Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
kekalahan



"bagus! sangat bagus! ini akan menyenangkan! " gurdo memiliki senyum diwajahnya.


gurdo kembali mengayunkan pedang nya, begitu pula dengan gilbert yang melancarkan pukulannya.


bang!


sekali lagi, ketika kedua serang itu bentrok tanah dan pepohonan disekitarnya bergetar dan bergoyang, bahkan genangan air yang berada di tanah terhempas kan.


"hahaha ayo lanjut kan! gilbert! "


"haaa! " gilbert mengayunkan pukulannya dengan kecepatan tinggi, tapi disetiap pukulannya selalu bisa ditangkis oleh gurdo.


"kecepatan mu sungguh luar biasa! ku puji kau! " gurdo berbicara sambil menangkis serangan dari gilbert.


"tapi kalau segini saja, kau tidak akan bisa menyentuh kulit ku! "


"Diam kau! "


mereka berdua terus beradu serangan. ketika gilbert menyerang gurdo selalu menangkis nya, begitu pula dengan dengan serangan gurdo yang selalu bisa ditangkis oleh gilbert.


sial! orang ini terlalu kuat! aku tidak bisa menembus pertahanan nya! aku harus melakukan sesuatu! aku akan memberikan umpan dengan memberinya celah, setelah dia mengambil umpannya, akan ku gunakan salah satu tehnik ku untuk mendorong nya mundur!.


gurdo melihat kalau gerakan gilbert semakin lambat dan untuk beberapa kali terlihat ada beberapa celah di setiap serangan nya.


hooo.. dia ingin bermain trik ya! akan ku ambil umpan yang dia berikan! aku ingin tau seperti apa trik yang akan dia gunakan!.


gurdo mengayunkan pedang ke arah gilbert.


bagus! dia mengambil umpannya!


gilbert yang menyadari itu langsung menghindari nya.


ini dia yang kutunggu!


"PUKULAN PENGHANCUR! "


gilbert mengeluarkan pukulan yang sama seperti, dia ketika berhasil memukul jauh gurdo. tapi kali ini pukulannya lebih kuat dan lebih cepat!.


"heee jadi ini trik mu, walaupun serangan mu lebih kuat dari yang tadi, tapi sayang sekali pukulan yang sama tidak akan mengenai ku! "


gurdo mengangkat pedangnya ke atas.


"WATERFALL! "


gurdo langsung mengayunkan pedang besar nya ke bawah. seperti air terjun, dari ayunan nya muncul sebuah air dan memblokir serangan milik gilbert. karena serangannya bisa di blokir oleh gurdo membuat gilbert mundur ke belakang.


"sialan tidak berhasil! " gilbert dengan kesal.


"ada apa? ayo lanjutkan, tunjukkan lah trik-trik lainnya" gurdo dengan melambaikan tangannya.


gilbert sedikit kelelahan karena tadi dia terus-terusan beradu serangan dengan gurdo. gilbert menarik nafas dan memasang kuda-kuda nya lagi.


gilbert mengepalkan tangannya.


haaa...fuuu...


"PELURU API! "


bomm


boom


bomm


gilbert meluncurkan serangannya ke udara! di setiap pukulan keluar sebuah bola api yang besar!.


"!!! "


seperti sebuah peluru yang keluar dari pistol, api yang keluar dari pukul gilbert sangat cepat! hingga membuat gurdo terkejut.


"DINDING AIR!"


boomm


peluru api itu berhasil di tahan oleh dinding air milik gurdo. tapi serangan gilbert masih terus berlanjut! gilbert terus melancarkan pukulannya ke udara untuk meluncurkan peluru api nya!


"sialan! kau memiliki serangan yang bagus tapi kau tidak akan bisa menembus dinding air ku! atribut mu itu sangat bertentangan dengan atribut ku! api mu akan langsung padam oleh air ku! " gurdo menyeringai.


"hah? apa yang kau maksud? " gurdo kebingungan dengan pernyataan dari gilbert.


"yang ku maksud adalah dinding air mu masih bisa ku tembus! " gilbert mencengkram kan tangannya.


"METEOR FALL! "


boomm


gilbert memukul di udara dengan sangat kuat! bahkan angin yang disebabkan pukulan nya membuat daun dari pepohonan yang di sampingnya


rontok. tiba-tiba dari pukulan yang dia sebabkan muncul sebuah bola api yang sangat besar!. bola api itu melesat dengan sangat cepat seperti sebuah meteor yang jatuh dari langit!.


"a-apa?!! " Gurdo panik dengan tehnik yang di keluar kan gilbert.


"ah sialan... "


BANG!


bola api itu menembus dinding air milik gurdo. gurdo terhempas jauh kebelakang hingga membuatnya berguling-guling di tanah.


"apa kali ini aku berhasil? walaupun dia level 7 yang memiliki pertahanan kuat,tidak mungkin dia bisa menahan serangan barusan! serangan barusan menghabiskan setengah dari mana ku! sekarang mana ku tinggal sedikit." gilbert terengah-engah setelah melakukan serangan nya.


"?!!! "


gilbert terkejut dengan apa yang dia lihat!. di kejauhan gurdo mencoba untuk bangkit.


"dia masih bisa berdiri?! sialan aku harus menyerang nya sekarang! ini kesempatan ku untuk membunuhmu nya! " gilbert langsung melesat ke arah gurdo yang mencoba untuk berdiri.


ketika gilbert yang sudah siap untuk melancarkan pukulan nya ke arah gurdo, tiba-tiba gurdo menatap gilbert dengan senyuman di wajahnya.


"Kena kau! " kata gurdo sambil memegang pedang nya, dia seperti bersiap-siap untuk mengeluarkan tehniknya.


"!!! " sontak reaksi dari gurdo membuat gilbert terkejut! dia tidak menyangka kalau gurdo masih baik-baik saja setelah terkena serangan nya!. dan sekarang malah dirinya lah yang terkena jebakan dari gurdo!.


sialan! dia tadi cuma berpura-pura untuk terlihat terluka oleh serangan ku! dan menunggu untuk diriku mendekati nya! aku terkena jebakan nya...


gurdo memiliki senyum lebar di wajahnya.


"kau tadi sangat menyebalkan karena menyerang dari jauh, aku jadi tidak bisa mendekati mu. kau sangat baik karena mau mendekati ku! "


"WATER-WAVE! "


gurdo melancarkan serangan nya dengan mengayunkan pedang besarnya. serangan seperti ombak di lautan, dengan gelombang yang sangat besar. serangan itu langsung telak mengenai gilbert.


"ugh?! "


BANG!


gilbert terlempar jauh dan mengenai pohon. setelah mengenai pohon dia terjatuh dengan lututnya di tanah. gilbert memuntahkan darah yang sangat banyak, dan ditubuh nya memiliki luka yang sangat parah.


gurdo berjalan perlahan-lahan ke arah gilbert.


"itu pertarungan yang cukup menyenangkan. seandainya kau berfokus untuk melatih kekuatan mu, mungkin kau sekarang tidak akan ada di posisi ini, mungkin saja kau setara dengan ku atau lebih kuat dari ku. tapi sayang sekali kau selama ini cuma mengurus keuangan saja. sungguh kasian orang berbakat seperti mu malah mengurusi masalah Kerajaan dan sekarang Kerajaan iblis sudah musnah!." gurdo sudah sampai di dekat gilbert.


"Diam... sejak awal ... kalau kalian para manusia tidak curang... kamu lah para iblis yang akan memenangkan peperangan!... " walaupun kondisi tubuh nya sangat buruk, tapi gilbert masih bisa berbicara.


"curang? khuahaha kami manusia akan melakukan apapun untung mendapatkan kemenangan, walaupun itu harus dilakukan dengan cara curang ataupun dengan cara yang paling buruk sekalipun kami akan melakukannya untuk kemenangan. pada akhirnya pemenangan lah yang akan menguasai segalanya. "


" hehe... begitu ya... yah itu memang sifat alami kalian... kalian begitu serakah dan sangat haus akan kekuasaan... walaupun kalian sekarang menang dari kami para iblis...tapi suatu hari nanti... aku yakin akan ada hari dimana kalian akan mengalami nasib yang sama seperti kami! ketika hari itu tiba kau juga akan sama seperti ku sekarang!... " dengan berlumuran darah, gilbert terus berbicara.


"hm.. tapi sayang sekali hari itu tidak akan pernah terjadi! karena kalian semua iblis kelas atas sudah kami bunuh! dan kami tidak perlu khawatir dengan para iblis biasa, karena mereka sangat lemah!. itu menyedihkan karena perkataan mu tidak akan pernah terwujud " gurdo mengacungkan pedangnya ke arah gilbert.


"itu cuma pemikiran kalian saja... aku yakin bahkan para iblis biasa yang sedang kalian tahan dan diburu oleh kalian, kami sangat yakin kalau orang itu akan membalaskan dendam kami semua! semoga sampai hari itu kau masih hidup untuk bisa menyaksikan orang-orang yang kau cintai mati di depan mata mu!" gilbert menatap gurdo dengan tatapan penuh keyakinan.


"orang itu? siapa yang kau maksud? apa anak mu? itu tidak mungkin karena sekarang dia pasti sudah mati di tangan bawahan ku. "


gilbert tidak terkejut dengan pernyataan gurdo, karena dia tau mungkin putri nya untuk bertahan hidup sangat kecil, tapi gilbert entah kenapa sangat yakin kalau putri nya akan selamat dan terus hidup.


"yah aku tidak peduli siapa orang yang kau maksud, karena pasti orang yang kau maksud juga akan mati. baiklah percakapannya sudah selesai sampai disini, aku juga harus menyusul bawahan ku. kalau begitu selamat tinggal Gilbert... "


aah.. maaf kan aku alice....


sringggg


gurdo mengayunkan pedang nya ke arah leher gilbert, pedang nya langsung memotong leher gilbert. seketika gilbert pun meninggal.