
Di dalam bawah sadar Ariel. Ariel tenggelam dalam kegelapan yang tak berujung.
Sial... Apa aku akan benar-benar mati...?
Tidak! Aku tidak boleh mati sekarang! Aku harus keluar dari sini!!
Ariel mencoba menggerakkan tubuhnya. Tapi sayang sekali tubuhnya tidak merespon kemauan nya.
Sialan! Kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku!? Ayoo bergerak lah! Bergerak lah sialann!
Ariel terus mencoba menggerakkan tubuhnya. Dia mencoba menggerakkan setiap dari bagian tubuhnya. Dimulai dari ujung kaki sampai Kepala nya. Walaupun Ariel sudah berjuang keras, tapi sayang sekali, semua bagian tubuhnya tidak merespon kemauannya. Bahkan ketika dia mencoba menggerakkan jarinya, jarinya tidak bergerak sedikitpun.
Aah ini mustahil... Sialan... Aku tidak ingin mati...
Ariel mulai putus asa. Tekad untuk hidup nya sangat lah kuat tapi, karena situasinya sekarang, tekadnya mulai goyah.
Tiba-tiba di kejauhan ada sebuah cahaya berwarna merah. Sebuah cahaya yang terang di kegelapan, membuat cahaya itu disadari oleh Ariel.
Hah? Apa itu? Cahaya merah yang begitu terang.. Aku tidak bisa melihat dengan jelas benda apa itu..
Walaupun seluruh tubuh nya tidak bisa bergerak. Tetapi mata nya masih bisa melihat ke arah samping.
[Apa anda akan menyerah begitu saja? ]
"!!?? "
Sebuah suara tiba-tiba terdengar olehnya. Suara itu begitu lembut dan halus. seolah-olah berasal dari wanita yang begitu lembut juga.
A-apa barusan?! Aku mendengar sebuah suara! Aku tidak salah dengar kan?!
[Cih! Dasar lemah! Kau benar-benar akan menyerah, hah?! ]
Suara yang berbeda terdengar lagi oleh Ariel. Suaranya begitu kuat dan seram. Seolah-olah suaranya berasal dari seorang pria yang begitu angkuh dan sombong.
..??! Suara lainnya! Jadi aku tidak salah dengar! Tapi suara siapa itu???
[ jangan menyerah! Apa kau akan membiarkan orang itu membunuhmu begitu saja?! ]
Si sialan ini! Mana mungkin aku menyerah begitu saja! Kalau aku bisa menggerakkan tubuhku dan keluar dari sini, akan ku bunuh dia dengan cara paling kejam! Tapi bagaimana! Bagaimana caraku keluar dari sini!
[ tolong.. Saya mohon... Janganlah menyerah!! Apa anda akan membiarkan orang-orang anda, disiksa dan dibunuh begitu saja oleh para manusia itu.. ?]
Mana mungkin aku membiarkan mereka di perlakuan seperti itu oleh para manusia sialan itu! Aku tidak akan pernah memaafkan para manusia kotor itu!
Ariel mulai mencoba lebih keras lagi untuk menggerakkan tubuhnya.
Aku... Aku tidak akan menyerah!!!! Akan ku pastikan bahwa Aku lah yang akan membunuh para manusia sialan itu!!! Dan juga Aku akan menyelamatkan orang-orang ku!!! Aku tidak akan mati dan menyerah disini!!! HUAAAAAAAAA!!!!
ariel berjuang sekuat nya untuk bisa menggerakkan tubuhnya agar dia bisa keluar dari sini.
[Hehe.. Hahahaha! Bagus! Ini baru orang yang akan menjadi masterku! Baiklah aku akan membantu mu! ] suara seorang pria.
[ syukur lah kalau anda tidak menyerah! Saya juga akan membantu Anda! ] suara seorang perempuan.
Di atas Ariel. Ariel melihat ada 2 buah bola api berwarna hitam dan putih. Kedua bola api itu kemudian menjadi sebuah tangan. Dengan yang satu berwarna hitam dan yang lainnya berwarna putih. Kedua tangan itu mendekati Ariel. ...dan masing-masing menggenggam kedua tangan Ariel.
[ kalau begitu, ayo kita bunuh para manusia sialan itu!]
[ kalau begitu, ayo kita selamatkan orang-orang mu!]
Keduanya berbicara berbarengan.
Kemudian kedua tangan itu menuntun Ariel ke cahaya merah tadi. ...Beberapa saat kemudian Ariel sudah sampai di cahaya merah itu.
Woaaa benda apa ini?? Ini begitu cantik.. Tapi kecantikan nya di iringi oleh kengerian..
Sebuah benda yang berbentuk bola berwarna merah seukuran kepalan tangan orang dewasa. Bola itu begitu merah dengan 4 cincin yang memutari nya.
Kemudian tanpa sadar, Ariel menggerakkan tangannya dan menyentuh bola itu dengan kedua tangannya. Ariel tidak sepenuhnya menyentuh benda itu, dia menyentuh bagian luarnya. Kemudian dia meletakkan nya tepat di bagian perutnya. Ariel ingin tau dan melihat dengan jelas benda apa itu.
Hmm...? Eh? A-aku bisa menggerakkan tangan ku! Akhirnya aku bisa bergerak lagi!
Apa sekarang aku bisa keluar dari sini? Tapi sebelum itu.. Benda apa sebenarnya ini??
Arial mendekatkan kepalanya untuk melihat benda itu lebih jelas.
Hmm? Kenapa cincin bagian paling luarnya terlihat retak?
Di Cincin paling luarnya ada sebuah retakan.
Krek..
Heh?
Krekk
Hm?
Bruuuusss
A-?
Cincin yang retak itu kemudian pecah. Dan ketika pecah, sebuah cahaya keluar darinya.
...
Di sebuah goa di dekat kota hutan hijau. di dalam goa itu terdapat mayat-mayat dari goblin dan orc, yang sangat banyak. Di sana ada sebuah pilar api yang membakar sesuatu. dan tidak jauh dari sana, ada seorang pria yang memakai jubah putih dari sebuah greja. Pria itu sedang mondar-mandir kebingungan.
"Sialan! Sekarang rencananya gagal! Aku harus gimana?! Kalau aku pulang sekarang, ada kemungkinan aku akan di marahi atau mungkin aku bisa saja di bunuh oleh sang paus!" Pria itu marah-marah. Di wajahnya terlihat beberapa urat yang keluar.
"Ugh ini semua karena bocah sialan ini! Ku kira monster-monster sialan ini akan bisa membunuh nya! Tapi siapa sangka, bocah itu bisa membunuh mereka semua! Aku menyesal karena tidak ikut campur tadi! "
"Sekarang aku sudah tidak bisa menjalankan rencananya! ...Ah aku ingat! Masih ada beberapa wyvern! Tapi...apa dengan wyvern saja sudah cukup?.. Yah aku akan mencoba nya saja, semoga mereka bisa menghancurkan kota nya " Kemarahan nya mulai hilang dan digantikan dengan senyuman.
Pilar api yang berada di dekatnya. Perlahan-lahan pilar api itu mulai menghilang.
"Akhirnya pilar api ini akan menghilang! Aku tidak sabar untuk melihat seperti apa wujudnya sekarang! Pastinya dia sudah gosong! Hahaha inilah akibat dari perbuatan mu itu! "
Perlahan-lahan apinya mulai menghilang. Sosok dari yang terbakar itu mulai terlihat. Ketika pria itu mulai bisa melihat nya, dia terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Apa?! Kenapa.. Kenapa dia baik-baik saja?! Apa yang sebenarnya terjadi?!! Seharusnya dia sudah gosong oleh api ku! Tapi kenapa cuma menyebabkan beberapa memar terbakar saja!?" Dia terkejut dengan matanya terbuka lebar.
Sosok yang terbakar itu adalah Ariel. Ariel di bakar oleh pilar api tadi. Seharusnya tubuh miliknya menjadi hangus terbakar. tapi apa yang terjadi adalah cuma pakaiannya saja yang terbakar habis, dan meninggalkan celana saja. Sedangkan tubuhnya hanya memiliki beberapa luka bakar saja.
"Sebenarnya Sekuat apa tubuh miliknya ini?! Setelah dibakar seperti itu, tubuhnya baik-baik saja. Terlebih dia masih belum mati!" Pria itu kemudian mengambil sebuah pedang di dekatnya.
"Tapi Yah itu bagus. Karena aku masih bisa melampiaskan amarah ku dengan cara membunuhmu sekarang! "
Pria itu mulai mendekatkan Ariel. Setelah dia berada di dekat ariel, dia langsung mengangkat pedangnya.
"Hehe.. sekarang matilah! "
Pria itu mengayunkan pedang nya dengan sangat kuat.
Pedang itu mengarah tepat ke bagian leher Ariel yang sedang terbaring.
BANG!
"Apa?!!! "
Ketika pedangnya hampir mengenai Ariel. Tiba-tiba pria itu terlempar ke arah dinding goa.
Bomm!
Pria itu menempel di dinding goa. Tubuhnya masuk lebih dalam kedalam didinding yang terbuat dari batu itu.
"Aku terlempar?! Tapi kenapa?! Aku yakin barusan pedangnya sudah mau mengenai nya! Tapi kenapa malah aku yang terlempar?!! "
Kemudian pria itu mulai keluar dari dalam dinding goa. Dia kemudian berjalan sedikit untuk melihat apa yang terjadi. Ketika dia berjalan, dia tiba-tiba berhenti. Ketika dia melihat Ariel yang berada cukup jauh darinya, seketika semua bulu di kulitnya tiba-tiba berdiri. Seluruh tubuhnya gemetaran hebat, perlahan-lahan seluruh tubuhnya kehilangan tenaga akibat gejolak emosi yang dia rasakan sekarang.
"A-apaan?! Siapa sebenarnya bocah ini?!!! "