TEARS OF LOVE

TEARS OF LOVE
BAB 9



...▪▪▪...


Sepanjang perjalanan pulang Hyun-Ra termenung memikirkan Cho Kyuhyun yang malam ini sikapnya jauh berbeda. Pria itu hanya menjawab ketika ditanya, dan merespon ketika diajak bicara. Selebihnya, Kyuhyun lebih banyak diam dan seolah keluar dari lingkaran kehangatan.


Daehyun menghentikan mobilnya di pekarangan rumah Hyun-Ra, lalu meraih tangan gadis itu untuk digenggamnya.


"Apa yang kau pikirkan?" Daehyun menatap heran. "Apa ada yang mengganggu pikiranmu, atau membuatmu tidak nyaman selama berada di rumahku?"


Hyun-Ra menggeleng. "Tidak, Dae, semuanya baik-baik saja. Aku merasa nyaman karena ayah dan ibumu begitu baik padaku, mereka orang-orang luar biasa tapi mau menghargaiku yang bukan siapa-siapa." Hyun-Ra mendesah dengan kening berkerut. "Hanya saja ... aku berpikir mungkin adikmu yang tidak menyukai kedatanganku."


"Kenapa berpikir begitu?"


"Karena dia tidak seperti saat pertama kau mengenalkannya padaku."


Daehyun tersenyum, tangannya terangkat mengelus sayang pipi Hyun-Ra.


"Jangan khawatirkan dia, Kyuhyun mungkin hanya sedang ada masalah pribadi dan aku yakin dia pasti baik-baik saja."


"Tapi aku takut dia tidak menerima kau membawa perempuan rendahan sepertiku. Mungkin saja dia ingin kau bersama dengan perempuan yang— "


"Sstt," Daehyun memotong. "Jangan mengatakan apapun lagi, apalagi kata-kata seperti itu. Percayalah, adikku tidak mungkin punya pikiran begitu. Dia tidak pernah memandang rendah siapapun, jangan cemas."


Lalu kalau begitu ada apa dengan Kyuhyun? Apa yang membuatnya jadi seperti itu?


Hyun-Ra benar-benar diliputi rasa penasaran sekaligus kecemasan yang terus melilit.


...▪▪▪...


Semenjak malam itu, sikap Kyuhyun jadi lebih baik dan juga lebih buruk.


Lebih baik karena Kyuhyun tidak lagi mengusili atau mengencani banyak perempuan, lebih memilih menghabiskan waktu di rumah sambil berlatih piano dari pada berpesta ria dengan teman-teman seperti yang biasa ia lakukan.


Lebih buruk karena ia tidak mau lagi datang ke perusahaan bagaimanapun cara ayah dan kakaknya membujuk, dan itu membuat sang ayah bingung dalam menentukan sikap. Karena tujuan utama beliau menarik Kyuhyun ke perusahaan, agar anak bungsunya itu lepas dari kehidupan artisnya dan tidak lagi menimbulkan skandal dengan banyak perempuan.


Selama seminggu ini Kyuhyun selalu dihantui perasaan aneh yang mendiami hatinya, perasaan yang membuatnya terus menerus membayangkan Hyun-Ra, mengingat saat ia menyentuh bibir gadis itu, hingga tubuhnya memanas dan ia merasa pening dalam usaha menahan hasratnya. Kyuhyun tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah dialaminya.


Dan yang lebih parah lagi, beberapa kali ia memimpikan Hyun-Ra dalam tidurnya, beradegan mencium gadis itu sambil memeluk tubuh mungilnya, lalu Kyuhyun akan terbangun dalam keadaan bergairah, hingga kemudian berfantasi liar tentang Hyun-Ra dan tubuh telanjangnya.


Kyuhyun merasa dirinya mulai gila.


Kenapa harus kekasih kakaknya? Kenapa tidak perempuan lain saja supaya ia lebih mudah mengatasinya?


Seperti halnya sekarang, Kyuhyun tidak bisa berkonsentrasi dalam berlatih piano, tak bisa fokus pada aransemen lagu yang diciptakannya, bahkan selalu salah dalam menulis lirik dengan benak yang terus melenceng kepada Hyun-Ra.


Kau harus menemui gadis itu atau kau akan gila mengenaskan, Kyu.


Lagipula Daehyun sedang keluar kota dan kau bisa leluasa melakukan apapun yang kau mau ....


Kyuhyun langsung beranjak dari kamarnya setelah merasa tidak tahan dan apa yang dikatakan benaknya adalah benar, ia harus bertemu Hyun-Ra atau kegilaan ini akan lebih menggerogoti kewarasannya.


Setengah mengebut Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju rumah Hyun-Ra. Persetan dengan semua bisikan malaikat putih yang menyuruhnya untuk berbalik dan mengurungkan niatnya. Ia tidak bisa terus begini.


Kyuhyun menghentikan mobil silvernya di pekarangan kecil rumah Hyun-Ra, mobil yang biasa digunakan Daehyun ke mana-mana. Ia turun dan mengetuk pintu, menunggu dengan antusias, dan ia teringat untuk menyisir poninya ke belakang, menampakkan keningnya yang indah seperti bagaimana penampilan Daehyun setiap harinya.


Pintu terbuka dengan sosok cantik itu menyambutnya. Senyumnya tampak manis dan Kyuhyun langsung terpenjara.


"Dae?" Hyun-Ra bergumam heran. "Kau sudah pulang dari luar kota? Kau bilang akan sampai besok siang berada di sana?"


"Aku merindukanmu."


Hyun-Ra terenyuh. "Masuklah. Di luar mendung dan sebentar lagi pasti turun hujan."


Kyuhyun mengikuti Hyun-Ra dengan tatapan tak lepas dari sosok di depannya, rambut halusnya, tubuh mungil tapi menggodanya, bahkan kaki jenjang Hyun-Ra yang terlihat istimewa ... Kyuhyun mengetatkan giginya mencoba menahan gejolak rasa, namun ia benar-benar tak kuasa. Ia mendekap Hyun-Ra dari belakang.


"D—Dae ...." Hyun-Ra menggeliat ketika Kyuhyun menyingkap rambut dan mengecup lehernya. Langkah mereka terhenti di tengah ruangan, dan entah bagaimana Hyun-Ra jadi merasa kalau Daehyun kali ini berbeda, terasa liar dan panas membara. "D—Daehyun ...."


"Aku merindukanmu, please, biarkan malam ini aku bersamamu."


...▪▪▪...


Nyaris saja Kyuhyun menuntaskan gairahnya malam itu juga kalau saja tidak dihentikan oleh tatapan takut Hyun-Ra melihat tubuh ereksinya. Gadis itu memucat ketika Kyuhyun melorotkan celananya dan membimbing Hyun-Ra untuk menyentuh miliknya, membuat gadis itu membeku hingga kemudian terlihat ketakutan. Kyuhyun tidak tega untuk meneruskannya meskipun tak ada kata penolakan dari Hyun-Ra.


Di luar sudah turun hujan dan suasana berubah dingin, membuat Hyun-Ra jadi tenggelam saat tadi ia ******* bibirnya, saling berpelukan di sofa ruang tamu, sampai kemudian ia membawa gadis itu ke kamar dan berniat memilikinya dengan bisikan-bisikan iblis yang terus mempengaruhi.


Dan akhirnya, Kyuhyun memutuskan berhenti melihat Hyun-Ra yang tidak siap.


"Maafkan aku, Sayang," Kyuhyun berbisik, mereka sekarang berbaring di ranjang Hyun-Ra dengan Kyuhyun memeluknya erat. "Aku tidak bermaksud membuatmu takut, aku khilaf, aku terbawa suasana dan mungkin juga karena aku terlalu merindukanmu."


Dan maafkan aku harus menyamar menjadi Daehyun hanya untuk bisa mendekapmu dalam pelukanku ....


Hyun-Ra mendongak lalu menyentuhkan telapak tangannya di pipi Kyuhyun.


"Maafkan aku juga, aku belum bisa membuatmu senang .... Aku—aku belum siap ...."


"Tidak apa-apa." Kyuhyun mengusap bibir Hyun-Ra dengan jarinya, melarang gadis itu meminta maaf. "Aku akan menunggu, sampai kau merasa siap."


"Kau tidak marah?"


"Tidak ...."


"Tapi kau pasti kecewa."


Dan mampukah ia ... jika nanti harus menyaksikan gadis ini menikah dengan kakaknya?


Namun paling tidak, untuk sekarang, ia ingin menikmati kebersamaan ini tanpa memikirkan fakta yang sebenarnya, sebelum kakaknya pulang dan ia akan sulit merasakan kedekatan seperti ini lagi.


Kyuhyun menarik dagu Hyun-Ra lalu menundukkan wajahnya, mengulangi hal yang sudah ia lakukan tadi, memagut bibir itu dan mengecap seluruh permukaannya, menghisap dengan penuh perasaan.


Awalnya Kyuhyun tidak ingin membuat ciuman itu jadi membakarnya, dan Hyun-Ra pun masih bisa mengimbangi. Tapi lama kelamaan ciuman Kyuhyun berubah menuntut hingga Hyun-Ra kelimpungan dalam membalasnya.


Ternyata, Kyuhyun tidak bisa jika tidak mencium Hyun-Ra dengan cara sesensual itu, hal alami, dan itu terdorong dari nalurinya sendiri.


...▪▪▪...


"Tidak bisa tidur?" Kyuhyun berbisik mendapati Hyun-Ra masih terjaga di pelukannya. "Atau kau tidak nyaman kita tidur seperti ini? Aku bisa tidur di sofa."


"Tidak." Hyun-Ra mendekap lengan Kyuhyun yang melingkar di perutnya, mencegahnya untuk pergi. "T—tidurlah bersamaku."


"Tapi aku bisa khilaf dan mengulangi hal tadi."


"Pasti kau sedang kesurupan makanya sekarang jadi mesum?"


Kyuhyun tergelak. "Sepertinya memang begitu. Ada iblis yang menguasai tubuhku dan menyuruhku menidurimu. Kurasa iblis ini akan mendiami tubuhku untuk waktu yang lama."


"Jangan membuatku takut!" Hyun-Ra memukul pelan lengan Kyuhyun. "Kau tidak boleh berbuat macam-macam! Bagaimana kalau aku sampai ...."


Kyuhyun mengernyit. "Sampai hamil?"


Hyun-Ra langsung merona. "Y—ya,"


"Gampang, kita tinggal menikah dan semuanya akan beres."


Dengan siapa? Benak Kyuhyun tiba-tiba menjawab. Menikah denganmu atau dengan Daehyun?


Kau sekarang sedang menyamar, ingat?


"Pokoknya kau tidak boleh macam-macam!"


Kyuhyun diam.


"Janji, Dae ...."


"Aku tidak bisa berjanji."


"Kau harus janji!"


"Tidak."


Hyun-Ra mendengus kesal, membuat Kyuhyun mengeratkan dekapannya.


"Tidurlah," bisiknya di telinga Hyun-Ra. "Atau iblis ini akan menggila kalau kau masih terjaga."


Meski kesal, Hyun-Ra akhirnya menurut juga, terlebih ia memang sudah mengantuk.


Hyun-Ra memejam dengan alarm waspada, karena apa yang Daehyun lakukan malam ini sungguh berada di luar dugaannya. Selama ini Daehyun tidak pernah seperti itu, panas dan liar ketika mereka sedang berdua di dalam rumah. Ini pertama kalinya dan sejujurnya Hyun-Ra cukup terkejut. Daehyun yang biasanya selalu sopan dan menjaganya, tidak pernah melampaui batas dalam bermesraan.


Tetapi kali ini ....


Pipi Hyun-Ra memanas mengingat setiap cumbuan Daehyun sedari tadi, ciuman pria itu, usapan bahkan remasannya ..., demi apa, Hyun-Ra sama sekali tidak menyangka Daehyun bisa mencumbu sejauh itu.


Bagaimanapun juga, Daehyun tetaplah pria normal yang bisa saja menuntut kepuasan darimu, Hyun-Ra, kenapa kau merasa heran?


Lagipula masih untung dia memintanya padamu. Kalau sampai dia menginginkan itu dari perempuan lain, bagaimana?


Seketika Hyun-Ra diserang ketakutan membayangkan Daehyun mencari kepuasan pada wanita lain karena ia tidak bisa memberikannya. Terlebih Daehyun memang menjadi dambaan banyak perempuan, akan sangat mudah bagi kekasihnya itu mendapatkan perempuan seperti apapun, yang bahkan mungkin akan melemparkan dirinya dengan suka rela.


Mata Hyun-Ra membuka dan ia berbalik pada Daehyun, memeluk tubuhnya erat-erat.


"Kenapa? Masih belum bisa tidur?" tanya Kyuhyun.


Hyun-Ra menggeleng. "Kau ... tidak akan meminta itu pada perempuan lain 'kan?"


Kyuhyun mengernyit. "Meminta itu pada perempuan lain?"


"Aku takut kau ... bersama perempuan lain ... karena aku ... aku tidak ...."


"Dan bagaimana mungkin aku melakukan itu dengan perempuan lain kalau hanya kepadamu aku merasa penasaran?"


Hyun-Ra terdiam, mengamati pancaran Daehyun yang menunduk padanya.


"Hanya denganmu aku ingin melakukan," lanjut Kyuhyun. "Aku menginginkan itu denganmu, tidak dengan perempuan manapun."


"Kau ... serius?"


"Apa aku terlihat main-main?"


"Tidak." Hyun-Ra menunduk, merasakan dadanya seketika berdegup kencang.


Kyuhyun mendongakkannya. "Jangan cemaskan hal seperti itu lagi, hanya kau yang aku inginkan."


Hanya kau, Hyun-Ra ....