
Masih di hari keempat perjalanan davos dengan teman teman nya menuju kota emerald, melewati beberapa tantangan dan rintangan yang menghadang nya,
mereka berenang terus menelusuri sungai sampai mereka melihat jembatan besar, menyeberanginya lalu sampai lah mereka di sebuah hutan yang teramat panjang, dan meneruskan perjalanan,
Sementara itu di kota devillage terlihat clarra yang menatap ke langit dengan tatapan bahagianya, saat pesta berjalan clarra meninggalkan kotanya, pergi menuju derav, karena malam telah tiba, dengan sihir teleportasi nya clarra segera menghampiri derav,
Derav mengirim tanda posisinya kepada clarra, dan dia pun muncul di hadapan davos dan teman temannya,
"Eh, sihir teleportasi, siapa yang datang" gumam boy,
"Apa kamu membawanya" tanya derav kepada seseorang yang akan muncul di hadapan nya
"Aku membawa nya, jadi bersiaplah" ujar seseorang yang akan muncul di hadapan mereka,
"Musuh" gumam davos, dengan sigap dia melesat ke arah sihir teleportasi dan siap akan memberi pukulan
"Biar aku yang memberinya pelajaran, *hyaaaaaaaaaaaa* rasakan ini" davos yang siap menyerang seseorang yang akan muncul di melalui sihir lingkaran teleportasi, terhenti oleh sebuah pukulan,
*BRUAAAAAK*
"uwaaaaaaaa sakit," ujar davos, setelah menerima pukulan dari derav,
"Dan sekali lagi...." ungkap hidan yang mengutarakan nya dengan sebuah lagu,
"Hahahaha lagi, lagi dan lagi selalu begini" ujar boy yang menertawakannya,
"Ya, ampun tuan ini, sampai kapan akan bertingkah konyol dan membuat kesal istrimu" ??? Ujar clarra
"Uhhg, ternyata kamu clarra", ujar davos
Begitu lah yang terjadi saat kedatangan clarra di tempat yang mereka pijak,
Clarra membicarakan semua yang telah terjadi kepada derav dan membawa apa yang derav minta,
"Mari beristirahat sejenak" derav menghentikan perjalanannya, mendirikan sebuah rumah kecil seperti di pegunungan yang telah mereka lewati,
"Lebih baik kamu menemui nairra di Kotanya" setelah memberikan sepuluh ribu jiwa kepada derav, clarra pun pergi mengikuti perintah derav,
Mereka berenam pun istirahat, derav membuat tiga rumah kecil yang dimana satu rumah di isi oleh pasangan tersebut,
Davos bersama derav,
Boy dan vierra,
Hidan dan terra,
Rencana derav saat ini adalah ritual penyerapan energi sihir, antara manusia yang di pilih dan roh,
Manusia yang di pilih adalah boy dan hidan, sementara davos itu adalah yaaa,,, pria konyol dan sangat payah,
Mereka memasuki rumah itu secara berpasangan, karna menurut derav, rencana pertamanya telah gagal, karena manusia yang terpilih belum mengolah kekuatan yang ada padanya,
Boy langsung terbaring di kasur untuk melepas lelahnya, tiba tiba vierra datang langsung menerkam tubuh boy layaknya singa sedang bahagia,
"Eh, ada apa vierra, kamu terlihat kegirangan begitu" ungkap boy,
"Eeumm, menikahlah dengan ku tuan" ujar vierra yang mengejutkan boy, keadaan sudah tak bisa di pikir oleh akal lagi, boy berkeringat dingin,
"Hmm, apa itu akan menyenangkan mu" tanya boy kepada vierra
"Uuhhmmm" vierra menganggap tersenyum,
Saat itu pun terjadilah sesuatu yang mengesankan, mereka berdua saling menikmati malam ini,
Sementara di rumah kecil lainnya, hidan melakukannya tanpa basa basi bersama terra yang bersemangat,
Di rumah kecil pasangan davos dan derav,
"Uumm, sayang, kenapa kamu selalu membuat tempat istirahat yang di isi dengan satu pasangan, kenapa tidak memunculkan rumah yang besar dan berisi tiga kamar di dalamnya" tanya davos kepada derav,
(Derav hanya terdiam dan menatap wajah davos)
"Hei suamiku, apa kamu menerima wanita yang mempunyai tubuh kecil sepertiku" tanya derav,
"Jikalau mengejar nafsuku, loli takkan membuatku jatuh cinta kepadamu, hanya saja perilaku mu, yang selalu peduli denganku membuat ketulusan hadir menerima loli sepertimu, kemarilah sayang" jawab davos tentang pertanyaan derav
Sambil menelan sesuatu derav, membuka pakaiannya lalu mendekati davos,
Dia memeluk davos dan memanjakan dirinya, pelukan demi pelukan dia lakukan, belaian demi belaian mereka rasakan hingga mereka masuk ke dalam jurang kebahagiaan, tapi sayangnya semua terhenti saat derav meniupkan sesuatu kedalam mulut davos saat menciumnya,
Tiba tiba semua rumah yang di buat derav hancur, terhempas terpotong kecil kecil, menjadi lebur, di saat boy dan hidan selesai melakukan ritual nya bersama vierra dan terra
Mengguncang, menghempaskan semua yang ada di sekitarnya, merasakan hal tersebut, derav, boy, hidan berserta vierra dan terra membuat sihir perlindungan untuk melindungi diri mereka masing masing,
"Ya ampun, ada apa lagi dengannya, tapi setidaknya pakai dulu bajumu ratu" ujar boy yang melihat tubuh derav,
"Hadeuh, selalu berulah" pikir hidan,
"Hehehehe, sekarang dia mulai gila loh, apa kalian tidak mau menghentikannya, sekarang dia tidak akan mengenal siapapun termasuk aku" ungkap derav dengan tatapan bahagia,
"Ya, anggap saja ini sebuah pelatihan", ujar hidan melangkahkan kakinya mendekati davos,
"Tentu saja, kami tidak akan mundur sedikitpun" jawab boy
Lalu derav menyiapkan anti sihir berskala besar, lalu duduk menonton,
Boy yang tidak sadar jikalau yang di lakukan nya bersama vierra itu sebuah ritual, begitupun hidan yang membara penuh semangat ingin mendeklarasikan hasil berlatihnya saat di kota shafir, hanya saja ini adalah pertempuran tanpa sihir atau bertarung menggunakan kekuatan fisik,
Mereka berdua menghempaskan pukulan berkali kali kepada davos, namun pukulan tersebut hanya membuatnya mundur sepuluh langkah, tidak puas dengan hasilnya, boy dan hidan melepaskan tinju beruntun ke arah pundak davos secara bersamaan, lagi, lagi dan lagi, hingga saat dimana mereka terfokus kan dengan serangannya, tiba tiba davos menghilang ke arah belakang mereka,
"Eh, bukannya itu bahaya, hmm,,, kalau begini apa boleh buat," ujar derav
"Ratu" vierra dan terra meminta agar derav, membatalkan anti sihir nya,
"Baiklah" derav membatalkan anti sihirnya,
Saat davos berada di belakang boy dan hidan, dengan cepat vierra dan terra berteleportasi ke arah mereka berdua yang sedang dalam ancaman, untuk memblokir serangan davos yang tertuju ke arah boy dan hidan dengan sihir perlindungan air dan sihir perlindungan api,
*Jleeegerrr*
Karena anti sihir di batalkan, maka pukulan davos di ikuti oleh sihir apinya yang menghempaskan mereka berempat ke tanah,
"Ya ampun, sungguh kekuatan yang maha dahsyat" ujar terra,
"Jikalau begitu kami pun akan serius" ungkap keinginan vierra,
Sementara hidan dan boy tidak tahu apa maksud dari vierra dan terra,
Sebelumnya, kejadian di rumah kecil tadi adalah ritual penggabungan, antara tuan dan rohnya, untuk memperbesar sihir beserta kekuatan fisiknya, berbeda dengan maksud boy dan hidan, mereka berdua berpikir kalau tadi itu hanya hubungan layaknya suami istri saja,
"Tuan gunakan lah energi kalian dan fokuskan hanya untuk bergerak lebih optimal, dan buanglah gerakan yang sangat tidak menguntungkan" ungkap kedua roh vierra dan terra,
"Sihir penggabungan"
vierra dan terra yang memiliki tubuh indah dan menawan pun berubah menjadi dua pedang serta armor untuk tuan mereka,
"Ini menakjubkan" ujar boy,
"Hei, apa kita bisa memulainya sekarang" ungkap hidan dengan ke tidak sabaran nya,
Mereka langsung melesat cepat, menghantam dan menebas davos berkali kali, serangan mereka berdua sangat terpusat dengan energi yang besar,
Melesat, menghilang, melakukan tebasan beruntun, namun davos yang menjadi makhluk yang menakutkan dengan tubuh yang di selimuti api, sedikit demi sedikit tebasan mereka membuat davos setengah sadar, semakin banyak menerima luka kesadaran davos makin terkontrol, hanya saja davos pura pura tetap tidak terkendali,
"Hmm sepertinya ada yang aneh, ujar boy saat melihat davos yang di serang, tanpa perlawanan darinya,
*sihir penggabungan yora* dan *sihir penggabungan derav*
Bersambung................