
setelah berubah wujud davos mengingat tentang mimpinya yang pernah dia abaikan di hari itu, davos memejamkan matanya terus mengingat mimpi tersebut dengan keempat sosok wanita itu, si iblis, elf, vampir, dan valkrye,
davos mengingat bentuk tubuhnya,
dua sayap dan bulu yang menyelimuti tubuh davos dari ujung kaki hingga ke leher mengalami perubahan, hanya saja bagian wajah tetap sama, serta muncul kedua telinga burung dan dua tanduk yang terpotong sebelah,
lantas keempat roh agung mendekati davos serta memeluknya, ya,,, sudah jelas perilaku mereka akan membuat derav cemburu,
bora, boy dan hidan terkejut bukan main melihat davos yang sekarang, terutama gelarnya sebagai raja dari kota tafear,
bora menjelaskan kejadian dulu yang menimpa davos di ruang meditasi di rumah bora,
"hei lihat dan ingatlah kejadian saat kalian di latih bermeditasi hingga mendapatkan spirit alam di rumahku, yang kalian lihat sekarang adalah suatu kebenaran" ungkap bora
"ya saya paham, bahwa dalam diri davos mengandung spirit alami dari sihir kegelapan, sedangkan suhu membentengi pintu masuk ruang meditasi dengan sihir cahaya, hanya saja davos belum paham betul cara menggunakan sihirnya sampai sekarang ini" boy mencoba meluruskan pernyataan bora tentang semua hal yang sebenarnya terjadi di waktu sesi pelatihan murid baru,
"oh jadi begitu yah" sambung hidan mencoba memahami perkataan bora dan boy,
di saat derav yang tadinya kagum melihat evolusi davos menjadi manusia setengah binatang
(davos berevolusi karena besarnya sihir 4 roh agung yang menemaninya saat penyambutan dirinya menjadi raja) berubah menjadi benci dan membuat nya muak ketika 4 roh agung memeluknya, ingin marah lagi lagi dan lagi yang di rasakan derav, sehingga derav menyuruh jendral pembawa acara untuk menyudahi acara penyambutannya dan di lanjut dengan pesta di malam harinya ,
"dasar pria bodoh, tolol, tidak pernah mengerti apa yang aku inginkan" gumam derav sambil meninggalkan ruangan tanpa sepengetahuan siapapun,
"akhirnya aku bisa memeluk tuanku dengan bebas" gumam nairra yang keasyikan memeluk tuannya bersama tiga roh lainnya,
tidak luput dari sikap konyolnya sang raja yang terbawa suasana,
"hhmm, apakah kalian berempat ingin memiliki anak dariku, tanya davos kepada, nairra, athifa, alsava, dan clarra,
"uuummm iya tuanku" akhirnya sang raja merasa senang karena di kelilingi wanita yang pernah dia liat di manga,,,
"tunggu sebentar" davos melepaskan tubuhnya dari pelukan keempat wanita roh tersebut, dia berjalan ke samping kanan dimana boy duduk di kursi itu, boy sedikit gugup dan takut dengan tatapan davos yang mengerikan, boy tak berdaya karena yang boy pikir davos akan menghantamnya, membalas perbuatan yang pernah di lakukan nya saat pelatihan di lapangan,
tapi di saat boy panik di buatnya, alangkah kaget nya dia ketika davos memegang tubuh boy dan berkata,
"hei kampret , mana jatah kopi dan rokok ku, sehari tanpa mereka bisa membuat ku sekarat mendadak" begitulah yang di katakan davis kepada boy,
"aku kira kamu tidak ingat kepada kami setelah kamu menjadi raja" ujar boy
"ya, aku pun sempat berpikir begitu boy, berubah menjadi apapun aku tetaplah aku, si davos yang selalu membutuhkan kopi dan rokok dalam kesehariannya" ungkap davos dengan gerakan lebay nya,
"ya ampun vos davos, sudah menjadi raja pun tetap minta traktiran dari ku, bedebah sangat kamu ini vos" ujar boy menceramahi dengan sikap tenangnya,
di saat itu jendral pembawa acara menutup acara penyambutan, serta mengumumkan acara selanjutnya yaitu mengadakan PESTA malam ,
bora, boy, dan hidan pergi ke kamar tamu yang sudah di siapkan, "tiga kamar yang berbeda sudah kami persiapkan, selamat menikmatinya" ujar pelayan yang mengantar mereka
sedangkan derav menepi di sebuah sungai kota tafear dan merenung hingga sore hari menjelang malam, sementara itu di halaman rumah raja/ratu, masyarakat berbondong bondong mempersiapkan segalanya untuk sebuah pesta yang meriah
sementara davos pergi ke istana diantar oleh pengawal,selang waktu berjalan dia merasa bosan, lalu mencoba pergi ke luar istana, melesat terbang ke atas,
davos sudah berada jauh dari istana, saat perjalanan santai di langit davos mendengar sebuah ledakan di tepi sungai,
"Duaaaaaarr"
davos terhenti saat mendengar suara ledakan yang dahsyat, "eh, suara apa itu"
"Duaaaaaarr" sekali lagi ledakan dahsyat itu terdengar oleh davos hingga davos melihat sumber darimana ledakan itu berasal, hingga lagi dan lagi ledakannya terlihat di mata davos
"hei, ini bukan proses pengambilan film action-adventure kan" bergegas davos melesat mendekati ke arah sumber ledakan tersebut, hingga ia berhenti dan mengintip di sebuah pohon,
"tunggu, bukankah itu si loli yang sering memukulku, kalau tidak salah namanya derav yah, kalau di biarkan wilayah sungai akan hancur lebur olehnya, jikalau aku langsung mendekatinya pun pasti dia akan memukul aku lagi" gumam davos yang melihat derav mengamuk dengan sihirnya yang meledakkan beberapa kali hingga sungai terlihat berantakan, ribuan ikan mati, serta tumbuhan di sekitar yang di selimuti api hitam, di buat penasaran davos mencoba untuk mengintipnya lebih dekat lagi,
apa yang sedang derav rasakan dia ungkapkan dengan sebuah Ledakan yang bertubi tubi seakan ingin menghancurkan wilayah sungai, terus menerus meledakkan sambil melontarkan ocehannya yang di ulang berkali kali,
"dasar bodoh, tolol, payah, enyah lah dari hadapanku wahai pria tolol, lebih baik kamu tidak ada dan lenyap di depanku bodoh, davos bodoh, davos tolol, davos adalah lelaki yang tidak pernah peka terhadap orang lain , dia memang pantas ku pukul terus menerus hingga tubuhnya hancur, dasar payah aaaaarrrrrgggghhhh" teriak derav dengan kekesalannya kepada davos
"ternyata aku yang menjadi penyebab marahnya si loli itu, ya ampun, selama ini aku memang sangat payah" gumam davos yang sedang mengintipnya,
"hhmm jikalau begitu, sudah tidak ada yang diragukan lagi, begitupun dengan para makhluk yang berada di sini, memanggil dia ratu bahkan, dia pun di takuti di kota ini, bagaimana pun dia sudah berusaha untuk membuatku terpandang sebagai raja di kota ini, YA ,,, AKU HANYA PERLU MENCINTAINYA DENGAN KETULUSANKU" ujar davos sambil berjalan mendekatinya,
sangking marahnya derav tidak peduli dengan sekelilingnya, lagi dan lagi ledakan terjadi, disaat davos menghampirinya dia terkena ledakan tepat di tubuh bagian kirinya sehingga davos kehilangan sayap dan tangan kirinya, dengan sebuah keputusan dan tekad davos saat ini dia tidak peduli, karna baginya terluka di kota ini sudah menjadi hal yang biasa,
akhirnya ledakan demi ledakan terhenti, ternyata davos sudah menggapai tubuh derav serta memeluk nya dengan satu tangannya yang tersisa,
derav terkejut dan perlahan lahan memutar kan wajahnya untuk melihat siapa yang telah memeluk tubuhnya, terkejut dia saat melihat davos memeluknya,
"tanganmu, sayap kamu, apa itu karena aku" tanya derav kepada davos,
"eh, ini ya, aku pun tidak tahu, hanya saja ketika aku tepat di belakangmu, aku tak merasakan apapun, hingga aku bisa memeluk kamu dengan segenap perasaan tulus ku" jawab davos "sial aku sudah tidak bisa menahannya, terasa sangat sakit sekali, demi kelancaran nya, dan juga aku yang sudah menjadi raja, aku tidak boleh terlihat sedih ataupun menangis di depannya" gimana davos yang sedang merasa kesakitan,
davos tak sadarkan diri, karena tak kuat menahannya lagi,
"dasar davos payah,,, terima kasih untuk ketulusan yang telah kamu berikan padaku" ujar derav, sambil tersenyum dia menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan luka davos yang fatal akibat perbuatannya, setelah tangan dan sayap itu kembali di tubuh davos, derav merubah nya kembali menjadi manusia, juga telah mengembalikan semua yang hancur karena ulah nya ke kondisi semula,
setelah tubuhnya utuh dan menjadi manusia davos sadar dan membuka matanya perlahan, terlihat air mata bahagia berjatuhan dari wajah derav, davos bergegas mengusapnya berkali kali,
"sudah jangan menangis lagi hahahaha " ujar davos sambil tersenyum, dia sangat senang melihat tubuh loli nya derav tidur di atasnya, yang membuat davos terkejut terheran heran,
"******uuumm hangatnya******" gumam davos, tidak lama kemudian paha derav menyentuh bagian penting davos, sehingga membuat situasi menjadi sangat mendebarkan,
"kyaaaaaaa, sangat terasa sentuhannya, jangan jangan, eh aduh,,uuhhhh hentikan hentikanlaaaaaaaaah"
bersambung.......