Step Of Love (Teacher'S Love)

Step Of Love (Teacher'S Love)
diingatkan



“Ehm.”


Itulah yang dilakukan oleh Alvaro sesaat setelah berada di dekat Nina.


Nina yang kala itu sedang memakan makanannya pun tiba-tiba saja menjadi tersedak dan kemudian melihat ke arah sumber suara.


“Ba—bapak!?” ucap Nina gugup.


Alvaro pun hanya tersenyum dan kemudian bertanya, “Kami berdua boleh gabung gak duduk di sini?”


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Nina pun bingung mau menjawab apa namun pertanyaan Alvaro ini pun kemudian di jawab oleh Dimas dengan berkata, “Silakan, Pak. Gak apa-apa. Gak ganggu kok.”


Mendapatkan jawaban seperti itu, Alvaro pun langsung tersenyum dan kemudian duduk diikuti oleh Randy.


Setelah mereka duduk, Alvaro mencoba bertanya, “Kalian berdua sudah lama saling kenal?”


Mendengar pertanyaan Alvaro seperti ini, baik Nina maupun Randy, keduanya sama-sama melongo. Mereka heran kenapa Alvaro bisa sampai menanyakan hal seperti itu.


Sementara itu, Dimas yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun menjawab, “Gak kok. Kami baru saja mengenal. Itu pun tidak sengaja.”


“Oh,” sahut Alvaro.


Melihat cara Alvaro bertanya seperti itu, Dimas pun bertanya, “Memangnya ada apa Pak?”


“Oh. Gak ada apa-apa. Hanya saja gak biasanya Nina ini ke kantin. Maka dari itu, tadi aku bertanya seperti itu,” jelas Alvaro.


“Oh soal itu. Iya. Tadinya Nina juga gak mau. Hanya saja aku yang memaksa dia. Soalnya di sekolah ini, belum ada banyak orang yang aku kenal,” ucap Dimas.


“Memang kamu gak ada niatan untuk mengenal siswa di sini?” tanya Randy.


“Mau sih mengenal mereka. Hanya saja aku ini termasuk tipe orang yang susah mengenal orang. Kalau pun mau mengenal, pasti butuh waktu lama,” jelas Dimas.


“Oh begitu. Kamu udah punya pacar?” tanya Randy lagi.


Dimas pun mengangguk dan kemudian berkata, “Aku udah punya tunangan. Hanya saja sekarang ada di kampung. Hehehe..”


***


Mendengar ucapan Lila, Alvaro pun bertanya, “Lo mau ke mana, Lil?”


“Gue mau pindah kerja, Al. Jaga Nina ya,” pesan Lila dan diangguki oleh Alvaro.


Setelah mengatakan hal itu, untuk beberapa saat mereka pun mengobrol dan bersenda gurau seperti biasanya. Hingga akhirnya sesaat sebelum pergi, Lila berbisik pada Alvaro dengan berkata, “Al, lo jangan lupa menengok keluarga Nina yang tersisa untuk meminta ijin. Lo nikah sama Nina, gak mungkinkan sembunyi-sembunyi dari keluarga? Khususnya keluarganya?”


Diingatkan seperti itu, Alvaro pun berkata, “Iya, Lil. Makasih banyak ya. Biar nanti aku pikirin dulu gimana baiknya.”


“Ya sudah. Pikirkan baik-baik,” ucap Lila.


***


Setelah kepergian Lila dan kejadian Dimas itu pun membuat mereka berdua makin mengerti akan perasaan masing-masing.


Dan malam itu, saat Azka sudah tertidur pulas, tiba-tiba saja pintu kamar Nina dibuka oleh seseorang.


Ya, orang itu adalah Alvaro. Nina yang saat itu hendak belajar pun tiba-tiba terkejut dan bertanya, “Ada apa, Pa?”


“Ma, ke kamar papa aja yuk belajarnya,” ajak Alvaro.


“Oh. Sebentar, Pa. Aku ambil buku dulu,” ucap Nina dan Alvaro pun mengangguk.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun pergi ke kamar Alvaro dengan Nina mengekor di belakangnya.


Begitu mereka sampai di dalam kamar, dengan cepat pintu ditutup oleh Alvaro dan kemudian Alvaro pun langsung memeluk erat tubuh Nina.


“Ma, aku kangen banget.”


‘Cup’


Bersambung...