
hari itu hujan sangat deras. ada seorang pria berdiri di puncak gunung yang sangat tinggi, gunung itu berada di tengah-tengah hutan yang disebut 'hutan terlarang'.
pria itu memakai sebuah jubah yang berwarna hitam, wajah nya tidak terlalu terlihat karena ditutupi oleh jubah yang dipakainya.
dia menyaksikan apa yang terjadi pada orang-orang yang di kejar oleh segerombolan prajurit yang memakai jirah putih.
walaupun jarak antara dia dan orang-orang itu sangat jauh tapi pria itu masih bisa melihat nya dengan jelas.
tatapannya melihat ke arah para prajurit jirah putih itu, lalu tiba-tiba tatapannya mengarah ke pada seorang gadis berambut putih dan memiliki wajah yang sangat cantik.
tatapan di matanya terlihat tidak memiliki emosi apapun, tapi wajah nya menunjukkan kerinduan yang mendalam.
"sungguh aku sangat merindukanmu alice... sejak saat itu aku tidak pernah melihat mu dan bertemu denganmu... dan ketika aku mendengar kalau kau mati, hati ku bener-bener sangat hancur waktu itu... sekarang aku bisa melihatmu lagi, aku sangat ingin memelukmu dan mengatakan 'aku sangat sangat merindukanmu' tapi aku tidak bisa. aku bukanlah diriku yang dulu, sekarang aku cuman seorang monster pembunuh dan selalu membawa kekacauan ". tatapan di matanya masih tidak mengeluarkan emosi tapi nada bicara nya terdengar sangat sedih.
terdengar suara melangkah dari belakang pria itu, langkah nya terdengar sangat berat bahkan tanah sedikit bergetar.
tiba-tiba muncul sosok yang sangat besar, sosok itu memiliki sisik tajam berwarna hitam di sekujur tubuhnya dan memiliki sebuah sayap besar punggungnya.
" tuan... apa anda yakin dengan keputusan anda? apa ini memang jalan yang benar? ".
suara itu berasal dari seekor naga hitam yang sangat besar dan menakutkan. berbeda dengan sosoknya yang menyeramkan, suara dari naga itu terdengar lembut seperti suara seorang wanita.
"iya. ini lah jalan terbaik yang ku ciptakan untuknya, masa depan yang menyakitkan itu pasti tidak akan terjadi dan kau bilang kau akan membantu ku kan, iris? ".
pria itu berbicara dengan serius dan penuh keyakinan.
" tentu saja aku pasti akan membantu karena anda sekarang adalah tuan ku sekaligus seseorang yang ku sembah. tapi apa dengan menyebabkan pertarungan di goa itu terjadi, apa masa depan akan bener-bener berubah? ". naga hitam yang bernama iris itu terlihat sedikit ragu.
" aku kembali ke masa ini karena aku ingin mengubah sejarah masa depan, masa depan yang ku alami terlalu menyakitkan bagiku, karena itu lah aku kembali ke masa ini walaupun aku cuma memiliki waktu yang sedikit, tapi itu saja sudah cukup untuk menyebabkan 'butterfly effect'. pertarungan di goa itu seharusnya tidak pernah terjadi karena sebelumnya di kehidupan ku yang lalu itu tidak pernah terjadi. walaupun pertarungan itu terjadi sekarang, tapi untuk merubah masa depan sepenuhnya itu belum cukup".
"lalu apa yang harus kita lakukan untuk merubah masa depan sepenuhnya? ".
" kita hanya perlu untuk membuat gadis yang di kejar-kejar oleh prajurit itu tetap hidup".
pria itu menunjuk ke arah orang-orang yang di kejar oleh para prajurit jirah putih.
"gadis itu adalah teman masa kecil ku yang paling berharga karena itu saat aku kehilangannya diriku tambah hancur".
"hmm... baiklah biarkan saya yang mengurus nya, akan saya bunuh semua prajurit itu... " ketika naga itu hendak terbang tiba-tiba pria itu menghentikannya.
"tidak. biar aku saja yang mengurus nya, tapi sebelum itu orang-orang yang bersama nya juga harus mati dulu. aku akan menunggu nya sampai hanya gadis itu yang masih hidup... "
" ;;;; "
"setelah aku menyelamatkannya, kau harus menjaganya dan latihlah dia sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri"
" sesuai perintah anda tuanku"
...
" ayah... sampai kapan kita akan dikejar terus? kita sudah memasuki hutan terlarang terlalu jauh! kalau begini terus kita malah akan bertemu dengan monster yang kuat! ". dia adalah seorang gadis yang memiliki paras cantik dan anggun. gadis itu memakai sebuah gaun berwarna merah yang sangat indah.
gadis itu adalah orang yang sama dengan yang ada di ingatan Ariel, gadis itu bernama alice dan dia adalah teman masa kecilnya Ariel.
" benar tuan apa yang di katakan nona alice, kalau begini terus kita akan memasuki hutan terlarang semakin dalam dan akan bertemu dengan monster kuat! " salah seorang pria yang memakai jirah hitam.
"ugh... " di wajah gilbert terlihat sangat putih asa.
"alice sebagai seorang ayah, aku sangat menyayangi mu... sekarang aku cuma memiliki mu seorang, aku ingin kau tetap hidup... "
"ayah apa yang kau katakan?! kau bicara seolah-olah kau akan mengorbankan dirimu! apa kau mencoba untuk melawan mereka semua?!" alice memiliki wajah kosong yang sedih.
gilbert ayah dari alice cuma menanggapi nya dengan senyuman.
Orang-orang yang bersama mereka juga ikut terkejut dengan apa yang akan di lakukan gilbert.
"tuan kalau anda akan melawan mereka, maka saya juga akan ikut melawan!". salah seorang pelayan berbicara.
" sebas kau..."
"saya juga tuan! saya akan ikut melawan!" orang lainnya.
"saya juga! "
"saya juga! "
"saya juga! "
"saya juga akan ikut melawan! "
Orang-orang lainnya juga mulai memutuskan untuk melawan para prajurit manusia itu.
"kalian.... apa kalian yakin? kalian mungkin akan mati! cuma ada sepuluh dari kita dan lawan ada ratusan lebih! "
"kami tau mungkin saja kami akan mati tapi meskipun begitu kami tetap akan bertarung sampai darah penghabisan"
"kenapa kalian sampai melakukannya sejauh ini..? "
"karena seluruh keluarga anda selalu baik kepada kami, kami tidak akan pernah menyesal untuk mati bersama anda". salah seorang berbicara.
" hmm baiklah terimakasih karena kalian mau bertarung bersama ku sampai akhir ". gilbert memiliki senyum diwajahnya, dia terlihat senang.
" kalau ayah dan yang lainnya akan bertarung aku juga akan ikut bertarung dan melawan! " alice berbicara dengan nada serius.
"tidak boleh. alice kau harus tetap hidup dan temui lah pangeran Ariel karena cuma dia lah satu-satunya harapan kita untuk membalas dendam". gilbert berbicara kepada Alice.
" benar apa yang di katakan tuan gilbert, nona alice harus tetap hidup".
"t-tapi Ariel waktu itu tetap berada di kastilnya! apa mungkin dia masih hidup?!"
"aku yakin pangeran Ariel masih hidup dan akan terus hidup! bukankah kau yang paling tahu tentang nya? kau sudah berteman dengan nya dari kecil".
" ingat lah untuk bertemu dengannya dan balas kan lah dendam seluruh iblis dengan nya! "
kelompok yang dikejar berhenti dan mulai turun dari kuda nya kecuali alice, dia tidak turun.
"aku sangat menyayangimu anakku... " keluar sedikit air mata di mata gilbert.
"tidak ayah! aku juga ingin ikut bertarung! " alice mulai menangis.
plak
gilbert memukul kuda yang ditunggangi alice, kuda itu langsung melanjutkan langkah nya.
"tidak ayah!!!! " alice menangis dengan sangat keras.
alice bisa saja turun dan ikut bertarung tapi jauh didalam hatinya dia merasakan kalau dia tidak boleh mati disini, kalau dia mati disini dia tidak akan bisa membalas kan dendamnya! dia harus tetap hidup untuk membalas kan dendam seluruh keluarga nya yang telah dibunuh oleh para manusia.
"kebencian yang kurasakan sekarang tidak akan pernah ku lupakan! aku benar-benar sangat membenci kalian manusia! kalian telah mengambil seluruh yang ku punya! akan tiba saatnya waktu ketika aku yang akan mengambil setiap yang berharga bagi kalian!"
"AKU BERSUMPAH AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA, MANUSIA! "
pada saat ini senyuman dan wajah ceria alice menghilang. dia tidak sama seperti yang berada di ingatan Ariel, seolah-olah dia adalah orang yang sangat jauh berbeda.