
"sekarang kau tidak akan bisa kabur kemana-mana!cukup melelahkan mengejar mu, tapi Akhirnya kami bisa menangkap mu!. Menyerah lah, dengan begitu kau mungkin akan mati dengan cepat! " Udo berteriak ke arah alice.
alice masih menangis, tapi mata nya melihat para prajurit dengan tajam. jejak kebencian tertanam dalam tatapannya.
"apa-apaan tatapan mata mu itu, hah?! " seorang prajurit berseru.
"wakil Komandan! biarkan aku yang membunuh nya! aku sangat membenci ditatap seperti itu! " prajurit lainnya.
Udo cuma terdiam, dia cuma melihat alice seolah-olah dia bisa membunuhnya kapan saja. "walaupun sedang di ujung tanduk, tapi kau masih memiliki tekad untuk hidup. tatapan mu itu sungguh mengganggu, aku sangat ingin membunuhmu sekarang, tapi Komandan ku belum ada disini. menyerah lah dan berterimakasih lah, karena kau masih bisa hidup untuk beberapa saat. " Udo berkata.
"w-wakil Komandan... sebelum kita membunuh nya apa boleh kami permainkan dulu? hehe" seorang prajurit dengan tatapan mesum melihat ke arah alice.
"y-ya seperti kata dia, gadis itu terlihat sangat cantik hehe apa kita boleh melakukannya? " orang lainnya.
"tidak! kalian tidak diizinkan menyentuh nya sebelum Komandan gurdo datang kesini! untuk sekarang tangkap gadis itu! " Udo membentak para prajurit. walaupun mereka sudah di bentak oleh Udo tapi tatapan mesum mereka masih tertuju kepada alice.
alice yang melihat para prajurit yang menatapnya dengan mesum, merasakan rasa jijik terhadap mereka. "bangs*t kalian pikir aku akan diam saja dan tidak melawan?!" alice mulai berdiri. " manusia menjijikkan seperti kalian tidak akan pernah kubiarkan menyentuh sehelai rambut ku!" alice mulai memasang kuda-kudanya. tehnik bela diri nya adalah tehnik yang sama seperti yang di gunakan oleh gilbert, yaitu tehnik bela diri tangan kosong.
"sungguh luar biasa, kupikir kau sudah tidak bisa melawan karena terkejut akan apa yang kau lihat didepan. bahkan beberapa saat yang lalu kau sedang menangis tersedu-sedu, tapi siapa sangka tekad mu untuk hidup sungguh besar, ku puji kau." Udo berkata kepada alice. "tapi kau pikir, seorang level 4 seperti mu bisa melawan ratusan prajurit yang berada di level 4 dan 5?."
di wajah alice mulai keluar keringat dingin, dia tau meski dirinya mencoba melawan hasil nya akan tetap sama, dia tidak akan bisa menang!.
sialan... tidak ku sangka, aku akan mengalami situasi seperti ini... seandainya dulu aku berlatih lebih serius dengan Ariel, mungkin aku masih bisa membunuh sepuluh dari mereka!. tapi sekarang bukan waktunya untuk menyesal! walaupun aku akan mati disini, setidaknya aku harus membawa beberapa dari mereka bersamaku!.
Udo melihat alice,dia melihat kalau gadis itu masih memiliki tekad untuk melawan " tapi karena kau masih mencoba untuk melawan, aku akan mempermudah diri mu, dengan cuma akan memerintah 10 prajurit saja untuk bertarung denganmu. sepuluh prajurit maju lah! kalian boleh melumpuhkan nya dan menangkap nya, tapi ingat jangan membunuh nya! "
sepuluh prajurit langsung maju, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang menatap alice dengan mesum. para prajurit yang maju berada di level 4 dan ada juga di level 5, dengan sebuah pedang panjang ditangannya.
"sayang sekali nasib mu sungguh sial, padahal kau gadis yang cantik" salah seorang prajurit yang maju.
"padahal kalau kau menyerah, kami juga akan mempermainkan mu dengan baik hehe" dia adalah prajurit yang mesum itu.
alice melihat mereka dengan tatapan jijik di matanya. "walaupun aku akan mati, akan ku bawa juga kalian ke kematian! " alice mulai mengeluarkan api di kedua tangannya.
tehnik yang dia pakai sama dengan tehnik yang di pakai oleh gilbert, tapi yang membedakannya adalah warna api milik alice berwarna merah sesuai warna gaun yang dia pakai, sedangkan api milik gilbert memiliki warna seperti api pada umumnya.
sepuluh prajurit itu langsung maju untuk menyerang alice. alice yang sudah siap, juga ikut maju.
para prajurit itu melancarkan serangan mereka dengan mengayunkan pedang yang mereka pakai. tebasan tiap tebasan terus berlanjut mengarah ke arah ke alice. tapi walaupun begitu tiap tebasan yang mereka lancarkan, berhasil dihindari oleh alice.
"haaa! "
"ugh!! "
serangan yang alice lancarkan berhasil mengenai bagian perut prajurit, membuat prajurit itu mundur beberapa langkah ke belakang. walaupun prajurit itu menggunakan sebuah armor besi, pukulan alice bisa menembus armor tersebut dan membuat armor nya rusak.
tidak sampai disitu, alice masih mencoba untuk menyerang yang lainnya. tapi ketika dia melancarkan pukulannya lagi, pukulannya diblokir oleh prajurit yang coba dia serang.
a-apa?! diblokir?!
prajurit yang berhasil memblokir serangan alice, langsung menendang perut alice.
ugh?!!!
alice mundur beberapa langsung ke belakang, dan ada noda darah di bibir nya.
"kau pikir, pukulan lemah seperti itu bisa melukaiku? " dia adalah seorang prajurit yang menendang alice, dan prajurit tersebut berada di level 5.
sialan! dia ada di level 5! aku tidak sebanding dengannya!
tak mau berhenti, para prajurit itu langsung maju lagi ke arah alice. mereka mengayunkan pedang nya, dengan mencoba untuk menebas betis milik alice dan beberapa tebasan juga mengarah ke bagian lengannya.
alice yang menyadari serangan meraka, langsung mencoba untuk menghindari nya. tapi walaupun dia berhasil menghindari beberapa tebasan, tebasan lainnya mengenai bagian yang mereka incar. beberapa tebasan yang tidak bisa alice hindari, mengenai betis dan lengannya. luka dari tebasan itu langsung mengeluarkan darah.
sial!! serangan mereka terus berdatangan sehingga aku tidak bisa menghindari beberapa tebasan! untung saja tebasan yang mengenai ku tidak dalam! aku tidak boleh seperti ini terus! aku harus melakukan sesuatu!
para prajurit itu tidak henti-hentinya menyerang. mereka terus membuat alice mundur kebelakang. setiap serangan yang mereka lancarkan ada beberapa yang bisa alice hindari tapi ada juga yang tidak bisa dia hindari! sehingga membuat beberapa bagian di tubuhnya dipenuhi luka dari serangan yang mereka lancarkan!.
sialan! ayo berpikir! aku harus melakukan sesuatu! ah! aku ingat suatu tehnik yang di ajarkan oleh ayah! akan ku gunakan tehnik itu! tehnik itu bisa digunakan disaat terdesak seperti ini!
tebasan demi tebasan masih mengarah kepada alice.
di belakang para prajurit, Udo melihat mereka, tapi ekspresi di wajahnya sedikit khawatir "sial! aku harus menghentikan mereka! " Udo dengan wajah panik. "kalian hentikan serangan kalian sekarang juga!!!" Udo panik bukan karena alice yang akan mengeluarkan tehniknya. dia panik karena gadis yang dia ingin tangkap, sudah hampir mendekati jurang dibelakangnya!.
baiklah aku akan menggunakan nya sekarang!!
" PUKULAN GELOMBANG API! " sebelum alice berhasil melancarkan serangan nya. dia tidak menyadari kalau dirinya sudah berada di ujung jurang.
"eh...? " alice menginjak tanah yang berada di ujung jurang. tanah itu rapuh sehingga membuat nya terjatuh.
sial.... padahal aku masih belum membunuh satupun dari mereka... maafkan aku ayah karena tidak bisa membalas kan dendam mu... aku akan sangat senang kalau aku bisa bertemu dengan Ariel untuk terakhir kalinya.. maafkan aku Ariel.