Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
pertarungan di goa [3]



"Dengan begini tugas ku sudah selesai... Sekarang aku akan kembali ke masa depan... Haa.. Sekarang akan tertidur berapa lama aku? Sebelumnya juga lama, tapi sekarang pasti lebih lama lagi... Sialan.. " Tubuh pria berjubah hitam mulai memudar. "Aku menantikan cerita seperti apa yang akan kau buat... Semoga kau tidak akan berakhir seperti ku, Diriku! " Tubuh pria itu kemudian perlahan-lahan menghilang bagaikan tersapu oleh angin.


Di dalam goa. Ariel terbang di udara dengan sayap nya. Aura yang di keluarkan nya mulai menyusut. Kini aura tersebut hanya menyelimuti tubuhnya saja.


Kemudian Ariel mulai membuka matanya. Mata nya terbuka, dan ada perbedaan dari sebelumnya. Matanya Yang awalnya berwarna hitam, kini berubah menjadi warna merah. Ariel menatap pria yang berdiri di bawahnya, tubuh pria itu masih gemetaran.


Tanduk itu! Jadi begitu ya! Pantas saja tubuhnya kuat, itu karena dia adalah iblis! Terlebih lagi... Sayapnya itu... Sayap dengan bulu hitam yang mengerikan sekaligus memberikan intimidasi itu... Anak ini keturunan raja iblis! Hanya keturunan raja iblis saja yang memiliki sayap hitam seperti itu! Ketika mereka mencapai tahap tertentu,mereka akan bangkit menjadi raja iblis dan memunculkan sayap nya! . Tunggu... Keturunan raja iblis?....!!


"Hehe begitu.. Jadi begitu ya! "


Tubuh pria itu yang tadinya gemetaran kini digantikan dengan rasa semangat yang membara.


"Bocah, pasti kau itu anak yang di cari-cari itu kan?! Haha sungguh beruntung diriku ini! Sudah kuduga kalau dewa ku itu masih menyayangi ku!. Seseorang yang kabur dari kastil raja iblis.. Kau.. ANAK SANG RAJA IBLIS, kan?"


Ariel yang mendengarnya hanya terdiam dan terus menatap nya.


"Hm.. Terus kenapa? "


"Yah aku ini sangat beruntung. Kalau aku bisa menangkap mu dan membawa mu ke gereja, aku pasti tidak terkena hukuman. tidak, malahan mungkin saja aku malah di beri hadiah!."


"Menangkap ku? Membawa ku?... Emangnya kau bisa? " Tatapan ariel sangat meremehkan pria itu.


"Haha, lucu sekali kau bocah! Walaupun kau menjadi raja iblis tapi, level mu masih di bawah ku! Kau hanya berada di level 6! Sedangkan diriku berada di level 7!. Kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Menangkap mu itu hal yang mudah bagiku.. "


Ariel yang mendengar nya terdiam. Dia tau kalau perkataan dari orang itu ada benarnya.


Tapi itu hanya berlaku untuk Ariel yang tidak bangkit saja. Ariel sekarang sudah bangkit menjadi raja iblis, kini dirinya bisa saja seimbang atau mungkin mengalahkan seseorang yang selevel lebih tinggi darinya.


Orang ini keliru... Dia pikir aku tidak bisa mengalahkan nya? Sungguh lelucon yang lucu! Sekarang aku sudah Bangkit menjadi raja iblis! Dan juga naik menjadi level 6 tahap menengah! Aku bahkan merasa kekuatan ku jauh lebih besar dari level 6 biasanya! Aku yakin bisa seimbang dengannya. Tidak! Tapi aku yakin bisa mengalahkan nya!.


Tiba-tiba Ariel mengangkat tangannya.


Sekarang aku sudah level 6 , jadi seharusnya aku sudah bisa menggunakan perwujudan senjata kan? Ayah ku pernah memberitahu ku, cara untuk mewujudkan senjata ketika sudah level 6. Dia bilang, cukup panggil senjata nya dan ucapan nama nya. Untuk namanya itu terserah diriku sendiri kan? Tapi apa ya..? Ah!


"Penuhi panggilan ku, ORION SWORD! "


Swooss


Mana suci tiba-tiba keluar dari tubuh ariel dan mengalir ke tangannya. Perlahan-lahan mana itu mulai membentuk sebuah pedang. Dimulai dari gagang nya sampai ke ujung pedangnya. ...Kini sebuah pedang terbentuk di tangan Ariel. Ariel menggenggam gagang pedang nya dengan kedua tangannya.


Pedang itu panjang dengan bilah sampai ujung gagangnya yang berwarna putih mengkilat. Pedang itu diselimuti oleh aura suci yang menggebu-gebu. Siapapun yang melihat pedang itu akan terpesona oleh keindahannya. Bahkan pria itu yang melihat nya dari bawah, hanya terdiam dengan mulut terbuka.


Pria itu yang berdiri dibawah, mulai bersiap untuk memanggil perwujudan senjata nya.


"Jangan sombong bocah! Cuma karena perwujudan senjata mu itu! Aku juga bisa melalui nya! Penuhi panggilan ku! Tombak ilahi! "


sebuah tombak mulai terbentuk ditangannya. Dia mulai menyiapkan kuda-kuda nya.


"Sini maju, bangs*t! Aku pasti akan mengalahkan mu dan membawa mu ke gereja! "


Ariel yang terbang di atas mulai bersiap menyerang, dengan tatapannya yang tajam dan konsentrasi nya yang luar biasa. Dia mulai memegang pedang nya sejajar dengan matanya, serta tubuh nya yang sedikit condong ke depan.


"Tehnik 12 BINTANG SUCI, gerakan pertama : BINTANG JATUH "


Tiba-tiba ruangan goa yang gelap itu di terangi oleh cahaya yang keluar dari tehnik yang Ariel gunakan. Cahayanya begitu terang,membuat seisi goa bersinar hingga keluar goa. Ariel meluncur Seperti bintang jatuh di langit malam, serangannya mengarah ke pria yang berada di bawah.


Sial ini berbahaya! Aku harus menghindar!


BANG!


Pria itu mundur jauh ke samping nya. Efek yang di sebabkan dari serangan itu, membuat goa itu berguncang untuk sekali lagi. Serangan Ariel tidak mengenai pria itu. Serangan milik Ariel hanya mengenai tanah, sehingga membuat tanah yang terkena serangan itu rusak dan batu-batuan yang seukuran kepalan tangan, terbang ke udara.


Karena serangan nya tidak mengenai target nya, itu membuat Ariel kesal. Tapi, serangan Ariel masih belum berhenti. Ariel lalu menendang batu-batu yang terbang ke udara. Sepuluh batu langsung Ariel tendang ke arah pria itu yang masih mudur. Ariel memanfaatkan batu-batu itu untuk menghalangi pandangan dari pria itu.


"Trik murahan! Haa! "


Dengan tombak nya, dia menangkis dan menebas setiap batu yang mengarah ke arahnya.


"Apa?! Kemana dia?! "


Orang itu melihat ke posisi Ariel tadi, tapi Ariel sudah tidak ada di sana. Pria itu tiba-tiba terkejut karena mengetahui kalau Ariel sudah berada di belakangnya.


Cepat! Bocah ini sangat cepat!


Slashhh


Ariel langsung mengayunkan pedangnya ke punggung orang tersebut. Darah keluar dari pugung orang itu dan orang itu langsung terlempar jauh ke arah dinding goa.


BANG!


sekali lagi, orang itu menghantam dinding goa nya. Tubuh nya masuk lebih dalam ke dinding itu.