan rokok untuk mu wahai rajaku" hidan mengejek davos sehingga perjalanan mereka penuh tawa,
"Aaahahahahaha itu sangat benar, karena selama ada kopi dan rokok kamu akan selalu tetap hidup walaupun berbagai masalah menghantam mu, itu lah perkataan mu, di saat kamu menolongku di awal pertemuan kita dulu" ujar boy yang semakin membuat davos rindu kepada segelas kopi dan hisapan rokoknya,
Bersambung.........