
"MATILAH! "
bersamaan dengan ucapannya serta telunjuknya yang mengarah ke bawah. pedang-pedang hitam di langit mulai berjatuhan satu persatu ke arah ratusan prajurit yang terkurung.
"ah sialan... " gurdo sekarang sudah menyerah sepenuhnya.
BOOMM!
satu pedang hitam menghantam salah satu prajurit prajurit. prajurit itu langsung tewas dan tubuhnya hancur menyatu dengan tanah.
BOOMM!
BOOM!!
BOOMM!
diikuti dengan pedang-pedang lainnya yang mulai berjatuhan.
"ackk! "
"aaaaah! "
"ibu tolong selamatkan aku! ackkk.. "
ratusan prajurit itu mulai mencoba untuk mencari jalan keluar. dengan pedang-pedang yang berjatuhan dari langit, mereka mulai berlarian ke segala arah. tapi sayang sekali, setiap mereka hampir melangkah, mereka sudah mati tertiban pedang.
ada sebuah pedang yang mulai jatuh ke arah gurdo. gurdo yang melihat itu panik.
"sialan!! " matanya mulai melihat ke arah sekitar nya. tatapannya berhenti ketika dia melihat udo yang berada di dekatnya. seringai mulai muncul di wajah nya. "udo kau harus senang karena menjadi tameng untuk ku! "
udo yang menyadari apa yang ingin di lakukan gurdo, di wajahnya mulai ketakutan. gurdo kemudian menarik badan udo.
" apa yang akan kau lakukan komandan!? "
gurdo mulai memegang tubuh milik udo, dengan posisi gurdo yang berlindung di balik badan udo.
"lepaskan aku! lepaskan aku! "
"hehe matilah untuk ku! "
udo mencoba melawan, tapi usahanya sia-sia. walaupun gurdo sudah kelelahan dan mana nya sudah habis, tapi perbedaan kekuatan dirinya dengan gurdo sangat jauh! sehingga dia tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman tangan gurdo.
"tidak! lepaskan ak.. aackk! "
BANG!
sebuah pedang hitam menancap di tubuh udo. tapi tak lama kemudian mulai ada pedang lagi yang akan jatuh ke posisi gurdo berada. gurdo mulai melihat ke arah sekitar nya. ada dua prajurit di dekatnya, kemudian dia menarik kedua prajurit itu. sama seperti sebelumnya, kedua prajurit itu dijadikan tameng oleh gurdo untuk menahan pedang yang akan jatuh ke arah nya.
"komandan apa yang kau lakukan!? "
"diam lah dan jadi lah tameng untuk ku! "
"a-apa?! ackk! "
hehe walaupun ini agak sulit tapi aku bisa melakukan nya! dengan begini ada kemungkinan aku masih bisa hidup dengan mengorbankan para prajurit ku!
di setiap mahluk hidup selalu memiliki tekad kuat untuk terus bertahan hidup dan ketika mereka sudah berada di ujung kematiannya, mereka akan melakukan segala cara untuk tetap hidup, walaupun caranya itu sangat kejam dan menjijikan tapi mereka akan tetap melakukannya.
pria berjubah itu melihat apa yang di lakukan gurdo.
"hm.. manusia memang sangat menjijikkan. hah tadinya aku tidak mau ini berakhir dengan lebih cepat, aku ingin menikmati ekspresi ketakutan mereka. tapi apa yang ku lihat malah pemandangan yang sangat rendahan, mengorbankan orang-orang mu untuk tetap hidup itu sungguh menjijikkan. "
alice yang berada di belakang nya, dia melihat pemandangan sangat mengerikan. setiap kali salah satu pedang hitam jatuh dan menghantam prajurit, prajurit itu langsung hancur dan menyatu dengan tanah. ini adalah pertama kalinya dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan. alice kemudian mengalihkan pandangannya. dia tidak mau melihat hal mengerikan ini terus berlanjut.
"jangan mengalihkan pandangan mu. mulai saat ini kau juga akan melewati jalan berdarah ini".
alice kemudian terkejut. dia melihat kalau pria yang berada di hadapan ini masih melihat ke arah depan, tapi pria itu bisa melihat apa yang di lakukan olehnya.
apa aku akan melawati jalan seperti ini? ini terlalu mengerikan...
ah benar juga, aku ingin membalaskan dendam ayah ku dan juga keluarga ku! aku tidak boleh memalingkan pandangan ku! ini adalah jalan yang akan ku lewati!
alice kemudian mulai melihat lagi ke tempat dimana para prajurit terkurung.
"benar seperti itu. jadi lah kuat dan kejam, dan ingat lah untuk tidak pernah membiarkan musuh mu lolos. kau harus ingat tentang ini dengan begitu kau akan terbiasa untuk melihat darah yang mengalir dari setiap musuh mu"
kemudian pria itu mengangkat tangan nya lagi ke depan.
ctakk
dia menjentikkan jarinya lagi.pedang-pedang yang berada di langit, yang tadinya berjatuhan dengan satu persatu, kini semua pedang-pedang itu mulai berjatuhan secara bersamaan.
"sial! kali ini aku tidak mungkin selamat... " gurdo yang sedang berlindung di antara kerumunan prajurit.
BOOOM!!
BOOMM!
BOOMM!
BOOM!
rentetan ledakan dari pedang-pedang yang berjatuhan terus terdengar.
"guru tolong selamatkan aku... aackkk! " gurdo yang mulai menangis dan memohon. tiba-tiba sebuah pedang menancap ke tubuhnya. bahkan ketika dirinya berlindung menggunakan beberapa prajurit, pedang-pedang yang terus berjatuhan langsung membunuh dirinya dan juga para prajurit yang menjadi tamengnya.
pedang-pedang itu terus berjatuhan dengan sangat cepat. tidak pernah berhenti, suara ledakan terus terdengar. tidak hanya suara ledakan saja tapi suara putus asa dan juga teriakan terus terdengar.
beberapa saat kemudian suara putus asa dan teriakan dari para prajurit , perlahan-lahan suaranya mulai berhenti. ... kini suara teriakan putus asa itu berhenti. suara itu berhenti karena semua dari ratusan prajurit itu sudah mati!.
BOOMM!
BOOM!
walaupun suara dari para prajurit sudah berhenti tapi pedang-pedang yang berada di langit masih terus berjatuhan! sekarang yang terdengar hanyalah suara ledakan dari pedang-pedang yang jatuh!.
mereka semua mati... walaupun mereka semua mati tapi pedang-pedang hitam yang besar itu masih terus berjatuhan! seolah-olah pria ini tidak akan menyisakan apapun dari tubuh mereka! orang ini benar-benar sangat kejam! sebenarnya siapa orang ini?!
walaupun dirinya memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi, tapi alice tetap merasakan kengerian dari pemandangan yang dia lihat.
di langit masih tersisa banyak pedang hitam, mungkin sisanya sekarang hanya setengah saja dari jumlah sebelumnya.
ctakk
ctakk
ctakk
pria berjubah hitam itu menjentikkan jarinya tiga kali.
WOOSSSS
BAANGG!
pedang-pedang itu mulai jatuh dengan lebih cepat lagi! suara ledakan yang di akibatnya lebih besar! pedang-pedang itu terus jatuh ke titik yang sama!.
jumlah pedang di langit mulai berkurang. seiring dengan ledakan-ledakan dari pedang-pedang yang berjatuhan, pedang-pedang yang berada di langit mulai menipis. beberapa saat kemudian tersisa sekitar seratus pedang hitam.
BOOoom
seratus pedang itu berjatuhan secara bersamaan. ledakan nya besar tapi dari suara ledakan terdengar lebih lama.
ditempat para prajurit itu dikurung. tempat itu ditutupi oleh kabut yang berwarna merah, kabutnya berwarna merah akibat tercampur dengan darah. tempat itu menjadi sangat sulit untuk dilihat, bukannya hanya karena kabutnya tapi air hujannya jadi menghambat penglihatan.
... setelah beberapa saat kemudian kabutnya mulai hilang dan kini hujannya juga mulai reda. alice mulai bisa melihat dengan jelas ke arah tempat itu dan apa yang dia lihat membuat nya terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.
"apa-apaan ini?!... "