
ketika para prajurit manusia melewati jalanan nya, mereka tiba-tiba diserang dengan mendadak di kedua sisi jalan.
"TORNADO! "
wooosss!
sebuah tornado tiba-tiba muncul di tengah-tengah para prajurit.
gaaaaahh!
aaaahhh!
uaaaahh!
banyak prajurit yang terbawa dan terpental oleh tornado yang sangat besar itu.
"100 FIRE ARROW! "
swooss
swooss
dari langit turun panah api yang sangat banyak. setiap prajurit yang terkena oleh panah tersebut langsung mati dan terbakar.
aaackk!
uuackk!
walaupun cuaca sedang hujan tapi panah apinya tidak padam oleh air hujan karena api nya berasal dari sihir yang menggunakan mana dari inti core nya langsung.
beberapa panah api ada yang mengenai tornado nya.
wooooossssh!
seketika tornado itu berubah menjadi tornado api yang sangat besar!.
sekali lagi banyak prajurit yang mati oleh tornado api itu.
"terus lah menyerang mereka! bunuh sebanyak yang kalian bisa! " gilbert berteriak memberi perintah kepada orang-orang nya.
orang-orang yang berada di pihak gilbert langsung menyerang dengan semua kemampuan yang mereka miliki.
mereka berhasil membunuh banyak para prajurit manusia!.
"ini lebih mudah dari pada yang kuduga! " salah satu orang dari pihak gilbert merasa senang.
" ya ini sangat mudah! mereka sangat lemah!" orang lainnya juga.
"jangan lengah! mereka mudah di bunuh karena mereka masih belum memahami situasi nya! kita harus terus menyerang! karena ini adalah kesempatan kita! bunuh lah musuh yang ada di depan mu selagi bisa! serang teru..... ".
brusss
"!! "
sebas berteriak tapi sebelum menyelesaikan kata-kata nya, tiba-tiba orang yang di sebelah nya mati mengenaskan dengan setengah tubuhnya hancur.
" kalian para iblis terkutuk! akan ku bunuh kalian! "
itu adalah gurdo seseorang yang menyerang orang yang berada di samping sebas!.
cepat! orang ini terlalu cepat! aku tidak bisa melihat pergerakannya!.
sebas terkejut dengan kedatangan gurdo! dia tidak bisa melihat pergerakan dari gurdo!.
sebas kembali sadar dari keterkejutan nya, dia langsung merapatkan semua jari tangan nya dan langsung menyerang gurdo dengan serangan menusuk.
tangannya diselimuti oleh dark mana. sebas menggunakan tehnik yang sama seperti 'mana sword' mana yang menyelimuti pedang tapi bedanya dia tidak memakai pedang melainkan menggunakan tangan nya sendiri!.
swoosss
" ?!! "
serangan nya sudah hampir mengenai bagian kepala gurdo, tapi sebas dikejutkan karena tinju gurdo sudah berada di dagunya.
kapan dia menyerang?! aku tidak melihat serangan nya!.
sebas langsung terpental ke udara, darah langsung bercucuran dari kepalanya seketika kepalanya hancur dan sebas langsung mati.
" sebass!!! "
gilbert melihat apa yang terjadi, dia merasakan kebingungan sekaligus kesedihan! gilbert juga tidak bisa mengikuti kecepatan gurdo yang sangat cepat!.
"dengar kalian semua! tenang lah! ini perintah dariku! " gurdo berteriak sekaligus menggunakan aura nya untuk menyadarkan para prajurit yang kebingungan.
"kita sedang dijebak oleh mereka! jangan panik! "
"ya! komandan! "
serentak para prajurit itu langsung tenang seketika.
orang-orang dari pihak gilbert masih mencoba untuk menyerang dan membunuh para prajurit yang ada.
"apa nya yang tenang?! kalian tetap akan mati! haaa! "
ack!
serangan dari prajurit manusia itu mengenai perut dari orang tersebut, darah langsung berceceran dari lukanya.
"sialan! kenapa mereka tiba-tiba menjadi kuat!?" orang itu terkejut dengan perubahan pada prajurit.
hmm... ini aneh, aku yakin kalau orang-orang yang kami kejar ini seharusnya ada 11 orang, kemana si gadis berambut putih itu?....
gurdo berpikir dalam pikiran nya sambil melihat-lihat sekelilingnya untuk mencari gadis berambut putih yaitu alice.
"heee... jadi begitu ya! hm... " gurdo memiliki senyuman menyeramkan diwajahnya karena menemukan jawabannya.
"kalian ini disini cuman untuk mengulur waktu saja kan? supaya gadis berambut putih itu bisa melarikan diri iya kan?" gurdo merasa senang dihatinya karena dia bisa menemukan jawabannya.
kemudian gurdo melirik ke arah gilbert, tatapan mereka langsung bertemu.
"dari aura yang kau keluar kan kau pasti pemimpinnya kan?" gurdo bertanya ke pada gilbert.
tapi gilbert tidak menjawab pertanyaannya, dia cuma diam dan menatap tajam ke arah gurdo. dari mata nya bisa dilihat kalau gilbert sangat marah dan benci kepada gurdo.
"tidak sopan sekali kau tidak menjawab pertanyaan.... ku! "
boomm
gurdo langsung meluncur ke arah gilbert dan melancarkan pukulannya.
"!! "
gilbert terkejut tapi dia langsung sadar dan langsung mencoba bertahan dengan menyilang kan kedua tangannya.
"ugh!! "
"tuan! "
Orang-orang yang dari pihak gilbert terkejut dengan apa yang terjadi!.
gilbert terpental dan langsung menghantam sebuah pohon dan dari mulut nya keluar secangkir darah.
"sialan! kekuatan nya sungguh luar biasa! aku tidak mungkin bisa mengalahkan nya! ditambah para prajurit nya masih banyak! "
gilbert kembali berdiri lagi, di dalam hatinya dia sangat putus asa karena tidak mungkin baginya untuk menang melawan gurdo dan ditambah oleh ratusan prajurit! walaupun orang-orang nya masih ada yang hidup tetap dia tidak akan bisa menang!.
"sial sepertinya aku cuma bisa melawan sampai akhir saja! baiklah akan ku lawan kalian sampai mati! "
gurdo yang masih berdiri dia terkejut karena gilbert masih bisa bertahan dari pukulannya.
"hooo luar biasa, kau bisa bertahan dari pukulan ku padahal aku cukup yakin kalau pukulan ku sangat kuat"
gilbert kembali menatap tajam ke arah gurdo, gurdo cuma tersenyum dengan tatapan tajam nya.
"tatapan yang mengerikan, baiklah akan ku beri kau kemudahan... semuanya! dengar kan aku! ada satu orang lagi yang masih melarikan diri, kalian semua kejar lah orang itu! dia adalah seorang gadis dengan rambut berwarna putih!" gurdo memberi perintah kepada para prajurit nya.
"t-tapi komandan bagaimana dengan orang-orang ini? " salah satu prajurit bertanya kepada gurdo.
"orang-orang yang ada disini biar aku saja yang urus ini tidak akan lama, setelah aku beres dengan orang-orang ini aku akan langsung menyusul kalian! ku beri kalian perintah! pergilah dan kejar gadis itu!"
"siap komandan! "
para prajurit itu langsung berangkat, tapi sebelum mereka berangkat gilbert menghalangi mereka.
"kalian pikir aku akan membiarkan kan kalian lewat?! "
"KOBARAN API! "
gilbert melancarkan sihir apinya ke arah para prajurit.
"DINDING AIR "
sebelum sihir api dari gilbert mengenai para prajurit tiba-tiba muncul sebuah dinding air yang besar, seketika api langsung padam oleh dinding air tersebut.
"lawan mu adalah aku! " sihir air tadi berasal dari gurdo.
"kalian pergilah sekarang! "
para prajurit itu langsung pergi untuk mengejar alice.
masih ada ratusan prajurit yang masih hidup, mereka menunggangi kudanya dan berlari ke arah hutan yang paling dalam.
"Baiklah sekarang tidak ada yang mengganggu kan? aku sudah mempermudah kalian loh apa kalian ingin mati satu persatu atau ingin mati secara bersamaan? maju sini! " gurdo memiliki senyum menyeramkan diwajahnya.
sisa orang masih hidup di pihak gilbert tinggal 8 orang termasuk dirinya.
"sialan bagaimana cara kita agar bisa menang melawan monster ini?! " salah satu orang berseru.
ke depan orang itu mengelilingi gurdo mereka masih bingung bagaimana cara untuk menang melawan nya. gurdo berada di level 7 menengah sedang mereka cuma ada di level 5 dan 4! cuma tuan mereka yaitu gilbert yang berada di level 6 puncak! tapi mereka tau perbedaan kekuatan keduanya sangat jauh bagaikan langsung dan bumi!.
mereka menelan ludah mereka sendiri, mereka terlihat ketakutan dengan tubuh bergetar.
"hmm kenapa kalian masih belum menyerang juga? apa mungkin kalian ingin aku saja yang memulainya?! " gurdo memiliki senyum diwajahnya, dia terlihat menikmati suasana nya.