The Darkness Within Me And The God Who Hates Me

The Darkness Within Me And The God Who Hates Me
Episode 3 Jimat



"siang hari di kontrakan davos"


obrolan mereka berdua mulai membosankan dan saling memandang satu sama lain.


"hei vos, apa kamu tidak merasa bosan dengan hidup kamu itu, tanya boy sambil menunjuk kepala davos.


"yaaa, mau bagaimana lagi, selepas MASA itu hidup aku sudah tak guna lagi boy" jawab davos sambil mengeluhkan pandangan ke bawah.


"aku sangat sadar boy, aku bukanlah lelaki yang mapan dan juga bukan anak yang baik,semenjak kejadian itu"


davos adalah 5 bersaudara seibu, dia pergi dari rumah karna merasa tidak enak dengan keadaan tubuh davos yang lemah hingga tidak mampu berkerja,


"ya ya ya, bagaimana pun kamu adalah sesuatu yang menarik bagiku vos, seburuk apapun itu pasti aku akan berusaha untuk memaklumi mu",


ujar boy sambil mengelus punggung davos.


sementara itu, hidan mencoba meneliti kejadian semalam sehingga membuatnya melamun di kamarnya, "tak ada wujud tapi sangat terasa getarannya, bahkan si sebut monster juga mereka tak terlihat,sudah pasti mereka adalah syetan" gumam hidan sambil menghembuskan nafasnya, lalu hidan berdiri melangkahkan kaki untuk pergi keluar


"di kediaman bora"


"hhmm... davos yah, proses latihannya terganggu dan aku yakin itu adalah iblis, menyerang aku secara tiba tiba dengan para bawahannya yang lumayan menyulitkan aku, semakin menarik bocah itu" gumam bora, "yosh lebih baik aku meditasi untuk meningkatkan ketajaman auraku"


bora melakukan meditasi nya untuk meningkatkan kekuatan energi tubuhnya dan auranya.


"sementara itu boy dan davos saling menghibur satu sama lain" .


tidak lama kemudian pintu kontrakan davos di gedor oleh seseorang.


"vos, vos ini aku hidan, cepat buka pintunya",


"uuhhhh, hidan ya, tunggu dulu boy aku akan membuka pintu terlebih dahulu" davos berdiri berjalan menuju pintu dan membuka pintunya,


"hehehe" hidan tersenyum saat davos membuka pintu,


"hei jijik kampret, hentikan senyum mengerikan mu itu", ujar davos "cepatlah masuk, di dalam sudah ada boy


"oh , ternyata si kampret ada disini juga" tanya hidan


"ya" jawab davos sambil berjalan kedalam


"ternyata sudah di dahului oleh si boy yah", hidan mencurigai boy telah menanyakan kejadian semala terlebih dahulu kepada davos


"ya , aku sudah bertanya terlebih dahulu tentang kejadian semalam"


boy menjawab kecurigaan hidan,


mereka bertiga asyik membicarakan tentang kejadian semalam hingga sore tiba dan,


"aku yakin yang menyerang bora dan wanita itu adalah syetan" ujar hidan dengan gertakan,


"mungkin" davos membalas perkataan hidan


boy menyangkal pernyataan mereka berdua,


"menurut aku, ini seperti ada kaitannya dengan kita, terutama davos" begitulah cara boy menyimpulkan kejadian semalam,


akhirnya davos mulai menyembunyikan apa yang telah di alaminya selama ini dan tentang mimpinya yang mempunyai ribuan pertanyaan, dia ketakutan akan adanya perbedaan pendapat diantara teman temannya.


boy dan hidan pulang karena mereka tidak menemukan secuil bukti untuk mengutarakan apa yang mereka pikirkan.


"malam hari"


bora mengakhiri meditasinya saat itu dan memperoleh jawaban untuk kedepannya,


"sebelum latihan malam ini, aku harus membuat jimat untuk mereka bertiga, agar proses latihannya lancar dan mereka bertiga mendapatkan pendamping dari spirit alam yang ada di semesta ini"


ternyata bora adalah ahli spiritual yang memakai kekuatan spirit alam untuk membantu orang.


"aha... ketiga jimat sudah jadi, hanya tinggal menunggu kedatangan mereka bertiga" gumam bora .


davos, boy dan hidan berkumpul di perempatan kampung halaman mereka,


mereka bertiga menuju rumah bora dengan penuh semangat,


"yeaaaaay jangan lupa membeli rokok dan kopi" teriak davos dengan penuh harap !


"berisik wahai kampret" hidan menggertak davos dengan perkataannya,


"pikiranmu itu selalu kopi dan rokok terus menerus" hidan menanggapi perkataan davos dengan setengah ngotot


davos terdiam saat hidan menggertak nya


"sesampainya di rumah bora"


"selamat malam suhu" sorak mereka bertiga menyapa gurunya


"yo malam teman teman, sebelum mulai silahkan nikmati kopi hangat buatan istriku"


ternyata sebelum kedatangan mereka bertiga, bora menyuruh istrinya yevi , untuk membuatkan kopi untuk teman temannya,


"ngaaaah, akhirnya harapanku terwujud, mari kita nikmati kopinya kawan" dengan semangat davos meminum kopinya


"dasar, tingkahnya itu terlalu seperti anak kecil saat di depan matanya ada kopi" lalu boy mendekati bora


"hhmm, apa suhu sudah memikirkan sesuatu agar untuk mencegah hal buruk seperti kemarin terjadi lagi" tanya boy kepada bora


"hehe, ternyata kamu memikirkannya ya boy, intuisi kamu sangatlah baik" begitu cara bora memuji boy yang sempat mengetahui strategi latihan malam ini


"baiklah, aku akan menjelaskan tentang urutan pelatihan yang aku berikan pada kalian" bora menjelaskan tentang apa yang dia maksud dengan pelatihan kemarin, hingga sampai detailnya mereka bertiga sangat terkejut dengan apa yang bora katakan


"haaaah, spirit alam" ????


sorak mereka bertiga yang terkejut oleh penjelasan bora


"ya, kemarin boy dan hidan sudah mendapatkan spirit alam tersebut, terkecuali davos yang sempat terhenti karena insiden tersebut"


lalu bora berdiri dan berjalan ke kamarnya,


"tunggu, aku mempunyai sesuatu untuk kalian bertiga"


"uumm, kira kira si tua bangka akan memberikan sesuatu pada aku boy dan hidan, aku tak perlu memikirkan itu, selama di depanku ada sebuah kopi, maka akan terasa indah kegiatan apapun yang aku jalani" gumam davos sambil tersenyum


bora kembali dari kamarnya dan membawa tiga buah kalung yang berisi jimat (tulisan mantra yang di tulis di kertas lalu di bungkus kain dan di jadikannya sebuah kalung) , lalu di berikan jimat itu kepada mereka bertiga


alangkah senangnya boy dan hidan menerima itu, terkecuali


"huh, apa gunanya jimat itu, sangat terlihat seperti sebuah kalung biasa dan memang hanyalah kalung biasa" davos menganggap kalung jimat itu seperti kalung yang biasa orang lain pakai


"sebelum kita berlatih aku ingin kalian bertiga masuk ke ruangan khusus yang selalu aku gunakan untuk bermeditasi" ruangan khusus tersebut adalah ruangan yang sering di pakai bora untuk bermeditasi, akhirnya mereka berempat berjalan menuju ruangan tersebut,


sebelumnya bora memberikan tiga kalung yang di sebut jimat, dan setelah selesai meditasi, bora menutup ruangan tersebut dengan aura dan energinya, bilamana ada sesuatu yang negatif, baik spirit alam negatif, aura negatif serta energi negatif


di saat mereka berempat akan melewati pintu ruangan tersebut, tiba tiba davos terpental jauh dari ruangan itu bahkan tubuh davos menghantam ke sebuah dinding,


"brruaaaaaaaaak, aaaaahhhkkkkkk "sialan apa yang terjadi ini, tubuhku sakit menghantam dinding ini, kampret sekali" dengan sedikit kebingungan dan rasa sakit, davos berusaha berdiri lagi, sementara bora boy dan hidan sudah melewati pintu masuk ruangan itu .


boy mencoba keluar dari pintu itu dan menarik lengan davos untuk membantunya berdiri, tiba tiba bora menarik lengan boy


"cukup boy, biar dia melakukan dengan usahanya sendiri" pikir bora, karna rasa sakit yang akan di alami davos bisa lebih parah dari kejadian ini bila dia terus di bantu dan tidak bisa mandiri


"cukup boy, aku bisa berdiri sendiri" ujar davos dengan sedikit kekesalan di hatinya


"sebenarnya si tua bangka ini merencanakan sesuatu hanya untuk aku saja, dari kejadian kemarin yang membuat aku pingsan, dan sekarang jebakan macam apa ini"


davos berpikir semua ini adalah rencana dari bora, davos berpikir mengapa hanya dirinya saja yang terbentur dalam pelatihan ini,


akhirnya davos tidak memberanikan dirinya untuk masuk dan tetap di luar pintu ruangan masuk, sementara itu mereka bertiga berniat untuk melanjutkannya tanpa davos.


bersambung.......