
"hmm... aku dari tadi merasakan ada seseorang yang memperhatikan kita.. " omong cahaya pertama.
kata-katanya membuat Ariel lebih kaget!
a-apa aku ketahuan?! aku sadar kalau mereka tidak bisa melihatku dan merasakan keberadaan ku, tetapi orang itu yang disebut 'cahaya pertama' bisa menyadari keberadaan ku?! aku ingin lari tetapi aku tidak bisa menggerakkan tubuhku!
bahkan yang lainnya juga terkejut dengan omongan dari 'cahaya pertama' dari tadi mereka tidak bisa merasakan adanya seseorang bahkan sekarang pun mereka masih belum bisa merasakannya!
"hmm" cahaya pertama masih curiga dan mengeluarkan sihir deteksinya.
"apa kali ini aku akan ketahuan?! " Ariel menelan ludahnya.
seharusnya tidak ada seorangpun yang bisa keluar dari deteksinya tetapi dia masih tidak bisa menemukan Ariel.
"sepertinya itu cuman perasaanku saja...
baiklah sekarang pertemuannya sudah selesai kalian boleh bubar"
satu persatu orang-orang itu bubar dan meninggal sang 'cahaya pertama' dan Ariel pun perlahan² tubuh dan kesadarannya mulai menghilang.
"sebenarnya siapa orang yang memperhatikan kami dari tadi, aku jelas² merasakan keberadaannya walaupun sesaat dan dia bisa tidak terdeteksi oleh sihirku"
di pagi hari Ariel terbangun wajahnya dipenuhi keringat dan tubuhnya gemetaran. " apa tadi itu mimpi? aku terbangun di tempat yang sama tetapi itu terlalu nyata untuk sebuah mimpi!" tubuhnya masih gemetaran.
"aku baru tahu kalau ada seseorang sekuat mereka dan bahkan ada yang lebih kuat dari mereka seperti orang yang disebut 'cahaya pertama'! dia berada dilevel yang berada! apa suatu hari nanti aku bisa menyamai kekuatannya? kalau aku memiliki kekuatan sepertinya mungkin balas dendam ku akan cepat dan mudah"Ariel kemudian menghela nafas dan menggelengkan Kepalanya.
" sebaiknya aku berlatih kembali, kemarin aku melewatkan latihan ku karena kemarin banyak hal yang terjadi" sebelumnya Ariel tidak pernah melewatkan latihannya dia akan selalu melatih inti core dan tehnik berpedangnya.
inti core adalah sebuah sumber kekuatan dari seseorang, inti core berada didalam tubuh dan setiap mahluk hidup memilikinya. inti core di bagi dengan beberapa level dari level 1 yang terlemah sampai level 10 yang terkuat! untuk memperkuat inti core setiap orang harus menyerap 'mana' dari luar dan memasukannya kedalam.
Ariel duduk dan menutup matanya perlahan-lahan dia menyerap 'mana' di sekitar, perlahan-lahan 'mana' itu memasuki tubuhnya. Ariel terus menyerap mana disekitarnya setelah beberapa jam dia membuka matanya.
"masih belum ada peningkatan dengan inti core ku, aku sudah terjebak di level ini untuk beberapa tahun ini semua karena aku mempunyai 2 inti core, ini aneh sepertinya cuma aku saja yang memiliki 2 inti core di dalam tubuh aku tidak pernah mendengar seseorang yang memliki 2 inti core bahkan ayahku juga bingung dengan kondisiku ini" Ariel memiliki kondisi yang aneh seharusnya setiap mahluk hidup cuman memiliki 1 inti core tetapi dia memiliki 2!.
berpedangku " Ariel berdiri dan mengambil pedang nya yang dia bawa dari kastilnya.
Ariel terus melatih tehnik berpedangnya dia terlihat seperti menari setiap tebasannya sangat halus tetapi sangat tajam dan cepat saking cepat itu terlihat sangat lambat ,satu tebasannya setara dengan 10 kali tebasan! Ariel terus berlatih tetapi raut wajahnya terlihat sedih karena biasanya dia selalu berlatih bersama ayahnya dan kini ayahnya telah mati.
ini sudah siang, Ariel berlatih sampai tengah hari dan dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.
"sebaiknya aku melanjutkan perjalananku semoga aku bisa menemukan sebuah kota" dia terus berjalan melewati hutan.
setelah berjalan beberapa jam akhirnya Ariel menemukan sebuah kota! itu tidak terlalu jauh darinya kota itu berjarak beberapa ratus meter darinya, Ariel langsung bergegas menuju kota tersebut.
setelah beberapa saat dia tiba di gerbang kotanya, kota itu dikelilingi oleh benteng yang terlihat kuat dan kokoh. di atas gerbang itu ada sebuah papan yang bertulisan 'kota hutan hijau'.
"mereka menamai kotanya 'hutan hijau' mungkin karena kota itu berada di tengah-tengah hutan?" Ariel mencoba menebak-nebak sambil terus berjalan untuk memasuki kotanya, setelah dia mau masuk kedalam kotanya dia di cegat oleh penjaga.
"berhenti! untuk memasuki kota kau harus membayar 5 koin perak dan menunjukan kartu Identitasmu" penjaga itu berbicara kepada Ariel dengan nada acuh.
"ini uang nya tetapi kartu Identitasku hilang ketika aku sedang dikejar oleh monster.. "Ariel berbohong untuk alasannya.
"dikejar monster?! a-apa kau datang dari hutan itu?! " penjaga itu menunjuk ke arah hutan yang tadi Ariel keluar dari dalamnya.
"aah aku memang keluar dari hutan itu, aku sempat dikejar oleh beberapa monster dan kehilangan kartu Identitasku... "
"kau sangat beruntung karena masih bisa hidup setelah keluar dari hutan itu! karena di hutan itu ada beberapa monster kuat yang berada di level 3! bahkan ada yang bilang melihat monster yang berlevel 4! untuk seseorang sepertimu yang berada di level 2 bisa keluar hidup² dari hutan itu adalah sebuah keberuntungan yang sangat besar!" prajurit itu memiliki wajah kagum sekaligus tidak percaya.
apa? monster? tetapi ketika aku di hutan itu aku tidak pernah menemukan satu ekor pun monster dan kenapa dia bilang kalau aku berada di level 2? apa dia tidak bisa merasakan kekuatanku yang sebenarnya? mungkin dia cuma merasakan inti core putih ku saja yang berada di level 2 dan kelihatannya prajurit ini cuman berada di level 3.
"aahh baiklah kau cukup berikan uang nya aku sangat kasian kepadamu karena dikejar-kejar monster dan sebaiknya kau buat kartu Identitas baru, kau cukup ke resepsionis di guild dan meminta untuk membuat kartu Identitas, kau cukup bayar 10 koin perak dan mereka akan langsung membuatkannya"
"ahh baiklah, kalau begitu aku pergi" Ariel berjalan dan memasuki kota hutan hijau itu.