TEARS OF LOVE

TEARS OF LOVE
BAB 15



...▪▪▪...


Dini hari Hyun-Ra terbangun dan merasa haus, untuk kemudian menemukan dirinya berada di sebuah kamar yang tidak dikenalinya. Dengan cepat Hyun-Ra bangkit duduk, menyadari tubuhnya telanjang karena kain yang menutupinya melorot ke pinggang, hingga kemudian ia teringat apa yang sudah ia lewati bersama Daehyun. Ia menoleh segera, mendapati kekasihnya memang berada di sana, di sampingnya dan masih lelap dalam tidurnya. Mereka berada dalam balutan satu selimut, dan menilai dari keadaan Daehyun, ia yakin pria itu juga telanjang di baliknya.


Rasa percintaan semalam mulai membanjiri benak Hyun-Ra, membuatnya merona mengingat bagaimana Daehyun menyentuhnya. Namun seketika itu juga ia merasa was-was, cemas, karena Daehyun sudah mendapatkan mahkota berharganya, ia jadi takut kalau sewaktu-waktu pria itu akan bosan lalu pergi meninggalkannya.


Meski sebagian hatinya percaya Daehyun tidak akan berbuat yang menyakitinya.


Tiba-tiba gerakan di samping membuat Hyun-Ra jadi waspada, dadanya berdegup kencang, dan Daehyun masih memejam dengan wajah yang kini mengarah padanya.


Rambut Daehyun tampak jatuh ke wajah, poninya menutupi kening dan ada kalung titanium steel dengan inisial K yang menjuntai di lehernya. Padahal setahu Hyun-Ra Daehyun tidak pernah memakai kalung. Dan lagi, Daehyun terbiasa menyisir rambut dan poninya ke belakang dengan sisiran rapi, dan kebiasaan itu membuat rambut Daehyun jadi bandel dan akan kembali jika disisir ke arah berlawanan.


Daehyun yang berbeda, Daehyun yang sensual, dan Daehyun yang penuh dengan hasrat terpendam.


Dalam sekejap Hyun-Ra dihantam ketakutan dan rasa panik luar biasa. Benaknya mulai menerka-nerka kalau mungkin yang sedang bersamanya kini—yang semalam sudah mendapatkan kesuciannya ini—bukanlah Daehyun seperti yang diharapkannya. Tetapi dia adalah ....


"Kau sudah bangun?"


Hyun-Ra berjengit kaget saat tiba-tiba sebuah tangan menjalar di perutnya, menariknya hingga terbaring di bantal. 


Ya! Dia bukanlah Daehyun! Bukan Daehyun!


"Lepaskan aku!" Hyun-Ra langsung menyingkirkan tangan itu dan kembali bangkit duduk, bergeser marah. "Aku tahu kau bukan Daehyun!" Ia mulai merah padam setelah keyakinan itu benar-benar nyata. "Kau bukan Daehyun, tapi kau Kyuhyun!!"


Pria itu terdiam.


"Kau bukan Daehyun! Kau Kyuhyun! Cho Kyuhyun!!"


"Hyun-Ra, tenanglah, kau tidak perlu— "


"Kenapa kau lakukan ini?!" Hyun-Ra menjerit, air matanya mulai menggenang dan ia mengeratkan selimut menutupi dadanya. "Aku tahu kau buruk dan brengsek, tapi aku tidak menyangka kau akan sebejat ini, Cho Kyuhyun, kau bajingan!!"


"Hyun-Ra, biar aku jelaskan ...."


"Aku tidak ingin mendengar apapun dari laki-laki tak bermoral sepertimu! Kau biadap!"


"Hyun-Ra ...."


"Dan aku jijik sudah disentuh olehmu! Kau menjijikkan! Bajingan!!"


Kata-kata Hyun-Ra yang penuh makian itu ternyata mampu membuat Kyuhyun tersulut emosi. Niatnya untuk meminta maaf atas perbuatannya, dengan seketika berubah hingga memunculkan sikap angkuh dan arogannya, sikap seenak jidat dan main-main sesukanya.


Pria itu meraih Hyun-Ra hingga telentang lalu merangsek menindih tubuh mungilnya, mencengkram kedua tangan Hyun-Ra yang meronta.


Mata Kyuhyun menyala, keliarannya kembali dan persetan dengan semua anggapan gadis itu. Sekalian saja ia tidak tanggung-tanggung dalam kebejatannya.


"Aku memang bejat dan brengsek, Manis, dan aku tidak menyesal sudah menidurimu. Maki saja aku sepuasmu, dan aku senang sudah mendapatkan keperawananmu. Kau memang gadis mungil yang menggairahkan, seperti yang selalu aku katakan, tubuhmu nikmat, dan sepertinya akan membuatku ketagihan."


"Laki-laki biadap!! Lepaskan aku!!"


"Melepaskanmu?" Kyuhyun tersenyum iblis dan tatapannya berkabut penuh hasrat. Ia menekankan tubuhnya yang kembali mengeras di tubuh Hyun-Ra, menunjukkan bukti gairahnya. "Apa kau bisa merasakan itu? Aku menginginkanmu lagi, aku ingin memasukimu lagi. Dan karena kau sudah menyebutku laki-laki biadap, kenapa tidak sekalian aku tunjukkan kebiadapanku?"


"Terkutuk kau Cho Kyuhyun!!"


"Aku tidak peduli, lepaskan saja semua makianmu." Lalu dengan memaksa Kyuhyun merenggut kasar selimut Hyun-Ra, merentangkan kedua paha gadis itu dan memasuki tubuhnya untuk kembali memilikinya.


Hyun-Ra berontak keras, membabi buta, memukul dan berusaha mendorong tubuh Kyuhyun namun semua usahanya hanya sia-sia, tidak mampu melawan seorang pria yang sedang terbakar amarah dan gairahnya.


Dan pagi itu, Cho Kyuhyun benar-benar kembali menguasai tubuhnya.


...▪▪▪...


Hyun-Ra memasuki rumahnya dengan cepat lalu menutup pintunya rapat-rapat, menguncinya dalam beberapa kali putaran. Kyuhyun mengetuk-ngetuknya dari luar, berusaha berdamai dengan Hyun-Ra.


Tapi bagaimana Hyun-Ra akan menerima perdamaian itu setelah apa yang Kyuhyun lakukan padanya?


Pria itu berhasil mengejarnya ketika ia keluar dari kamar hotel dan dengan kekuatannya mampu membawa Hyun-Ra masuk ke dalam mobil, tidak membiarkannya pulang sendirian. Bahkan selama perjalanan, Kyuhyun terus mengajak berbicara namun Hyun-Ra tidak sedikitpun menanggapinya.


Yang terjadi di kamar hotel beberapa waktu lalu benar-benar sebuah perkosaan. Kyuhyun memperkosanya!


Memperkosanya!


Dan sekarang pria itu masih terus membujuk, tidak menyerah sekalipun Hyun-Ra mengusirnya dengan teriakan kemarahan.


Hyun-Ra bersandar di pintu dengan air mata yang mulai mengalir, air mata yang sedari tadi dibendungnya.


Tega sekali Kyuhyun melakukan semua ini padanya ....


"Hyun-Ra, aku mohon. Atau aku akan tetap di sini sampai Daehyun datang."


"Bisakah kau pergi dan tinggalkan aku?!!"


"Tidak sebelum aku bicara denganmu."


"Aku benci melihatmu, Cho Kyuhyun, aku muak melihat wajahmu!!"


"Aku tahu, tapi aku minta buka dulu pintumu."


"Tidak!!"


"Atau aku akan terus menunggu di sini."


Dan Hyun-Ra tidak tahu harus melepaskan kemarahan seperti apa lagi untuk mengusir Kyuhyun. Ia sudah memakinya, meneriakinya dengan penuh emosi namun tetap saja pria itu memasang kepala batu.


"Aku tunggu dalam satu menit dan kau harus keluar. Atau kalau tidak— "


Hyun-Ra berbalik dan membuka pintu rumahnya dengan kasar, menatap Kyuhyun penuh kebencian.


"Apalagi yang kau mau dariku? Apalagi?!!"


Aku mau seluruh yang ada di dirimu.


Kyuhyun mengamati raut Hyun-Ra dengan sedih, meskipun tidak ada penyesalan yang menyempil di dadanya.


"Aku ingin minta maaf. Aku tahu tadi aku kasar karena emosi. Apa di bawah sana terasa sakit?"


Hyun-Ra berpaling dari wajah Kyuhyun. Berani-beraninya pria ini bertanya seperti itu sekarang! Berani-beraninya dia bersikap seolah hal tadi bisa terhapus dengan kata maaf!


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu!"


Kyuhyun mengangguk, tidak ingin membuat Hyun-Ra semakin marah.


"Hubungi aku kalau terjadi sesuatu dengan dirimu. Aku meletakkan kartu namaku di dalam tasmu. Dan kalau kau ingin aku bertanggung jawab— "


"Pergi dari sini!"


Ucapan Kyuhyun terpotong, ia diam.


"Pergi dan jangan tampakkan dirimu di hadapanku lagi! Aku tidak ingin apapun dari laki-laki brengsek sepertimu!"


Kyuhyun mengamati Hyun-Ra dan ada banyak kebencian yang terpancar dari mata indah itu, membuat Kyuhyun merasa pilu.


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi aku tidak akan menarik kata-kataku. Datanglah padaku kalau terjadi sesuatu denganmu."


Hyun-Ra langsung melengos tanpa menjawab Kyuhyun, kembali masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu dengan bantingan kasar.


Kyuhyun masih terdiam beberapa saat, ada rasa bersalah yang datang dalam hatinya meski lebih mendominasi kepuasan setelah ia berhasil menuntaskan rasa penasarannya, meredakan bara api yang selama beberapa lama ini membuatnya sinting dan menggila.


Seperti yang ia katakan, ia tidak menyesal dengan apa yang terjadi malam tadi. Keperawanan Hyun-Ra benar-benar dahsyat, lebih memuaskan dari fantasi liarnya yang selama ini dibayangkannya.


Kyuhyun berbalik menuju mobilnya kemudian melesat pergi dari sana.


Sedangkan Hyun-Ra langsung melemparkan tasnya ke kasur, menangis, hingga kemudian tergesa-gesa masuk ke kamar mandi dan menghukum dirinya di bawah guyuran air.


Kelebat tentang kejadian di hotel tadi mulai mengganggunya. Ia menyentuh perut sampai ke daerah kewanitaannya, merasakan di sana terasa ngilu karena kejantanan Kyuhyun yang memenuhi dan menusuknya begitu dalam.


Tubuh Hyun-Ra merosot dan kali ini ia mengisak, memeluk lututnya dengan perasaan hancur.


Ia sudah ternoda oleh adik Daehyun, ia sudah kotor.


Lalu bagaimana nasib hubungannya dengan Daehyun?


Bagaimana ia akan menjalani dengan kesadaran bahwa tubuhnya sudah dijamah adik kembar kekasihnya?