Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
kekalahan gurdo



"sialan kau! sepertinya kau ingin mati dengan cepat ya! " gurdo berteriak. dia langsung mengangkat pedang besar nya ke udara. " Mati lah! "


" WATER BLADE ! "


gurdo mengayunkan pedang nya dengan kuat. dari tebasan nya, memunculkan sebuah bilah pedang air yang sangat besar. serangan nya mengarah ke arah pria berjubah hitam.


BANG!


serangan nya mengenai pria berjubah hitam.


"hahaha! itu lah akibatnya kalau kau bersikap sombong! ....!!!" gurdo tertawa dengan senang, tapi kesenangannya tidak bertahan lama. gurdo melihat kalau sarangan nya tidak memberikan kerusakan apapun kepada pria itu. "m-mustahil! kenapa kau tidak terluka sedikit pun setelah menerima serangan seperti itu?! "


"kau pikir serangan seperti itu akan melukaiku? aku bahkan malas untuk menghindari serangan seperti itu. ayo keluarkan lah serangan terbaikmu! " akan ku permainan kan kau!.


"sialan! jangan meremehkan ku! "


gurdo kemudian mengangkat pedang nya lagi.


"kau yang memintanya, jadi tahan lah serangan ini! "


"WATER BLADE, TENFOLD! "


BOOMM!


sebuah bilah air yang sangat besar keluar dari Ayunan pedang gurdo. bahkan ketinggian dari bilah air itu melebihi pepohonan yang ada disekitar.


ugh! serangan barusan yang ku keluarkan memakai banyak mana! tapi itu tidak apa! aku yakin pasti serangan nya bisa melukainya!


"hm.. cukup bagus untuk seekor semut, tapi masih terlalu lemah untuk bisa menyentuh ku"


aku bisa saja menghilangkan serangannya dengan kehendak ku, tapi akan ku Terima!, aku ingin membuat nya putus asa!


BANG!


sekali lagi, suara ledakan yang besar terjadi akibat dari serangan yang mengenai pria berjubah hitam. serangan nya membuat kabut yang tebal sehingga orang yang di dalamnya tidak bisa dilihat.


para prajurit di belakang, sebelumnya mereka terlihat suram tapi setelah melihat serangan yang di keluarkan gurdo barusan, membuat mereka gembira.


"serangan barusan sungguh sangat kuat! "


" ya! bahkan ledakannya saja sungguh besar! ku yakin kali ini pria itu mati! "


" tentu saja! serangan barusan bahkan mengenai nya secara telak! orang itu sekarang pasti sekarat! "


para prajurit mulai gaduh, mereka senang karena mengira komandan mereka adalah pemenangnya.


"o-oi kalau orang itu mati, terus kenapa gadis itu masih melayang di sana? " kata salah satu prajurit.


seketika semua orang terdiam.


perlahan-lahan kabutnya mulai menghilang. gurdo dan para prajurit terdiam sekaligus terkejut dengan apa yang mereka lihat.


"t-tidak mungkin... " udo yang melihat di belakang.


"ini bohong kan? padahal serangan nya mengenai nya dengan tepat.. " kata salah satu prajurit.


prajurit lainnya juga mulai gelisah dengan situasinya, orang yang mereka kira mati ternyata masih hidup dan bahkan tidak memiliki satu luka sedikitpun.


"sialan yang benar saja! padahal aku sudah meningkatkan nya 10 kali lipat! tapi kenapa kau masih baik-baik saja?! " gurdo terlihat putus asa dan frustasi.


"sudah ku bilang bukan, kalau serangan seekor semut seperti mu, tidak akan bisa menyentuh ku! "


akan ku buat dia lebih putus asa, sebelum membunuhnya.


"ayo keluarkan lagi serangan mu. aku tau kau masih memiliki tehnik lainnya dan juga mana mu masih tersisa banyak. sini maju! "


gurdo cuma menatapnya dengan tajam.


"kenapa kau masih belum bergerak? hah baiklah, aku akan tetap berdiri disini dan tidak bergerak sedikitpun. jadi ayo keluarkan lah tehnik mu yang lainnya!"


urat merah mulai terlihat di jidat gurdo. "brengs*k! berani sekali kau meremehkan ku, yang seorang komandan kesatria! aku gurdo murid dari pahlawan greatsword VELES! tidak akan menyerah! aku bersumpah akan membunuh hari ini di sini! "


"ho.. cukup mengejutkan. aku pikir kau cuma akan putus asa dan menyerah begitu saja, tapi siapa sangka kau masih mau melawan ya. hee... bagus sini maju lah! "


gurdo mulai memasang kuda-kuda nya, dia bersiap untuk menyerang. "guru maafkan aku karena melanggar peraturan mu, akan ku gunakan salah satu tehnik terkuat yang kau ajarkan kepadaku! "


"TUBUH DEWA LAUT! "


woooss


seluruh tubuh gurdo diselimuti oleh mana biru yang terlihat seperti air. pedang nya bahkan terlihat lebih besar daripada sebelumnya.


"hm.. tehnik dewa laut ya, cukup bagus untuk bisa digunakan oleh orang seperti mu. kuy! "


boom!


gordo meluncur dari tempatnya, dia dengan cepat mengarah ke arah pria berjubah hitam.


"haaaa! "


gurdo mengayunkan pedang nya.


ctangg


"!!! "


gurdo terkejut karena serangannya diblokir oleh salah satu pedang hitam milik pria itu.


gurdo melanjutkan serangannya, walaupun dia memakai sebuah jirah yang berat dan juga pedang yang besar, tapi kecepatan dari serangannya sangat cepat. bahkan para prajurit yang melihat nya tidak bisa mengikuti gerakan dari serangan gurdo. setiap serangan yang gurdo lepas kan, akan dengan mudah diblokir oleh pedang hitam yang melayang-layang.


ctangg


ctangg


ctangg


suara pedang yang berbenturan terus terdengar. tidak ada yang tau sampai kapan ini akan terus berlanjut. para prajurit yang melihat nya cuma bisa terdiam, mereka tau kalau mereka tidak akan bisa ikut campur dengan pertarungan itu.


"aku tidak pernah melihat pertarungan seperti ini sebelumnya" salah satu prajurit berbicara.


" pertarungan ini ada di level berapa dengan kita" prajurit yang lain.


"aku sangat yakin kalau kita ikut campur, kita cuma akan mati! " yang lainnya.


udo yang melihat pertarungan itu dibelakang, dia terlihat khawatir dan gelisah.


"sialan.. sudah kuduga kalau orang itu lebih kuat dari komandan! serangan dari komandan bahkan tidak bisa menyentuhnya sedikitpun! pedang hitam itu selalu memblokir serangan dari komandan! " gurdo dengan keringat dingin di wajahnya.


sialan... kenapa orang ini sangat kuat?! serangan ku terus diblokir oleh pedang hitamnya! dan juga yang memblokir nya cuma satu pedang saja! seharusnya dia bisa membunuhku kapan saja! tapi kenapa dia tidak melakukannya?! sialan!!!


"hm.. ada apa? bukannya tadi kau sedikit percaya diri, setelah menggunakan tehnik itu? sekarang kenapa kau terlihat mulai kehilangan kepercayaan dirimu itu? "


"diam kau bangs*t! WATERFALL! "


ayunan pedang nya terlihat seperti sebuah air terjun yang turun dari ketinggian gunung.


ctangg


serangannya di blokir dengan pedang hitam yang melayang.


"WATER WAVE! "


ctangg


lagi serangannya diblokir oleh pedang hitamnya.


" PUSARAN AIR! "


ctangg


" OMBAK LAUTAN! "


ctangg


jejak putus asa mulai terlihat lagi di wajah gurdo. " sialan! kenapa serangan ku tidak bisa mengenai mu! padahal aku sudah berlatih lama teknik-teknik itu! tapi kenapa kau dengan mudahnya memblokir serangan ku?! " gurdo masih terus melancarkan serangannya.


"hm.. seharusnya kau menyadari nya juga kan? ini adalah perbedaan kekuatan di antara kita! kau itu cuma semut di mata ku! ku beri tau kau, aku bisa saja membunuhmu kapan saja. aku cuma ingin bermain-main dulu dengan mu, sebelum membunuhmu! "


gurdo yang mendengar nya semakin putus asa. serangan dari Ayunan pedang nya mulai melemah.


"ah ini mulai membosankan. baiklah ayo akhiri ini! "


pang!


pedang hitam yang melayang itu menampar wajah gurdo dengan sangat kuat. gurdo terlempar jauh ke kerumunan para prajurit.


"komandan! "


para prajurit mulai mengerumuni gurdo. mereka ingin tau akan kondisinya.


gurdo tidak pingsan, walaupun tamparan dari pedang itu kuat, tapi tubuhnya juga sangat kuat. ada beberapa luka di wajahnya dan juga beberapa memar.


" dari tadi aku sudah membiarkan kalian untuk menyerang ku. sekarang giliran ku, kan? "