
Pagi sudah tiba, mereka berenam melanjutkan perjalanan, dua hari telah berlalu derav mencoba menjelaskan apa tujuan dan maksud dia membawa mereka ke kota emerald, dengan penuh semangat derav menjabarkannya, hingga saat dia berkata
"Gendong aku" ucap derav kepada suaminya, ternyata yang derav ucapkan bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka berlima,
"Dasar cebol" gumam davos yang merasa kesal kepadanya, tersengat matahari, lelahnya jalan kaki untuk mencapai sebuah tujuan yang tidak tahu apa maksud dari perjalanan mereka, akhirnya mau tidak mau davos menuruti permintaan istrinya,
"Cepat naik, dan buang senjata mu itu, karena akan menyulitkan ku untuk berjalan" ungkap davos,
"Hehe, baiklah" derav mengecilkan senjatanya dan memakannya
Melihat kengerian itu boy dan hidan sudah kehabisan akal,
"walaupun dia bukan manusia, setidaknya hal itu tidak perlu di lakukan" ujar hidan
"Huuuh, yang satu super konyol, yang satunya super aneh, sungguh pasangan yang serasi" gumam boy,
Di tambah boy dan hidan merasa ini semua tidak adil, melihat vierra dan terra yang melayang dalam perjalanannya ,
"Eh, apa yang tuan pikirkan" ujar vierra
"Tidak, bukan apa apa" ujar boy,
Tiba tiba derav memberi arahan kepada mereka semua agar menghentikan langkahnya, derav merasakan sesuatu yang mengepung perjalanannya, lantas menggunakan sihir perluasan area, untuk menjangkau keberadaan musuh, bukannya mencegah musuh untuk bertarung, si derav malah memberi perintah kepada mereka untuk melanjutkannya berjalan sambil menjabarkan keberadaan musuh,
"Dengar semuanya, kita terkepung oleh makhluk yang berniat membunuh semua yang melewati wilayah ini" ujar derav
"Apa maksudmu ratu" ujar hidan,
"Apa kita akan bertarung" tanya boy kepada derav,
"Apa apaan ini, di awal kita tidak boleh bertarung atau menggunakan sihir apapun, serta datang keburukan yang mencegah kita" ujar davos yang ketakutan
"Huaaaaahahahahahaha, kalian memang tidak boleh bertarung sama sekali, hindarilah pertarungan, jika tidak kalian akan mati mengenaskan" ungkap derav menjabarkannya ,
"Dari arah utara di depan kita, lima puluh enam pasukan monster batu yang di sebut golem, empat puluh pasukan golem lainnya dari arah selatan tepat di belakang kita, jaraknya nya seratus meter dari posisi kita berdiri, dan tiga ekor naga di atas kita" ujar derav menjabarkan keberadaan musuh dengan cepat
"Hah, naga katamu" terkejut davos saat mendengarnya,
Davos, boy dan hidan tidak tahu sama sekali apa yang harus mereka bertiga lakukan,
Boy sangat terampil dalam hal membaca situasi, tanpa banyak pikir boy langsung duduk melakukan pengisian energi, menyerap energi alam di sekitarnya kedalam tubuhnya, hebat bukan main tubuh boy di selimuti aura baru,
Apa yang di lakukan oleh boy, membuat derav tersenyum, hidan oun mengikutinya untuk menyerap energi alam tersebut, tiba tiba
BRUAAAAAAAK
Derav menendang davos hingga terpental,
"Menghindarlah suami ku, jikalau dirimu tidak mau terpanggang" ujar derav
Tidak lama kemudian api besar datang membakar tempat dimana sebelumnya davos berdiri, dia sangat terkejut dengan api dadakan yang menyerangnya, hanya saja keputusan derav membuat davos sangat kesal tak karuan,
"Dasar, dia memang selalu menendangku, hoi bantulah aku, apa aku harus menggunakan sihirku" teriak davos kepada derav yang meminta bantuannya,
Tanpa basa basi, davos langsung mengeraskan ototnya, berkonsenterasi untuk melakukan sihir pelepasan, hanya saja sihirnya tidak keluar sama sekali, yang ada kedua naga itu mengejar davos bersama semburan apinya yang terus menerus mengarah kepada davos,
Melihat hal itu davos pun berdiri untuk mengerahkan jurus pamungkasnya, yaitu jurus langkah seribu,
Sambil berlari dia terus mencoba mengeluarkan sihir yang menurutnya bisa di keluarkan, sampai akhirnya davos menyerah untuk mengeluarkan sihir dan terus berlari dari kejaran dua naga tersebut,
"Gyaaaaaaaaa, tolong aku sayang, gunakan jurus dan sihirmu, jangan hanya diam dan menduduki mayat naga itu,
"Waaahahahaha sayang, kamu terlihat sangat payah" teriak derav menertawakan suaminya yang di kejar oleh naga,
Satu naga berhasil derav tumbangkan, sedangkan, aura boy dan hidan yang sedang berusaha berkonsenterasi memfokuskan kekuatan tubuhnya dengan alam, tanpa sebuah perintah vierra dan terra melesat dengan sangat cepat ke dua arah yang berlawanan, vierra ke arah utara, dan terra ke arah selatan, saat tiba di hadapan para golem vierra menghempaskan satu persatu dengan cepat golem yang berjumlah lima puluh enam sehingga monster itu kembali menjadi batu, di waktu yang sama terra membakar habis semua golem yang berjumlah empat puluh hingga bertumpuk batu batu yang terlihat gosong,
Vierra dan terra berhasil menghabisi musuh, mereka berdua langsung kembali ke tempat dan membantu davos yang sedang di kejar oleh dua naga yang terus menyemburkan apinya,
Tiba lah mereka berdua menghadang dua naga yang mengejar davos,
Tubuh boy dan hidan semakin padat dengan aura yang mereka serap, sudah pasti membuat vierra dan terra over power bahkan untuk menggunakan sihir tingkat tinggi pun sangat tidak ada masalah dalam pengurangan mana tuannya,
Sang raja konyol pun berhenti melihat dua naga itu di hadang oleh dua roh milik temannya, serangan demi serangan dari kedua naga kepada vierra dan terra, namun semuanya sia sia, dengan sangat mudah vierra memblokir semburan beruntun api naga dengan sihirnya,
"*Pelepasan mana, *pelindung sihir air**, maaf terra" vierra menggunakan pelindung sihir untuk membuat lingkaran besar hingga terra pun berada di dalamnya,
"Ya ampun, semua api ku padam dong" ujar terra kepada vierra yang mencoba melindunginya dari sermburan api naga, namun terra adalah tipe roh api yang sangat cerdas, dia menggerakan secuil api yang telah membakar golem di wilayah selatan, sehingga api itu melesat ke arah terra, dengan adanya api di luar sihir perlindungan milik vierra, terra melepaskan salah satu sihir terkuatnya yang membuat api itu membesar dan terpecah hingga menjadi butiran api kecil yang sangat banyak,
"Hihihi, api di balas dengan api, **pelepasan mana* zona mana hujan api*" terra mengucapkan sihir kuatnya,
Davos melongo,bengong, bingung melihat kekuatan kedua roh temannya,
Api berukuran kecil milik terra melesat sangat cepat sehingga membuat dua ekor naga terbakar oleh kekuatannya, mereka berdua membuat pemandangan yang sangat indah, davos sangat terkagum, ketika mereka berdua turun ke arah davos,
"Apakah tuan baik baik saja" ujar vierra,
"Eh, uummm aku baik baik saja kok, hhmm kalau boleh bertanya siapa nama kalian berdua" tanya davos tentang nama mereka berdua,
"Vierra dan yang di sebelah ku"
"Terra" terra memotong ucapan vierra,
"Vierra dan terra ya, hmm apakah kalian berdua mau menjadi ISTRIKU" ungkap davos,
Boy dan hidan yang mendengar ucapan davos yang sangat sangat bodoh, mereka berdua pun melesat ke arah davos dengan cepat, tapi sayang, gerakan mereka berdua masih kalah cepat oleh derav yang tiba tiba berada di hadapan davos,
BBBRRRRRRRRRRHHHMM "sebuah pukulan yang sangat dahsyat di lepaskan oleh derav sehingga membuat lubang yang sangat besar,
"Sampai kapan kamu akan bertingkah konyol suamiku" ujar derav sambil membersihkan tangannya yang berlumuran darah,
"Hei... Bukan kah itu sangat keterlaluan" ujar hidan
"Lebih baik aku yang memukulmu teman, melihat damage tempat sekelilingmu, ku pastikan kamu tewas" ujar boy dengan gelengan kepalanya
Bersambung.....