
ketika Ariel memasuki kota dia berjalan dengan santai dan melihat sekelilingnya, kotanya tidak terlalu besar tetapi jalanan nya cukup luas, di tepi jalan banyak pedagang yang berjualan dan banyak orang-orang yang lalu lalang. bangunan dan rumah-rumah nya cukup aneh karena hampir semuanya terbuat dari kayu.
"disini sangat berbeda dengan di kota ku bangunan disini lebih dominan memakai kayu sedang di kota ku dengan beton" Ariel terus berjalan.
ini sudah sore dan Ariel berpikir untuk menemukan penginapan dia dari tadi belum makan dan dia cukup lelah karena perjalanannya. Ariel menuju salah satu pedagang untuk menanyakan tentang penginapan.
"permisi apa kamu tau dimana letak penginapan yang cukup bagus disini? " Ariel bertanya ke pedagang itu.
"penginapan? kalo penginapan kau bisa terus lurus dan belok ke kiri dan kau akan menemukan 'penginapan beruang' penginapan itu cukup bagus dan sangat terkenal di kota ini" pedagang itu seorang pria yang cukup tua dan dia berjualan buah-buahan. "kau pasti bukan orang sini kan? aku tidak pernah melihat orang sepertimu, apa kau baru sampai di kota ini? "
"ahh terimakasih karena telah memberi tahu tempat penginapannya dan ya aku bukan orang sini dan aku baru sampai di kota ini"
"hoo untuk orang muda sepertimu yang melakukan perjalanan sendiri kau cukup tangguh karena kalau mau ke kota ini kau harus melewati hutan yang berisi banyak monster"
"haa...aku cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri ,kalau begitu sebagai ucapan terimakasih ku aku beli beberapa buah mu, dan sampai jumpa" Ariel berjalan setelah membeli beberapa buah dan dia memakannya di sepanjang jalan menuju penginapannya.
setelah mengikuti petunjuk pedagang tadi, Ariel menemukan penginapannya. penginapannya memiliki bangunan yang cukup besar di pintu masuknya ada sebuah plat yang bertulisan 'penginapan beruang' Ariel kemudian memasuki penginapannya, setelah Ariel masuk dia melihat ada beberapa meja makan yang diisi banyak orang.
Ariel melihat-lihat sekelilingnya dan menemukan meja yang masih kosong dia langsung bergegas menuju meja tersebut kemudian dia duduk, setelah beberapa saat ada seorang pelayan yang menghampirinya.
"apa yang mau anda pesan tuan? makanan atau kamar? " pelayan itu seorang wanita muda yang cukup cantik.
"aku memesan keduanya tapi untuk sekarang aku ingin makan dulu, tolong siapkan makanan yang enak untukku" Ariel berbicara kepada pelayan itu.
"baiklah makanan akan segera sampai dan untuk kamarnya nanti akan saya bawakan kunci dan nomor kamarnya" pelayan itu langsung pergi.
beberapa saat kemudian pelayan lainnya sampai dan menyajikan makanannya, makannya cukup bagus dan aromanya sangat harum. setelah makanan itu disimpan di atas meja Ariel langsung memakannya, Ariel sangat lahap tidak ada yang tahu apakah dia sangat lapar atau dia sangat suka dengan makanannya.
pelayan yang tadi kemudian menemui Ariel lagi dan memberikan kunci serta nomor kamarnya, setelah Ariel menerima kuncinya dia langsung menuju kamarnya yang memiliki nomor yang sama di kuncinya.
setelah beberapa saat dia kemudian menemukan kamarnya dan langsung membuka kuncinya pintunya kemudian Ariel memasuki kamarnya. kamar itu cukup luas dan bagus dengan satu kasur. setelah Ariel melihat kasur nya, dia langsung melompat ke kasurnya, dia sangat senang karena malam sebelumnya dia cuma tidur di ranting pohon dan itu sangat tidak nyaman.
Ariel masih belum tidur, dia berjalan ke sebuah jendela dan melihat lihat kotanya.
Tiba-tiba Ariel menyadari sesuatu.
kenapa aku masih belum bertemu dengan seorang elf? bukannya ini kota yang berada di kekuasaan kerajaan elf?" Ariel merasa sangat heran dengan itu.
"aahhh ini membuat ku pusing! buat apa aku memikirkan nya juga "
Ariel langsung menuju kasurnya dan berbaring disana.
dia terkadang mengingat tentang kejadian di hari itu dimana ayahnya dibunuh oleh pahlawan, setiap dia mengingat kejadian itu tekadnya untuk balas dendam semakin kuat. Ariel kemudian menggelengkan kepalanya dia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya sekarang karena dia masih lemah dan harus menjadi kuat supaya dia bisa membalaskan kematian ayahnya.
ini sudah pagi dan Ariel tidak mengalami mimpi aneh seperti malam sebelumnya, Ariel kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah untuk sarapan.
"apa kau tidur dengan nyenyak ? " itu adalah wanita pelayan yang kemarin.
"hmm kamarnya sangat nyaman"
"mau berapa hari menginap nya?"
" mungkin sekitar seminggu dan berapa harganya? "
"untuk biaya kamar dan makan 50 koin perak dan untuk air gratis "
"hmm baiklah... untuk sekarang aku ingin sarapan"
"aku akan segera bawakan makanannya "
beberapa saat kemudian pelayan wanita itu membawakan beberapa makanannya.
"silakan dan nikmati" sebelum pelayan itu mau pergi Ariel menanyakan sesuatu.
"aah tunggu apa kau tau dimana letak guild petualang" berada? "
"guild petualang? apa kau mau mendaftar jadi petualangan? "
"iya aku ingin mendaftar jadi petualang" Ariel sudah memikirkannya semalam tentang menjadi petualang dia mendengar kalau kau menjadi seorang petualang dan mengerjakan beberapa permintaan kau akan mendapatkan uang. Ariel memiliki uang yang dia bawa dari kastilnya tapi dia sadar kalau uang nya cepat atau lambat bakal habis karena itu dia ingin mendapatkan pekerjaan supaya dapat uang, perjalanan Ariel masih panjang dan uang adalah salah satu paling penting dalam perjalanannya.