
boy sangat khawatir dengan perasaan davos yang tidak memasuki ruangan itu, "maaf jikalau boleh bertanya, apakah tidak apa apa meninggalkan davos di luar sendirian" tanya bou kepada bora ,
"tenang saja boy, aku sama sekali tidak ada niatan buruk kepada davos, maka tenang saja boy" jawab bora sambil berusaha membuat situasi menjadi tenang , "hei vos, tunggu di sana setelah mereka berdua selesai, aku akan membimbing mu" ujar bora
"baiklah aku tunggu, apa yang sebenarnya si tua rencanakan, aku mulai bosan dengan semua ini" begitulah ungkapan davos yang merasa terasingkan ,
"di dalam ruangan tersebut" bora memberi perintah agar boy dan hidan melakukan meditasi hingga mendapatkan spirit alam untuk di jadikan pendamping boy dan hidan
"kalian berdua duduk dan fokus, lakukan meditasi" bora memberi arahan kepada boy dan hidan,
"spirit alam akan mudah di dapatkan jikalau meditasi kalian sudah mencapai ******* nya"
"baik" boy dan hidan menerima arahan bora, terkejutnya mereka berdua karena aura di ruangan tersebut berubah, hembusan angin semakin kencang di ruangan itu, hawa dingin dan panas juga menyelimuti ruangan tersebut,
"ayok fokuskan meditasi kalian" sorak bora menyemangati boy dan hidan
boy beserta hidan berusaha memfokuskan meditasinya hingga mereka terbawa suasana yang ada di dalam ruangan tersebut,
sangat mengejutkan,boy dan hidan terjatuh pingsan dan tergeletak di lantai,
"hhmm mereka berdua sudah memasuki alam bawah sadar, ku harap mereka bisa menjalankan kontrak dengan spirit yang datang menyambutnya"
bora ikut bermeditasi di ruangan itu, agar mendapatkan pencerahan untuk menyelesaikan masalah davos yang belum di buka auranya sama sekali,
di saat yang bersamaan boy dan hidan bertemu dengan spirit alam yang wujudnya seperti manusia dan berbicara dengan spirit itu
disaat boy membuka matanya, "dimana ini, apa aku sedang berhalusinasi" boy mencoba membalikan badan, dan alangkah terkejutnya boy melihat wujud manusia dengan air mengelilingi tubuhnya,
"eh, apakah kamu spirit dengan element air " tanya boy sambil menggaruk kepala, spirit itu mengangguk dan memberi salam,
"salam wahai tuanku",
boy terkejut untuk ucapan salam dan memanggilnya tuan ,
boy berpikir lebih dalam , "apa ini yang di namakan kontrak dengan makhluk lain"
dengan polosnya boy bertanya tentang nama dan memperkenalkan namanya , "siapa namamu, dan cukup panggil aku boy saja tanpa menggunakan embel embel tuan hehehehe" boy mengucapkannya sambil tersenyum bahagia
"baiklah b bb boy, maaf makhluk seperti kami tidak mempunyai nama" , dengan gugupnya spirit itu menjawab keinginan boy agar tidak memanggilnya tuan,
"baiklah , jikalau begitu biar aku yang memberimu nama" dengan penuh semangat boy menyarankan agar dirinya yang memberi nama spirit itu, boy memikirkan nama yang pantas dengan spirit itu,
"hhmm , apa ya ,,, eh, bagaimana kalau aku beri nama kamu vierra, karena tubuhmu seperti wanita umumnya " ,
"baiklah tuan, nama saya sekarang vierra" boy sangat bahagia karena nama pemberiannya membuat spirit itu tersenyum,
di waktu yang sama
hidan di alam bawah sadarnya kebingungan karena tempat dia berdiri di kelilingi oleh api ,
"huaaaaaaaa, kenapa banyak api di sekelilingku , dan dunia apa ini semuanya seperti terbakar oleh api" disaat hidan kepanikan, api itu semakin mereda dan berkumpul di satu titik hingga membentuk tubuh wanita dengan otot yang kekar di hadapannya,
"hei, tunggu ,,, ini mimpi kan ,,, sudah pasti ini mimpi" hidan sangat panik hingga menampar kedua pipinya karena tidak tahu apa yang terjadi dan siapa wanita yang ada di hadapannya,
"salam tuanku, aku siap melayanimu" , spirit itu pun menyapa hidan yang sedang panik ,
"salam juga, kau siapa , dan untuk apa memanggil aku tuan" tanya hidan kepada spirit itu ,
"aku adalah spirit terpilih yang anda panggil dengan suara alam untuk berdampingan dengan anda" jawab spirit sambil menundukkan kepalanya
"sebelum itu, tolong tuan berikan nama untukku sebagai tanda ikatan antara aku dengan tuan",
"hhmm , apa tidak masalah memberimu sebuah nama" tanya hidan ,
"dengan senang hati aku akan menerima nama pemberian tuan" jawab spirit sambil mendekatkan tubuhnya kepada tuannya,
"baiklah, mulai sekarang aku akan memanggilmu terra" hidan memberi nama kepada spirit itu dengan wajah yang penuh semangat,
disaat yang bersamaan vierra dan terra masuk ke tubuh tuannya masing masing,
boy dan hidan tersadar kembali dengan aura yang berbeda dari sebelumnya
sementara itu bora masih melakukan meditasinya untuk menggali ketidak berhasilnya membuka aura dalam tubuh davos
boy berdiri dan berjalan menuju pintu ruangan untuk melihat keadaan davos ,
"hei kamu mau kemana boy" tanya hidan kepada boy sambil menarik tangan boy,
"aku akan melihat keadaan davos terlebih dahulu" begitu perkataan boy yang mengkhawatirkan davos,
"baiklah, tapi jangan sampai kamu keluar dari ruangan ini sebelum suhu mengizinkannya" ujar hidan meyakinkan boy akan tindakannya yang selalu khawatir terhadap davos,
boy menghiraukan ucapan hidan tersebut lalu pergi berjalan untuk melihat keadaan davos, di saat boy akan menyampai pintu ruangan, dia terkejut melihat davos tidak ada di pembatas pintu,
boy pun mulai panik serta khawatir akan perasaan davos,
boy berjalan kembali untuk memberi tahu hidan soal tidak adanya davos di pembatas pintu masuk,
"davos menghilang dari pembatas pintu" ungkap boy dengan sangat khawatir kepada davos dan mengajak hidan mencarinya,
tak lama kemudian bora telah menyelesaikan meditasinya, dan terkejut bora saat melihat boy sangat panik tanpa sebab,
"hei boy, ada apa , kamu terlihat sangat panik loh" tanya bora kepada boy , dan hidan bergegas menjawab pertanyaan bora itu, "si kampret itu terlalu memikirkan si davos suhu, sampai kepanikan begitu",
bora berdiri dan mencoba berusaha menenangkan boy tentang ke khawatirannya kepada davos,
"tenanglah boy, semua pasti akan berjalan lancar" usaha bora menenangkan boy berhasil , dan boy merasa lebih lega karena bora mencoba meluruskan apa yang dia maksud dengan membiarkan davos di luar pembatas pintu ruangan,
dan di akhiri kalimat "aku sudah mempunyai rencana jitu, cara agar davos bisa membuka aura dalam tubuhnya ,
di saat mereka bertiga di buat panik oleh davos ,
bora mengajak mereka keluar dari ruangan tersebut untuk bersiap berlatih di lapangan, agar lebih luas dalam pergerakan dan bisa menggunakan energi berskala besar juga terhindar dari kerusakan,
karena jikalau berlatih di lapangan akan memudahkan ruang gerak saat mengendalikan kekuatan spirit alam,
mereka bertiga meninggalkan ruangan tersebut , ketika mereka bertiga sampai di ruang tamu, terkejut bukan main , boy yang di buat panik oleh davos, mendadak kesal saat melihat davos sedang menikmati kopi dan asyik merokok dengan gaya santai davos mengatakan,
"lama sekali uji nyali kalian di ruangan yang gelap dan pengap itu"
boy sangat kesal dan mengepalkan tangannya, mencoba memukul davos dengan tinjunya, sayangnya davos menyadarinya dan bergegas berlari keluar, namun boy mengejarnya dengan penuh kesal,
"ngaaaah, kopi dan rokok adalah sepasang kekasih yang wajib aku nikmati"
slogan hidup yang sangat abnormal sekali ,,,,
bersambung.......