Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
tersesat



Ariel tiba di benua utara tempat Kerajaan elf, dia terbangun di sebuah hutan asing dengan pepohonan yang menjulang tinggi dan banyak sekali suara hewan yang terdengar.


"hutan apa ini? disini pohonnya sangat tinggi dan besar..." Ariel baru saja terbangun dia terlibat linglung.


dia berdiri dan memastikan situasinya, Ariel memeriksa setiap barangnya untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.


"yoshh semuanya lengkap tapi kemana aku harus pergi dari hutan ini?" dia melihat sekitarnya. "untuk sekarang sebaiknya aku membersihkan mukaku dulu"


hmm? itu terdengar sepertinya suara air, Ariel langsung menuju suara itu.


"woaahh disini ada sebuah kolam sebaiknya aku mandi saja! " dia langsung membuka baju dan lompat ke dalam air.


itu adalah sebuah kolam dengan air yang sangat jernih saking jernihnya beberapa mahluk kecil yang hidup didalamnya terlihat jelas, kolam itu tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu dalam. Ariel terus mandi dengan santai dia duduk di tepi kolam dia mengingat kembali apa yang terjadi beberapa jam yang lalu, dia baru saja kehilangan ayahnya itu membuatnya sangat sedih rasanya dia ingin menangis kembali tapi dia terus menahannya, dia langsung menggelengkan kepalanya.


"ini bukan saatnya untuk merenungkan hal itu, aku sudah mempunyai tujuan dan tujuanku untuk sekarang adalah menemukan ke lima orang itu! tapi kemana aku harus mencarinya, ayahku cuman memberi tahu ku nama dari orang-orang itu dan ras mereka saja" Ariel menghela nafas dan melihat dirinya sendiri di pantulan airnya.


Ariel memiliki penampilan layaknya manusia dia bisa menyembunyikan tanduknya selayaknya iblis kelas atas. Ariel memiliki wajah yang tampan dengan rambut hitam dan memiliki mata yang indah dengan pupil matanya berwarna hitam dengan corak yang aneh. Ariel baru saja berusia 20 tahun bagi para iblis yang umurnya bisa mencapai 200 tahun, Ariel itu masih sangat muda.


setelah beberapa saat dia sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya, dia memakai pakaian berwarna hitam dengan jaket berwarna putih pakaian itu terlihat bagus dan tidak terlalu mencolok.


"apa sebaiknya aku memakai topeng? tapi selama ini aku tidak pernah keluar kastil, cuma beberapa orang saja yang pernah melihat wajahku"


"aku harus menemukan kota terdekat untuk menanyakan kepada seseorang yang tau keberadaan orang itu" Ariel berjalan ke arah samping. sebenarnya dia tidak tahu kemana dia berjalan dia cuma mengandalkan keberuntungannya saja.


sudah sehari dia berjalan di dalam hutan tetapi dia tidak menemukan sebuah kota "sial sepertinya aku tersesat, untuk sekarang aku akan istirahat di sini" tiba tiba


krrrrrr krrrrr


perutnya bersuara Ariel melupakan salah satu hal yang penting untuk bertahan hidup, dia melupakan untuk makan! walaupun dirinya iblis yang memiliki pertahanan tubuh yang kuat dia tetaplah mahluk hidup dia membutuhkan makanan untuk terus bertahan hidup.


"sebaiknya aku mencari sesuatu untuk dimakan dulu seperti kelinci liar dan babi hutan... " tiba² Ariel mendengar sesuatu didalam semak², beberapa saat kemudian muncul seekor kelinci!.


"hoho sepertinya masih ada dewa yang mendukung ku!" dia tersenyum dan langsung melompat ke arah kelinci itu untuk menangkapnya tetapi kelinci itu menghindarinya kelinci itu memiliki ekspresi mengejek "sialan kau, kau akan ku panggang dan kumakan semua dagingmu!" Ariel sangat marah sampai² ada urat terlihat di wajahnya.


kelinci itu sangat cepat dia sangat hapal tentang medan dihutan ini dia sangat gesit untuk menghindari semak-semak dan berbagai duri yang ada, akan tetapi Ariel tidak kalah cepat dia bahkan tidak perlu mengeluarkan kekuatannya setiap pijakannya itu sangat tepat dimana dia menginjak tanah yang tidak ada durinya seakan-akan ini semua hal yang sangat mudah baginya. dengan cepat Ariel mecoba menangkap kelinci itu dan kali ini dia berhasil!


"hehehe kira² seperti apa ya rasa daging mu itu" Ariel memiliki senyum yang mengerikan.


beberapa saat kemudian dia sudah selesai memakan kelincinya "hmm itu sangat biasa saja tidak seenak makanan buatan pelayan yang di kastil ".


Ini sudah malam lolongan serigala terdengar nyaring " sebaiknya aku tidur besok semoga aku menemukan sebuah kota " dia naik keatas pohon untuk tidur, dia menyadari kalau tidur di bawah di tengah hutan itu sangat berbahaya monster kemungkinan akan muncul dan mencoba memakannya ketika dia sedang tertidur pulas maka dari itu dia memutuskan untuk tidur di atas pohon di sebuah ranting besar.