
seekor kuda melesat dengan cepat. kuda itu ditumpangi oleh seorang gadis cantik, dia adalah alice yang sudah jauh dari lokasi pertempuran.
boomm
alice melihat kebelakang nya. dia melihat ada sebuah tornado besar dan panah-panah api yang berjatuhan.
walaupun dia ditengah hutan yang banyak sekali pepohonan tapi pohon-pohon nya tidak terlalu tinggi dan juga lokasi alice sudah sangat jauh dari lokasi kejadian. alice masih bisa melihat sihir yang dikeluarkan oleh ayahnya dan pelayan nya yaitu sebas.
"sihir angin dan sihir api! itu adalah atribut dari ayah dan sebas! pertempuran nya sudah dimulai! ayah semoga kau baik-baik saja! aku berharap kau tidak mati... " mata nya terlihat putus asa. alice tau kalau ayahnya tidak mungkin bisa hidup melawan ratusan prajurit.
alice melihat lagi kebelakang nya. alice melihat ada sebuah cahaya dari sihir api.
boomm!
alice kaget dengan apa yang dia lihat. dia melihat ada dinding air yang tinggi, dinding air itu seolah-olah memblokir sihir apinya.
"a-apa yang terjadi?! sihir air?! diantara orang-orang yang ayah bawa, tidak ada yang mempunyai atribut air! apa itu dari pihak musuh?! ayah!! " alice mulai gelisah, dia sangat khawatir dengan ayahnya.
kuda yang alice pakai terus berlari dengan sangat cepat. tapi perlahan-lahan kecepatannya mulai menurun.
"sial! kudanya sudah sangat kelelahan! kudanya sudah tidak bisa di pakai! aku sebaiknya turun dan berlari saja....."
sesaat sebelum alice mencoba menghentikan kudanya untuk turun. kudanya tiba-tiba tersandung oleh akar pohon.
"aaaahh "
alice dan kuda nya berguling-guling. sebelumnya kecepatan kudanya masih cepat hingga ketika kudanya tersandung membuat alice dan kudanya terjatuh dan berguling-guling cukup jauh.
"ugh... sialan "
cuacanya sedang hujan hingga membuat tanah berlumpur. ketika Alice terjatuh, tubuhnya langsung dipenuhi beberapa lumpur. alice sekarang terlihat sangat kotor, diwajahnya terlihat ada beberapa lumpur walaupun begitu dia masih terlihat cantik.
alice mulai berdiri dan berjalan ke arah kudanya.
"sepertinya kudanya sudah tidak bisa di pakai, dia terlihat kelelahan juga seperti dia sudah tidak bisa berdiri" alice mengelus-ngelus kepala kudanya.
telinga alice sedikit bergetar, alice mendengar suara ratusan langkah seekor kuda.
"sial! mereka ternyata masih mengejar! sebaiknya aku berlari dan bersembunyi di suatu tempat! "
alice mulai berdiri. "maafkan aku dan terimakasih! " alice mengelus kudanya dan langsung berlari ke arah hutan yang lebih dalam lagi.
...
"hmm kenapa kalian masih belum menyerang juga? apa mungkin kalian ingin aku saja yang memulainya?! " gurdo memiliki senyum diwajahnya, dia terlihat menikmati suasana nya.
kedelapan orang itu saling melirik, mereka mengangguk satu sama lain.
swosss
dua orang dari arah yang berbeda langsung melaju ke arah gurdo yang berada di tengah.
slashhh
mereka bersama menyerang menggunakan senjata nya masing-masing.
gurdo yang menyadari serangan mereka, langsung melompat kebelakang.
slashhh
ketika gurdo melompat kebelakang, ada orang lainnya juga yang ikut menyerang.
"cih! "
ctankk
gurdo menahan serangan itu, tapi ada orang lainnya juga yang mencoba menyerang kearah perut nya.
bang!
serangan tendangan itu mengenai perut gurdo, itu membuat gurdo mundur beberapa langkah.
"bangs*t! "
tidak mau menghilang kesempatan, Orang-orang yang lainnya juga langsung menyerang gurdo. orang-orang itu terlihat seperti menggunakan sebuah tehnik gabungan, hingga selalu membuat gurdo yang berada di level 7 harus mundur.
"walaupun masing-masing dari kami lebih lemah dari mu, tetapi ketika kami menggabungkan kekuatan kami, kami akan menjadi kuat! " salah satu orang berseru.
"itu benar! kami selalu melakukan latihan bersama dan menciptakan tehnik gabungan untuk melawan seseorang seperti mu! " orang lainnya.
"lagi pula kau hanya seorang diri! ini sangat menguntungkan bagi kami! serang terus! "
Orang-orang itu terus menerus menyerang gurdo secara bergantian.
"iblis sialan!! "
walaupun serangan mereka terkadang mengenai gurdo, tetapi ditubuh gurdo tidak terlihat sedikitpun luka.
"sial! dia tidak terluka sedikitpun! " seseorang berseru dengan kesal.
"mana mungkin serangan lemah kalian bisa melukai tubuhku! " gurdo masih terlihat marah.
"ya kau mungkin tidak akan terluka oleh serangan kami, tapi kau tidak mungkin tidak terluka oleh serangan dari tuanku! " orang lainnya.
"!!! " gurdo terkejut karena dia melupakan salah satu dari mereka! yaitu gilbert!.
sedari tadi gilbert sedang menyiapkan serangan nya. gilbert berdiri dan dikedua tangan nya diselimuti oleh api yang membara.
"sekarang!, tuan! " seseorang berteriak.
Orang itu dan yang lainnya langsung mundur dan menjauh.
boomm
gilbert menghilang, dia meluncur ke arah gurdo dengan sangat cepat!.
"PUKULAN PENGHANCUR! "
"!!! "
gilbert langsung melancarkan pukulannya kepada gurdo. dari setiap pukulannya mengeluarkan sebuah ledakan api.
BANGG!
gurdo terpental jauh dan menabrak sebuah pohon.
"apa kita berhasil?!! " seseorang melontarkan sebuah pertanyaan.
"apa kita menang?!! " orang lainnya.
"belum tentu, ingat orang itu berada di level 7! tidak mungkin dia kalah cuma dengan pukulan dari seorang level 6 sepertiku! " gilbert tau kalau serangan dia tidak mungkin membunuh gurdo.
perbedaan kekuatan dari level 6 dan 7 sangat sangat jauh. seseorang yang berada di level 7 dari segala aspek, semuanya berada di tingkatkan yang sangat berbeda dengan level dibawah nya. level 7 memiliki kekuatan 20x lipat dari level 6, sebagai contoh, seseorang yang berada di level 6 puncak dan melawan seseorang yang berada di level 7 awal, si level 6 tidak akan bisa menang melawan level 7! terlebih lagi ketika seseorang naik ke level 7 orang itu akan mendapatkan sihir uniknya sendiri!.
"kuaahahaha... luar biasa! orang-orang seperti kalian bisa membuat ku terluka, sungguh luar biasa! " itu suara dari gurdo. dia bangkit setelah menghantam pohon, di mulut nya terlihat ada darah yang keluar dan armor yang dia pakai di beberapa bagian memiliki bercak darah yang keluar.
"sudah kuduga kau masih hidup dan bahkan kau masih terlihat baik-baik saja setelah menerima serangan dari ku" gilbert melihat tajam ke arah gurdo.
orang-orang yang bersama gilbert kaget dengan apa yang terjadi, mereka tidak menyangka kalau gurdo masih bisa hidup setelah menerima serangan dari tuannya tersebut.
"tadinya aku tidak ingin serius melawan kalian, aku hanya ingin mempermainkan kalian. tapi siapa sangka kalau kalian akan sangat kuat ketika bergabung heee... menarik terutama kau, kau berada di level 6 puncak kan? serangan mu bener-bener bisa melukai ku! " gurdo menunjuk ke arah gilbert.
gilbert cuman membalasnya dengan tatapannya yang dingin.
"serangan mu bener-bener kuat tapi masih belum cukup kalau ingin membunuhku. dan juga kau menggunakan tehnik bela diri tangan kosong ya, sangat jarang ada seseorang yang menggunakan tangan kosong seperti mu." gurdo berseru.
"tapi ini aneh, kau sudah berada di level 6 terlebih berada di puncak nya, tapi kenapa kau tidak menggunakan perwujudan senjata mu untuk menyerang ku tadi? kalau kau menggunakannya mungkin aku bisa terluka sedikit parah" diwajah gurdo sedikit heran.
di dunia ini, ketika seorang level 5 naik ke level 6, inti core dari orang tersebut akan lebih besar dan kuat. dan inti core nya juga bisa menampung lebih banyak mana sehingga orang tersebut bisa menggunakan perwujudan senjata. seorang level 6 bisa membuat dan mewujudkan sebuah senjata dari 'mana' yang berada di inti core nya. senjata yang mereka wujudkan adalah cerminan dari jiwa yang mereka miliki, mereka tidak akan bisa mewujudkan senjata yang tidak mencerminkan jiwanya sendiri.
"baiklah karena kalian bisa melukai ku, kali ini aku akan sedikit serius, akan ku perlihatkan perwujudan senjataku! bersiap lah! " gurdo tersenyum.
gurdo mengangkat tangannya, seolah-olah dia sedang memegang gagang pedang.
"penuhi panggilan ku! "
"SPACCAMARE! "