
BOMMM!
pedang hitam itu jatuh dan menancap ke tanah. pedang hitam nya tepat menancap di depan gurdo dan udo yang sedang berlari. seketika mereka langsung berhenti dengan terkejut.
"a-apa-apaan ini?!... " gurdo terjatuh akibat terkejut.
udo yang tadinya menopang gurdo untuk berlari, kini dia langsung melepaskan nya. udo mencoba untuk berlari sendirian dan meninggalkan gurdo.
"oy udo! kenapa kau melepaskan ku!? "
"hah?! bicara apa kau ini komandan! aku berlari untuk hidup ku sendiri! aku tidak ingin mati disini! jadi selamat tinggal! " udo mencoba berlari ke samping. tapi sebelum dia mengambil satu langkah, tiba-tiba hal yang sama terjadi.
BOMMM!
sebuah pedang hitam menancap ke tanah.
udo terkejut dan terjatuh. dia mencoba berdiri lagi lalu berlari ke arah lain.
BOMM!
lagi, pedang hitam dari langit langsung menancap ke tanah. udo mulai ketakutan " sialan... sudah kuduga aku tidak akan bisa lari dari monster sialan itu! "
"hm.. kau pikir aku akan membiarkan kau kabur? yahh..sedari awal aku tidak akan membiarkan satu pun dari kalian kabur."
para prajurit yang mendengar nya langsung ketakutan.
"apa kalian tau ular piton? ketika ular itu mendapatkan mangsanya dia tidak akan pernah membiarkan nya meloloskan diri walaupun hanya sebentar. karena itu lah anggap saja aku ularnya dan kalian mangsa ku hehe... "
para prajurit semakin ketakutan, mereka menelan ludahnya. di seluruh tubuh mereka mulai mengeluarkan keringat dingin.
pria berjubah hitam itu mulai mundur ke arah belakang. para prajurit bingung karena di belakang pria berjubah hitam adalah jurang.
"apa yang dia lakukan? " salah satu prajurit.
"apa dia mencoba bunuh diri?" kata prajurit lainnya.
ketika prajurit berjubah hitam itu menginjak ujung tanah. dia tiba-tiba melayang di udara, para prajurit sontak terkejut.
"sialan apa-apa orang ini?! "
" bodoh sekali aku... dia saja bisa menerbangkan orang lain, apalagi dirinya sendiri.. "
pria berjubah hitam melayang-layang dan di belakangnya ada alice yang melayang juga. mereka mulai terbang lebih tinggi. keduanya melayang-layang dengan aura kegelapan yang menyelimuti tubuh mereka.
" ekspresi ketakutan kalian itu seperti seekor mangsa yang di lilit oleh sang ular.. aku jadi tidak sabar untuk memakan kalian! "
" a-apa yang dia maksud makan!? " gurdo yang mendengar nya ketakutan. dia sudah tidak bisa berdiri lagi.
"apa kita akan dimakan olehnya?! " udo di samping gurdo sedang ketakutan. dia sudah menyerah untuk melarikan diri. dia sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa kabur lagi.
pria berjubah hitam itu masih melayang-layang. kemudian dia mengangkat tangan kanannya ke depan. tangannya membentuk seperti seekor ular yang membuka mulut. seolah-olah tangannya adalah sekor ular yang siap untuk memakan mangsanya dengan mulut yang terbuka lebar.
disaat bersamaan ketika pria berjubah hitam mengangkat tangan kanannya. di udara di sekitar para prajurit, muncul sebuah aura kegelapan. perlahan-lahan aura kegelapan itu mulai membentuk sebuah pedang hitam. pedang-pedang hitam itu mengelilingi semua prajurit.
"sialan... ku pikir perwujudan senjata nya hanya ilusi... tapi apa-apaan ini?!! berapa banyak yang bisa dia buat?! " gurdo ketakutan.
"sialan... apa kita semua akan mati oleh pedang hitam itu?! " kata salah satu prajurit.
para prajurit yang lainnya juga mulai ketakutan. mereka mulai menjatuhkan senjata mereka. sekali lagi para prajurit itu mulai kehilangan harapan hidup nya.
" kalau begitu, selamat makan! "
"HAPP! "
seiring dengan tangannya yang menutup seperti mulut ular yang memakan mangsanya. pedang-pedang hitam yang berada di udara mulai berjatuhan ke tanah.
BOMM!
BOMM!
BOMM!
"a-apa aku masih hidup? " kata salah satu prajurit yang perlahan-lahan membuka matanya.
"kenapa aku masih hidup? " prajurit lainnya yang membuka matanya.
"tubuhku masih lengkap.. " prajurit yang kebingungan sambil meraba-raba seluruh tubuhnya.
"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa aku masih baik-baik saja? " gurdo yang tadinya ikut menutup mata.
"a-apa kita selamat? " kata udo.
pedang-pedang hitam itu cuman jatuh ke tanah dan tidak membunuh para prajurit. pedang-pedang itu hanya menancap di tanah di sekeliling semua prajurit.
para prajurit kebingungan mereka bahkan tidak mencoba untuk melihat ke sekelilingnya.
"lihat di sekeliling kita! " ada salah satu prajurit yang menyadari.
prajurit yang lainnya termasuk gurdo dan udo mulai melihat ke sekitar. mereka mulai terkejut kembali.
"apalagi yang si bangs*t itu rencana kan?! " gurdo yang marah sekaligus ketakutan.
"haha kalian lucu sekali. kalian pikir kalian akan mati begitu saja karena pedang-pedang ini kan? eksepsi kalian tadi, sungguh menyedihkan.. tapi yahh kalian sekarang sudah ku makan dan kalian sekarang ini sudah berada di perut sang ular.." pria berjubah hitam itu mulai mengangkat lagi tangannya.
ctakk
dia menjentikkan jari.
swuuuuu
pedang-pedang hitam yang menancap di tanah mulai memanjang. pedang-pedang itu yang tadi nya hanya memiliki panjang sekitar satu meter setengah, kini panjangnya melebihi pepohonan disekitarnya.
"sekarang apa lagi?! "
"sial! disini tidak ada celah sama sekali! "
"sialan.. sedari awal kita tidak akan selamat ya.. "
"sebelum kalian mati jadikan lah ini sebuah pelajaran. aku ini baik hati, aku akan mengajari kalian tentang perut ular yang mencoba untuk mencerna makanannya "
para prajurit tambah ketakutan. mereka menyadari kalau mereka sudah berada di ujung kematian!.
pria berjubah hitam itu yang melihat para prajurit yang ketakutan, membuat dirinya semakin puas.
ini sangat menyenangkan untuk melihat ekpresi ketakutan mereka... aku sangat puas! tapi ini saja masih belum cukup! sebelumnya mereka pasti melakukan hal yang kejam kepada alice! akan ku buat kalian lebih sengsara lagi!
kemudian pria berjubah hitam mulai mengangkat tangan kanannya lagi. masih ada 20 pedang hitam yang berada di punggung. kemudian ke 20 pedang hitam itu mulai terbang ke atas langsung. sekarang ke 20 pedang itu sudah berada di langit, posisi nya sejajar dengan area para prajurit yang di keliling pedang hitam yang memanjang.
para prajurit yang menyadari itu kebingungan. mereka tidak tau apa lagi yang akan dilakukan musuhnya itu.
pria berjubah hitam yang masih mengangkat lengan kanannya ke atas, sekali lagi dia menjentikkan jarinya lagi.
ctakk
ke 20 pedang yang berada di langit, ukuran mereka mulai membesar! yang tadinya pedang-pedang itu cuma seukuran pedang pada umumnya, kini terlihat sebesar sebuah pedang besarnya gurdo bahkan lebih besar dari milik gurdo.
ctakkk
sekali lagi, dia menjentikkan jarinya kembali.
"a-apa-apaan itu?.. " udo yang sambil melihat ke langit, dia langsung lebih takut lagi.
" sialan... sebenarnya seberapa banyak yang bisa dia buat?... " gurdo yang melihat juga ke arah langit.
para prajurit juga yang melihat nya, mereka tidak lagi terkejut karena mereka sekarang tau kalau pria berjubah hitam sangat kuat. mereka hanya semakin takut karena sebentar lagi mungkin saja adalah ajal bagi mereka.
di atas langit, yang membuat para prajurit dan gurdo semakin ketakutan adalah karena di langit muncul lebih banyak pedang. yang tadi nya hanya ada 20 , kini jumlahnya lebih dari ratusan. tapi tidak hanya sampai disitu, jumlah pedang nya masih terus bertambah.