
Di hari keempat dimana davos bersama teman temannya meninggalkan kota tafear, bertempur dengan para golem dan naga, serta bertemu dengan para penyihir, yang akhirnya mencapai peningkatan kekuatan serta pengendalian mana alam dengan baik, dan peningkatan bagi vierra dan terra yang telah menjadi roh agung, semua kembali seperti semula karena kepanikan mereka bertiga hilang dan memilih untuk memperbaiki semua kehancuran yang terjadi di feltagon
Dengan santainya mereka berjalan menelusuri aliran sungai yang mengalir dari kota tafear ke kota emerald, dengan perasaan bahagia mereka ungkapkan di perjalanan,
Satu hari sebelum keberangkatan davos dan teman temannya, para pahlawan yang di pimpin oleh larks *seorang pahlawan peringkat s* bersama bawahannya berangkat meninggalkan kotanya, atas perintah zeed mereka dianjurkan untuk banyak membunuh monster yang ada termasuk semua ras yang ada di feltagon, agar para pahlawan bisa mendapatkan kekuatan baru, karena kegagalan dua puluh pahlawan yang di tugaskan zeed untuk merampas MAGIC CUBE di kota tafear telah gagal,
Maka zeed menyarankan para pahlawan untuk mengalahkan semua makhluk yang menurutnya sebagai monster, larks memimpin sepuluh ribu pahlawan tingkat A dan B serta memulai perjalanannya, di awali dengan membantai semua yang ada di kota iblis yaitu kota devillage,
Kota mallage adalah kota khusus untuk semua pahlawan, mereka menggunakan jasa nya sebagai pahlawan untuk membantu kota lainnya dalam menyelesaikan masalah termasuk perang dengan kota lainnya, sudah pasti mereka menerima imbalannya dalam mengemban tugas kepahlawanannya,
Tafear, emerald, shafir, rubylion, devillage, mallage kota kota tersebut berada di bagian utara feltagon,
Emerald : elf
Shafir. : Penyihir
Rubylion: vampir
Devillage: iblis
Mallage. : Manusia
Tafear. : tempat nongkrong davos dan berbagai ras
Ke enam kota tersebut adalah bagian utara di dunia feltagon
Keterbatasan ras akibat ulah para dewa yang mempermainkan mereka layaknya sebuah permainan catur, dan kenapa hanya tafear yang menerima semua ras berkumpul dalam satu kota, ?
Sementara itu kelompok davos yang sedang menulusuri sungai yang amat panjang, sambil berjalan davos terus memperhatikan derav, karena teringat apa yang di bicarakan nephalm tentang derav yang seorang dewa,
"Hhmm anu istriku" ujar davos memanggil derav,
"Eh, ada apa sayang, apa kamu kelelahan" tanya derav
"Hiaaahahahaha, ciee ciee enak nih udah punya istri" ungkap hidan mengejek davos
"Hehe, mau gendong" ujar davos
" Hmm, apa kamu serius mau menggendongku, bukannya kamu selalu kesal jikalau aku meminta gendong padamu" ujar derav dengan wajah berpaling dari davos,
"Haha, ketahuan juga ya, basa basi kamu terlalu norak vos" ujar boy,
"Hahahahaha" seperti biasa mereka berlima menertawakan nya lagi
Di saat mereka meneruskan perjalanannya, serta para pahlawan yang akan memulai peperangan menginvasi kota devillage untuk sebuah kekuatan,
"Hmm, seharusnya mereka sudah sampai untuk menginvasi kota iblis, Clarra, menangkan lah perang ini dan tunggu mereka hingga mencapai kekuatan puncaknya" gumam derav sambil menatap langit, karena derav tahu rencana para pahlawan yang akan menginvasi devillage kota yang di pimpin oleh clarra, dan menyuruh mereka para pemimpin rasnya untuk bertahan,
Sebenarnya yang terjadi saat itu,
Ketika perjalan davos akan di mulai, keempat roh agung pulang ke kotanya masing masing dengan alasan rindu kampung halaman, namun sebenarnya yang terjadi adalah, mereka mempersiapkan peperangan demi menjaga ras nya masing masing,
Sungguh suatu hal yang mengerikan jikalau semua makhluk yang berada di feltagon akan saling menghancurkan satu sama lain, hanya saja derav sangat keliru terhadap para manusia yang menginvasi makhluk yang berada di bagian utara feltagon, karena menurut derav, menginvasi kota yang dimana masih satu negara dengan kotanya adalah perbuatan bodoh dan bisa memperlemah negara sendiri,
"Siapa yang berani mengacaukan negara yang aku kuasai" gumam derav yang memimpin perjalanan kelompoknya,
Feltagon utara di kuasai oleh derav sebagai
Feltagon timur di kuasai oleh cleorius pendiri feltagon
Feltagon barat, di kuasai archil salah satu pendiri feltagon
Seharusnya ada lima dewa, hanya saja kabar burung mengatakan, dewa tersebut mengutuk dirinya sendiri, menghilang dari sebuah legenda bahkan tidak di ketahui namanya,
"Siapkan penjagaan di gerbang, gunakan sihir panah api kalian untuk membakar menyerang saat musuh akan memasuki kota kita" ujar clarra kepada bawahannya,
"Baik ratuku" ujar iblis yang siap meluncurkan sihir panah api,
Sementara itu di perbatasan kota devillage, larks bersiap menyerang, dengan ambisi yang besar serta haus akan kekuatan untuk menguasai puncak makhluk tertinggi di feltagon, kota mallage mengerahkan sepuluh ribu pahlawan yang akan membantai semua penduduk devillage dengan jumlah 5000 makhluk dengan ras iblis,
Tapi clarra tidak ambil pusing jikalau harus kalah ataupun menang, karena perintah derav adalah yang utama baginya, dengan santainya clarra mengatur strategi bertahan dengan sempurna,
"Apa kalian sudah siap para pahlawan, jikalau siap, gunakan seluruh kekuatan demi kota kita, serta rampas seluruhnya yang dimiliki kota devillage" teriak larks yang memimpin pahlawan dengan semangat yang membara
"Kami siap hidup dan mati tuan" teriak semangat para pahlawan membalas teriakan tuan larks
"Gunakan sihir perlindungan agar serangan musuh tidak bisa mengenai langsung ke tubuh kalian, lalu gunakan serangan dengan sihir dan kekuatan fisik kalian" ujar larks yang mengarahkan
Sorak serentak sepuluh ribu pahlawan bergegas menerobos pintu gerbang kota devillage,
Namun dua ratus iblis yang berada di pintu gerbang melancarkan serangan panah sihirnya
"Seraaaang" dengan santai clarra memberi arahan kepada dua ratus iblis untuk menyerang dengan seluruh kekuatannya,
Namun serangan para iblis di blokir oleh sihir perlindungan milik para pahlawan yang di perbesar areanya oleh sihir perlindungan milik larks,
"Maju terus jangan pedulikan serangan musuh" teriak larks memberi arahan agar terus menerobos masuk,
Namun sangat di sayangkan usaha para pahlawan sangatlah sia sia, karena clarra beranjak dari kursinya,
Clarra mengaktifkan zona mana yang memperluas jangkauan serangannya, lalu mengaktifkan sihirnya
"Zona mana, sihir perluasan *jurang penyesalan, sayang sekali wahai manusia bodoh, bahkan dewa tingkat menengah pun tidak mau berurusan denganku" clarra membuat sepuluh ribu pahlawan, terkapar tiba tiba,
Lalu mengaktifkan anti sihir area, agar jiwa para makhluk itu tidak menghilang, tetap berada dalam anti sihir area, lalu membuatnya menjadi kecil, layaknya permen lolipop, hanya saja bukan gula ataupun sesuatu yang manis di dalamnya, melainkan sepuluh ribu jiwa pahlawan yang mati akibat sihirnya,
Clarra menyisakan satu pahlawan, yaitu, larks, clarra sengaja tidak membunuhnya karena clarra ingin mendemonstrasikan kekuatannya kepada orang yang menyuruh mereka
"Si sssiiiapa kamu sebenarnya" tanya larks kepada clarra, karena kekuatan clarra tidak bisa di ukur olehnya, dan tatapan larks dengan keputusasaan yang menyelimuti dirinya, terus bertanya tanya tentang sepuluh ribu pahlawan yang tiba tiba mati,
"Hmm, aku hanya menggunakan separuh sihir ku, itu belum seberapa loh, apa kamu ingin merasakan hal yang sama seperti mereka" jawab clarra dengan senyum yang haus akan jiwa,
Clarra membiarkan larks pergi, dan para iblis di kota devillage mengadakan pesta atas keberhasilan clarra yang membantai habis musuhnya,
"Puja ratu clarra, puja ratu clarra" begitulah sorak kemenangan ras iblis,
Setelah meraih kemenangannya, clarra menghubungi derav melalui telepati nya, clarra memberi tahu semua yang terjadi di devillage,
Clarra berniat menemui derav di saat itu, namun derav tidak mengizinkannya,
"Menurutku lebih baik kamu merayakan kemenangan mu dengan rakyat mu itu, masalah davos biar menjadi urusanku, hhmm tapi, simpanlah dulu itu, setelah malam tiba, silahkan temui kami" ujar derav memberi saran kepada clarra melalui telepati nya,
Bersambung............