
"komandan! "
para prajurit mulai mengerumuni gurdo. mereka ingin tau akan kondisinya.
gurdo tidak pingsan, walaupun tamparan dari pedang itu kuat, tapi tubuhnya juga sangat kuat. ada beberapa luka di wajahnya dan juga beberapa memar.
" dari tadi aku sudah membiarkan kalian untuk menyerang ku. sekarang giliran ku, kan? "
alice yang masih melayang di belakang pria berjubah hitam, memperhatikan semua nya.
apa-apaan orang ini?! dia sangat kuat! dia dengan mudahnya mengalahkan seorang komandan ksatria! siapa sebenarnya orang ini?? dan kenapa dia menyelamatkan ku? apa dia memiliki maksud tersendiri? tapi apa?! aku tidak tau siapa dia, tapi firasat ku mengatakan kalau aku akan aman selama ada dirinya.... kalau di perhatikan lebih lama dari belakang.... kenapa, kenapa dia terlihat seperti Ariel? walaupun tubuhnya lebih tinggi tapi tetap mirip dengannya. siapa sebenarnya orang yang di hadapan ku ini?
alice kebingungan, di dalam pikiran nya terus menerus mencoba untuk menebak siapa orang di depannya dan juga apa tujuannya.
"sayang sekali serangan mu tidak ada yang menyentuh ku. aku cukup terkejut dengan tehnik tubuh dewa laut mu. walaupun itu belum sempurna, tapi itu cukup bagus untuk seorang semut seperti mu "
gurdo yang mendengar itu marah sekaligus kesal. dia mencoba berdiri tapi tubuhnya sudah lemas dan tidak kuat lagi berdiri.
sial.. mana ku sekarang sudah habis.. aku sudah tidak sanggup lagi berdiri! apa aku akan mati di sini? semua pencapaian dan kerja keras ku selama ini, apa akan berakhir di sini? aku tidak ingin mati dulu! aku tidak boleh mati dulu!
gurdo mulai melihat sekelilingnya, dia melihat para prajurit yang mengerumuni nya. Tiba-tiba seringai muncul di wajahnya.
aku tidak akan mati di sini! akan ku gunakan para prajurit ini untuk mengalihkan perhatian selagi aku mencoba untuk melarikan diri! begitu ya, jadi si brengs*k udo tadi juga mencoba untuk melarikan diri dengan mengorbankan para prajurit. yah aku juga akan mencoba nya, aku seorang komandan ksatria, nyawaku lebih berharga dari pada bawahan ku.
gurdo kemudian melirik ke arah udo. udo dari belakang melihat kalau gurdo melihat nya. kemudian dia menyadari apa yang di rencana oleh komandannya.
"semua nya jangan diam saja! ayo kita serang bersama-sama lagi! sekarang dia pasti sudah kehabisan mana! " udo berteriak.
"hah?! kau gila ya! sejak kau yang mencoba untuk mengorbankan kami, aku sudah tidak akan mempercayai kau lagi! " salah satu prajurit yang berbicara dengan marah ke arah udo.
"ya! yang di katanya benar! sekarang kau pasti akan mencoba mengorbankan kami lagi! " prajurit lainnya.
"kau saja yang lawan orang itu! lihat seseorang selevel komandan saja tidak bisa mengalahkannya! apalagi kami yang prajurit biasa! " salah satu prajurit dengan ketakutan diwajahnya.
"tenang, kali ini aku tidak akan mencoba untuk mengorbankan kalian lagi! aku bersumpah atas gelarku!" udo berteriak. di dunia ini sebuah sumpah dengan gelar adalah sumpah mutlak. ketika seseorang yang bersumpah atas gelarnya, orang itu harus melakukan apa yang dia sumpah kan dan kalau melanggar atau menyimpang, orang tersebut akan mengalami hal-hal buruk.
para prajurit yang mendengar nya, langsung terdiam. udo mulai berjalan ke arah gurdo dan mendekati nya.
" kalau kita semua menyerang secara bersamaan, kita pasti bisa menang! dengan diriku dan juga komandan gurdo! "
"tapi komandan gurdo sudah kelelahan dan juga dia barusan sudah menerima serangan langsung dari orang itu! komandan sudah tidak bisa berdiri lagi! " kata salah satu prajurit.
" ya, yang kau katakan benar. tapi kita masih belum kalah! aku akan berjuang sampai akhir! begitu pula dengan komandan kita! aku yakin komandan tidak akan menyerah! " udo berteriak. dia mulai menopang gurdo untuk berdiri.
" seperti yang di katakan udo, kita belum kalah! aku tidak akan menyerah begitu saja! aku ini seorang komandan! tidak mungkin aku membiarkan bawahan ku berjuang sendirian tanpa adanya diri ku! ayo kita berjuang sampai akhir dan memenangkan pertarungan ini! "
para prajurit yang mendengar kan perkataan gurdo yang awalnya semangat bertarung mereka sirna, kini semangat bertarung mereka menggebu-gebu.
"aku tidak akan menyerah! aku akan bertarung sampai akhir dengan komandan! " kata salah satu prajurit.
"ya! aku juga Tidak akan menyerah! ayo kita menangkan pertarungan ini! " prajurit lainnya.
gurdo dan udo yang melihat para prajurit kembali bersemangat, saling melirik. rencana mereka untuk membuat semangat bertarung para prajurit kembali, berhasil. di wajah mereka berdua memiliki senyuman licik.
gurdo kemudian memanggilnya kembali perwujudan senjata nya, dia menggunakan mana yang tersisa sedikit untuk mengeluarkannya.
"semuanya pegang kembali senjata kalian! ayo kita serang dia bersama-sama! MAJU! "
"ayo serang!! "
"ayo!! "
"haaaa! "
para prajurit mulai menyerang kembali. dengan semangat yang memenuhi seluruh tubuh dan jiwa mereka, mereka terus maju sampai-sampai mereka lupa akan gurdo dan udo yang diam-diam mundur kebelakang.
"bagus! udo ayo kita kabur sekarang! "
"ya komandan! "
dengan senyuman licik di wajah mereka. mereka mencoba untuk berlari ke arah hutan lagi.
pria berjubah hitam yang melihat para prajurit kembali menyerang cuma diam di tempat yang sama. dia melihat kalau gurdo dan udo mencoba untuk kabur.
"hah... tidak kusangka kalian bisa kena tipu daya nya lagi. kalian ini sungguh menyedihkan"
para prajurit yang mendengar nya sedikit kebingungan. sambil menunjukkan ke arah gurdo dan udo, pria berjubah hitam itu berbicara.
"lihatlah mereka. sepertinya mereka mencoba untuk mengorbankan kalian lagi. "
para prajurit yang mendengar nya, langsung berhenti dan terdiam. kemudian mereka mulai melihat ke arah belakang.
"a-apa-apaan bukannya komandan akan bertarung juga, tapi mengapa? " kata salah satu prajurit
"sialan padahal aku sudah mempercayai nya lagi tapi kenapa dia malah lari kebelakang?.. " prajurit lainnya.
"komandan... kenapa kau malah mencoba untuk mengorbankan ku... " kata salah satu prajurit yang menangis tadi.
para prajurit, perlahan-lahan semangat bertarung mereka mulai menghilang dan mereka mengutuk gurdo dan udo dengan makian mereka.
"sungguh bodoh, mencoba untuk melarikan diri dari ku adalah tindakan yang sia-sia. "
gurdo dan udo yang melarikan diri masih terlihat oleh pandang pria berjubah hitam dan juga para prajurit.
tangan dari pria berjubah hitam masih menunjuk ke arah mereka. kemudian tangan nya mulai menunjuk ke arah bawah. " tidak akan ku biarkan kalian kabur "
di jarak jauh di udara dimana letak gurdo dan udo yang berlari . perlahan-lahan sebuah aura kegelapan mulai membentuk sebuah pedang hitam.
BOMMM!
pedang hitam itu jatuh dan menancap ke tanah. pedang hitam nya tepat menancap di depan gurdo dan udo yang sedang berlari, seketika mereka langsung berhenti dengan terkejut.